AMBON, Siwalimanews – Ajakan Gubernur Maluku, Murad Ismail kepada masyarakat untuk tidak lagi mempercayai asuransi, berdampak negatif bagi asuransi yang berkembang di Maluku.

Arif G. Honandar Regional Rec­ruitmen mengatakan, apa yang di­sam­paikan orang nomor satu di Maluku justru bertolak belakang dengan program pemerintah disek­tor keuangan.

“Jadi dari sisi bisnis sangat ber­dam­pak negatif bagi kami selaku asuransi,” tandas Honandar kepada Siwalima di Ambon, Selasa (28/10).

Honandar berharap, gubernur bisa mengklarifikasi pernyataannya yang mengajak masyarakat tidak boleh mempercayakan asuransi.

“Jadi saya berharap pernyataan pak gubernur dapat diklarifikasi lagi,” pinta Honandar.

Baca Juga: Pemukiman Penduduk di Kudamati Jadi Sasaran Sterilisasi

Dikatakan, banyak asuransi yang berkembang bahkan usianya sampai ratusan tahun temasuk asuransi Internasional yang ada di Maluku.

“Kalau dari awal asuransi mem­buat kecurangan, sejak dari awal tidak mungkin melebarkan sayap seperti ini. Asuransi ini punya cabang hingga ke daerah-daerah,” tegas  Honandar.

Dirinya menyayangkan pernya­taan Gubernur Maluku terhadap asuransi, karena semua asuransi yang ada di Maluku akan terkena dampaknya.

“Penyataan gubernur itu menye­satkan, salah arah. Saya mengerti kekecewaan beliau tapi tidak seharusnya dia berkata seperti itu,” kesal Honandar.

Diakui, dalam pelaksanaan di lapangan ada kelemahan adalah kurang profesionalnya

agen-agen yang melakukan komunikasi dengan para konsumen.

Yang sering terjadi di lapangan, kata Honandar adalah ketidak profesional tenaga pemasaran.

“Mereka kurang pengetahuan, kalau ditanya binggung dan lupa seperti itu, tidak menjelaskan lebih detil hal dan kewajiban dari konsumen seperti apa, biaya seperti apa. Sebagai agen asuransi saya paham bahwa setiap orang ini mau profil atau penutupan, jual polis, ada hal yang mereka sembunyikan. Ada hal yang tidak kasih tahu kepada calon nasabahnya sehingga dengan bergulirnya waktu terjadi sesuatu, baru mereka komplein, gitu,” jelasnya.

Olehnya dengan kasus yang dialami oleh gubernur, ia mengaku kedepan tenaga pemasaran mau tidak mau harus menjelaskan kepada konsumen secara profesional. “Kita pasti melakukan evaluasi kepada tenaga pemasaran agar lebih profesional namun dari segi bisnis itu dampaknya negatif,” ujarnya.

Gubernur Ajak

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Maluku Murad Ismail mengajak masyarakat Maluku jangan percaya dengan asuransi. Asuransi katanya tidak memberikan dampak positif dan keuntungan bagi masyarakat.

“Kalau asuransi kita tidak tahu pemiliknya siapa, jadi kita mau komplain dimanapun tidak bisa. Saya sarankan untuk seluruh masyarakat Maluku, seluruh kepala daerah kalau ada asuransi jangan sekali-kali pakai asuransi. Sebaiknya uang dipercayakan penyimpanan di bank bukan asuransi,” ungkap gubernur kepada wartawan  di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (20/10).

Menurut gubernur, asuransi tidak bisa menjamin penyimpanan uang milik masyarakat. “Nanti kalau kita sudah tabung di asuransi itu jatuh tempo pun kita ngak bisa cair bos. Saya dari tahun 1998 masuk asuransi tidak pernah asuransi kasih kita apa-apa malah merusak,” bebernya.

Kendati tidak menjelaskan detail asuransi apa yang membuatnya merugi, namun gubernur akui asuransi tersebut tidak pernah mengembalikan uangnya, padahal menabung sudah sepuluh tahun bahkan ketika hendak dicairkan tidak bisa dilakukan.

“Saya sudah lapor, pengacara sudah saya suruh laporkan, saya tidak mengharapkan duit saya kembali tetapi saya mau bikin kapok itu orang-orang asuransi,” tegasnya.

Ditanya berapa uang yang diasuransikan, mantan Kapolda Maluku itu mengaku Rp 1 milyar lebih. (S-39)