7 Bulan Korupsi SPAM Kariu tak Jelas di Jaksa

AMBON, Siwalimanews  – Penanganan kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan sistem penye­diaan air minum (SPAM) Desa Rawan Air Negeri Kariu, Kecamatan Haruku, Ka­bupaten Maluku Tengah mulai tak jelas.

Kasus ini sudah  tujuh bulan diusut tim intel Kejaksaan Negeri Ambon terhi­tung sejak 7 Mei 2019 berdasarkan Surat Perintah Operasi Intelijen Kepala Kejari Ambon No. 04/S.1.10/Dek/05/2019.

Kasi Intel Kejari Ambon,Sunoto yang dikonfirmasi Siwalima menga­takan, kalau penanganan kasus du­gaan korupsi SPAM Kariu tetap jalan dan sementara masih ditelaah tim intel Kejari.

“Kasusnya masih jalan dan se­mentara ditelaah, kalau sudah ada perkembangan pasti diberitahukan,” ujarnya Senin (11/11).

Ia mengaku, kasus dugaan korupsi SPAM Kariu masih diselidiki pihak intelejen, makanya belum bisa dibuka ke publik. Namun kasus ini tetap dituntaskan.

“Kasusnya masih penyelidikan intel dan masih ditelaah, ikuti saja proses penyelidikannya,” himbau Sunoto.

Naik Status

Kejari Ambon meyakini kasus du­gaan korupsi anggaran pembangunan SPAM Desa Rawan Air Negeri Kariu, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah tahun 2013 bakal ke tahap penyelidikan.

Tim intelijen menemukan sejumlah bukti adanya perbuatan mela­wan hukum dalam proyek tahun 2013 senilai Rp1,2 miliar milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku itu.

“Dari hasil temuan dan permintaan keterangan terhadap sejumlah saksi, maka diyakini kasus SPAM bisa ditingkatkan statusnya ke penyelidi­kan bahkan penyidikan,” kata Kasi Intel Kejari Ambon, Sunoto kepa­da Siwalima, Kamis (11/7).

Sunoto mengaku, sejumlah pihak sudah dimintai keterangan sejak akhir Juni 2019 lalu, termasuk pim­pinan PT. Wialah milik Abdulah Latuconsina dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Guntar Maha.

“Sejumlah pihak sudah pernah diminta keterangan, namun mereka tetap akan dipanggil lagi kalau kasus ini sudah ditingkatkan ke tahap penyelidikan,” ujarnya.

Usut Proyek

Seperti diberitakan, proyek tahun 2013 senilai Rp1,2 miliar milik BWS Provinsi Maluku itu tidak beres, pa­dahal anggaran sudah dicairkan seratus persen. “Benar kami sedang mengusut kasus du­gaan korupsi ang­garan pemba­ngu­nan SPAM, namun status kasus­nya masih dalam proses penye­li­dikan intel,” ujar Kasi Intel Kejari Ambon, Sunoto kepa­da   Siwalima di Ambon, Rabu (10/7).

Sunoto menjelaskan, tim intel Kejari Ambon telah melakukan investigasi untuk melihat secara langsung kondisi fisik pekerjaan proyek tersebut berdasarkan Surat Perintah Operasi Intelijen Kepala Kejari Ambon No. 04/S.1.10/Dek/05/2019 tertanggal 07 Mei 2019.

“Tim intel Kejari Ambon sudah pernah ke lokasi pembangunan pro­yek, namun hasilnya belum bisa dipu­blikasi secara luas karena status ka­sus masih dalam proses penyelidi­kan,” katanya.

Informasi yang dihimpun menye­butkan, saat melakukan investigasi tim intel Kejari menemukan sejum­lah kekurangan dalam pelaksaan proyek SPAM diantaranya, instalasi jaringan pipa air bersih yang tidak rampung bahkan tak tersambung hingga ke bak penampungan atau reservoir. Selain itu, pengadaan pipa juga tak sesuai spek. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *