AMBON, Siwalimanews – 54 Kelompok Penerima Bantuan (KPB) telah dicairkan dana gempa yang terjadi pada 2019 lalu. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Eva Tuhumury.

Tuhumury mengungkapkan, dari 119 KPB yang dibentuk, baru 54 yang dicairkan hal ini karena berkas administrasi telah terpenuhi sehingga pencairan tersebut dilakukan.

“Dari 119 KPB yang sudah dibentuk 54 sudah melakukan pencairan tahap 1. Jadi sudah seperdua lah,” tutur Tuhumury kepada Siwalima, melaui telephone seluler, Senin (21/12).

Tuhumury mengungkapkan, sampai dengan akhrir Desember diperkirakan telah dilakukan pencairan tahap kedua yakni 30 persen kepada ke-54 KPB tersebut. Namun, tetap sesuai dengan prosedur pelaporan yang dilaporkan ke BPBD Kota Ambon.

“Berita diperkirakan sampai akhir Desember nih Sudah bisa berjalan tahap berikut ini,” jelasnya.

Baca Juga: Mahulette & Nirahua Jabat Direktur Umum & Komisaris Independen

Tuhumuri mengakui, dari ke 54 terebut sudah ada di KPB yang telah melaporkan kesiapan tahap pertama dan telah diberikan laporannya ke BNI, sehingga saat ini hanya menunggu pembukaan blokir tahap berikutnya kepada kedua kelompok tersebut.

“Tadi baru siap dua dan sudah dilaporkan ke BNI,” paparnya. Tuhumury mengungkapkan, terkait dengan pelaporan progres kerja per KPB, dilakukan setiap Jumat. “Jadi nanti laporan progresnya setiap hari Jumat,” katanya.

Ketika disinggung terkait dengan Kepala Keluarga (KK) yang telah membangun mandiri, dirinya mengungkapkan, telah dicairkan pada tiga (3) KK, yang berada pada dua lokasi.

“Tiga yang sudah dilakukan pencairan yaitu di Passo satu, Urimesing dua,” ungkapnya.

Dirinya meminta pengertian kepada warga yang telah membangun mandiri sebab proses yang lama bukan karena diperlambat, namun petugas harus melakukan sejumlah teknis kerja agar nantinya tidak terjadi kesalahan yang fatal ketika melakukan pencairan dana untuk mengganti kerugian membangunnya.

“Pencairan terhambat, dikarenakan teman-teman masih turun melakukan penilaian bukan seperti verifikasi, tapi mereka menghitung kembali jangan sampai ada yang salah. Jadi, mereka bisa menghitungnya satu per satu ada agak lama seperti itu,” pungkasnya. (Cr-6)