AMBON, Siwalimanews – Dinas Perhubungan Maluku memastikan, pertengahan bulan Agustus mendatang, KMP roll on-roll off (roro) Bah­tera Nusantara 02 bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dibawa dari Surabaya ke Ambon.

Tim asistensi dari Kementerian Perhubungan sudah melaku­kan penilaian dan memastikan kesiapan dari PD Panca Karya untuk pengoperasian nanti.

“Rencananya pertengahan Agustus kapal sudah tiba di Ambon,” kata Kadis Perhubungan Maluku, Muhammat Ali Malawat kepada Siwalima di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (21/7).

Sebelum kapal ini dioperasikan, tim asistensi dari Kementerian Perhubungan telah tiba di Ambon untuk melakukan penilain pada 30 Juni lalu, dan hasil penilaian sudah disampaikan ke tangan Menteri Perhubungan pada 3 Juli.

“Mudah-mudahan Pemerintah Pusat memberikan kepercayaan kepada Pemprov Maluku dalam hal ini PD Panca Karya,untuk mengelola kapal tersebut,” harap Malawat.

Baca Juga: Lagi, BMW Bagikan 298 Paket Sembako

Menurutnya, mengapa KMP Bahtera Nusantara 02 terlambat diserahkan, karena ada mekanisme yang harus dilewati oleh Pemprov Maluku.

Walaupun ada mekanisme yang harus dilewati,  namun prosesnya  hampir final dan tinggal menunggu panggilan untuk melatih dan mengenalkan kapal kepada nakhoda dan ABK.

“Nanti pemerintah akan menunjuk siapa saja yang mengemudikan, kemudian mempelajari kapal. Kalau itu sudah selesai maka kapal sudah bisa di bawa ke Ambon,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, PD Panca Karya siap mengopera­sionalkan KMP Bahtera Nusantara 02 bantuan dari Kemenhub.

“PD Panca Karya telah mempresentasikan kesiapan mengoperasionalkan kapal Bahtera Nusantara 02 dan disarankan, Ditjen Perhubungan laut kementerian Perhubungan guna melengkapi persyaratan, kemudian disampaikan ke kementerian untuk mendapatkan rekomendasi pengoperasian kapal,” kata Usemahu.

Ia mengaku KMP Bahtera Nusantara 02 yang merupakan jenis Roro dengan berkapasitas 1.500 GT yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan ke Maluku.

“Rencana kita setelah mendapatkan rekomendasi untuk berlayar maka kapal ini akan melayari rute Ambon-Banda, Kota Tual-Saumlaki, sampai,” jelas Usemahu.

Keberadaan kapal ini sendiri tidak lepas dari peran Gubernur Maluku, Murad Ismail yang melakukan komunikasi langsung dengan kementerian perhubungan untuk dapat membantu moda transportasi khususnya laut di maluku dengan kapal yang ukuranya lebiih besar.

“Saya meminta Menhub menambah lagi minimal satu kapal jenis Roro guna mendukung akses penyeberangan di Maluku yang 92,4 persen adalah laut,” ujar gubernur.

Diakui, pasca dilantik pada 24 April 2019 itu, dirinya mengaku meminta ke Kementerian Perhubungan sebanyak 5 unit kapal.

“kita inginkan lima kalau bisa mendapatkan lima unit kapal jenis Roro, namun kalau kementerian memberikan dua unit kapan untuk membantu kelancaran penyeberangan saat ini di Maluku,” tandasnya. (S-39)