AMBON, Siwalimanews – Diduga ada ada kecurangan untuk memenangkan salah satu calon di pemilihan kepala Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon yang digelar pada 7 April 2022 kemarin.

“Ada kecurangan yang dilakukan oleh calon Kades Poka nomor urut 2 atas nama Marthina Kelwulan, yang mana bersama dengan Plt kades Erik Van Room,” ungkap salah satu warga Desa Poka yang namanya enggan dipublikasikan kepada Siwalimanews, Selasa(19/4).

menurutnya, kecurangan itu terjadi dimana pada 5 April yang merupakan minggu tenang, namun mereka dengan berdalih membuat acara buka puasa bersama masyarakat Dusun Batu Tagape, kemudian di Dusun Karang-Karang Desa Poka dan melakukan pembagian sembako, bahkan mengarahkan warga untuk memilih calon kepala desa dengan nomor urut 2,” bebernya.

Keterlibatan Plt Kepala Desa Poka dan calkades no urut 2, lantaran sang calkades merupakan istri dari kakak Plt Kepala Desa Poka Erik Van Room.

“Dalam kegiatan untuk buka puasa bersama masyarakat di Dusun Karang-Karang di rumah ketua RT 01,RW 05 atas nama La Yanto dan juga melakukan pembagian alas hak tanah kepada masyarakat dusun itu pada minggu tenang pentahapan pilkades,” tambahnya.

Baca Juga: Lanud Pattimura Dapat Bus Operasional

Bahkan adanya keterlibatan pihak kecamatan pada proses pilkades dengan mendatangi sejumlah warga pada RT 003/RW 02 Desa Poka dan memerintahkan warga untuk tidak memilih calon kades nomor urut 5 atas nama Melchior Serhalawan .

“Adanya perintah untuk warga, karena calon nomor uruta lima terlibat dalam penjualan tanah karena sementara di proses hukum serta menganjurkan masyarakat untuk memilih calon nomor urut 2,” tuturnya.

ia mengaku, hal ini dilakukan pada rumah keluarga ibu Jen Pelamonia /Siwalette dan disaksikan oleh keluarga Siwalette dan keluarga Lutlutur. Olehnya itu dirinya memohon kepada Walikota Ambon Richard Louhenapessy untuk melakukan pemungutan suara ulang pada TPS 10 dusun karang-karang dan batu Tagape.

“Kami juga meminta membatalkan keputusan penetapan Marthina Kelwulan sebagai kades sekaligus tidak melantik kepala desa terpilih,” pintanya.

Sementara itu Plt Kades Poka Erik Van Room yang dikonfirmasi Siwalimanews melalui telepon selulernya, Selasa (19/4), membantah hal tersebut.

Menurut Van Room, hasil pilkades sudah ditetapkan calon nomor urut dua atas nama Marthina Kelwulan yang menang dalam Pilkades ini.

“Kalau sudah kalah harus bisa menerima kemenangan dari orang lain,” ucap Van Room

Menurutnya pembagian sembako tidak pernah terjadi dalam proses kampanye apalagi pada minggu tenang seperti yang dituduhkan.

“Sebelum proses kampanye juga ada orang yang membagikan sembako memanfaatkan buka puasa bersama,”tegasnya.

ia menegaskan, buka bersama bukan merupakan kegiatan dari calkades nomor urut dua atas nama Marthina Kelwulan, namun kegiatan buka puasa itu merupakan kegiatan bapak imam .

sedangkan pembagian baju gamis yang dibagikan saat itu, dikarenakan calkades ini sudah pernah menjanjikannya sejak lama, sehingga acara buka puasa itu langsung dibagikan, sehingga itu tak ada unsur kecurangan.

“Pemberian itu dikhususkan untuk kaum duafa dan anak yatim, lansia janda dan duda, saya juga monitor pembagian yang dilakukan saat itu,” tegasnya. (S-21)