AMBON, Siwalimanews – Sebanyak 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku terpapar corona.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Insun Sangdji mengatakan, dari 300 lebih pegawai yang melakukan swab tes selama tiga tahap, 40 orang di­nyatakan terkonfirmasi Covid-19.

“Dari jumlah itu, semuanya sudah menjalani proses karantina baik terpusat maupun karantina mandiri dan 8 orang pegawai sudah dinyatakan sembuh,” jelas Sangadji kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (19/10).

Setelah mengetahui hasil swab, dinas kemudian melakukan lang­kah cepat dengan melakukan sterilisasi kantor selama satu hari.

“Jadi kita sempat libur satu hari pada Rabu 14 Oktober. Semua pegawai yang datang kita langsung suruh pulang. Petugas dari PMI langsung melakukan penyempro­tan disinfektan. Kemudian keeso­kan harinya aktivitas kantor kem­bali  berlangsung,” ujar Sangadji.

Baca Juga: Hari Ini, Maluku Catat 109 Pasien Sembuh dan 73 Kasus Baru

Sangadji mengakui, wajar kalau jumlah pegawai yang terpapar cukup banyak karena setiap hari pihaknya melayanai pelayanan publik.

“Total pegawai yang swab itu sebanyak 300 orang terdiri dari pegawai pada Dinas PK, UPT dinas seperti Taman Budaya, Balai Teknologi dan Informasi dan Museum Siwalima,” terang Sagadji.

Pihaknya juga setiap hari melayani banyak sekali masyarakat maupun guru yang datang dari 11 kabupaten/kota.

Kondisi kantor sudah normal kembali dan pegawai yang terpapar masih menjalani karantina, sedangkan pegawai yang lain tetap melakukan pelayanan seperti biasa.

“Pegawai yang lain karantina, sedangkan yang lain tetap aktivitas seperti biasa,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Harian Satgas Covid1-9 Provinsi Maluku, Kasrul Selang menjelaskan, jumlah keseluruhan pegawai di lingkup Pemprov Maluku yang positif Covid-19 sebanyak 395 orang.

“Sebelumnya sudah sebanyak 250 orang, sekarang bertambah lagi menjadi 395 orang,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah pegawai di lingkup Pemprov Maluku yang sudah diswab 2421. Jumlah ini diluar guru. “Jadi kemungkinan positif bertambah itu ada,” katanya.

Dirinya meminta, setiap OPD menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Tidak boleh main-main, karena covid tidak mengenal siapa, jadi harus menjalankan protokol ketat,” tandas Kasrul. (S-39)