AMBON, Siwalimanews – Sebanyak 256 PNS Pemkot Ambon menjalani tracking pasca salah satu pegawai terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona berdasarkan hasil uji spesimen di laboratorium.

Tracking dilakukan, Selasa (14/4) oleh  Gu­gus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon untuk me­nelurusi jejak pegawai tersebut kontak lang­sung dengan siapa saja.

Pegawai pada salah satu dinas di Pemkot Ambon itu adalah pa­sien kasus 05. Ia ter­papar virus mematikan tersebut dari mertua­nya pasien kasus 02, nenek berumur 74 ta­hun.

“Makanya tadi saya ke pemkot untuk pasti­kan bahwa dalam jang­ka waktu itu masuk kantor atau tidak,  kemudian siapa saja yang kontak erat dengan dia yang nanti kami akan lakukan  rapid test, sampai saat ini sudah 256 yang telah kami tracking,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy,  saat dihubungi Si­walima, melalui telepon seluler­nya.

Setelah tracking, kata Pelupessy, tim langsung mempresentasikan hasilnya. Tracking dilanjutkan un­tuk mengetahui di mana lagi lokasi yang dikunjungi oleh pasien kasus 05, dan dengan siapa ia kontak lang­sung.

Baca Juga: Pemkot Perpanjang Masa Tanggap Darurat

“Jadi kami telah membagi tim untuk melaksanakan langkah tracking, tim tersebut bertugas untuk melaksanakan jobnya guna untuk mencari tahu dengan siapa saja 05 ini melakukan kontak, lokasi mana saja yang dia kunjungi. Oleh sebab itu tadi kami ke pemkot untuk pastikan dalam jangka waktu terse­but, apakah dia masuk kantor atau tidak,” ujarnya.

Pelupessy menghimbau warga Kota Ambon yang merupakan pelaku perjalanan agar menaati himbauan pemerintah untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

13 Pasien Positif Membaik

Ketua  Harian Gugus Tugas Perce­patan Penanganan Covid-19 Malu­ku, Kasrul Selang memastikan kon­disi 13 pasien yang terkonfirmasi positif corona terus membaik.

Mereka sementara diisolasi di Balai Diklat BPSDM Maluku, RSUD dr. M. Haulussy, Rumah Sakit Ang­katan Laut F.X Suhardjo Ambon, Rumah Sakit Tentara Tingkat II dr. Latumeten Ambon dan Rumah Sakit Bhayangkara Ambon.

“Kondisi 13 pasien terkonfirmasi membaik, diharapkan mereka bisa sembuh,’’ ujar Kasrul kepada Siwa­lima, di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (14/4),

Setiap pasien selain diberikan perawatan, kata Kasrul, juga pe­nguatan agar tenang menjalani masa isolasi. “Kita selalu mengunjungi mereka dan beri penguatan, dan kondisi mereka terus membaik,’’ ujarnya.

Spesimen dari 13 pasien tersebut sudah diambil untuk diperiksa kedua kali di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Pe­nyakit (BTKL-PP) Ambon.

“Spesimen sudah kita kirim yang kedua ke BTKL-PP Ambon, hasilnya masih kita tunggu,’’ ujar Kasrul

Ia berharap, hasil uji pemeriksaan kedua negatif.  Kalau negatif, mereka dinyatakan sembuh. “Kalau hasil­nya nanti negatif maka kondisi me­reka dinyatakan sembuh, dan akan diberikan surat keterangan sehat baru bisa dikembalikan ke rumah,’’ jelasnya.

Khusus untuk pasien 02, spesi­men sudah  dikirim lagi untuk keem­pat kalinya, karena hasil kedua dan ketiga masih positif.

“Hasil swab kedua dan ketiga yang dikirim masih positif, sekarang kita tunggu swab yang keempat bagi pasien terkonfirmasi 02,’’ jelas­nya.

Seperti diberitakan, hasil tracking yang dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku dan Kota Ambon dari pasien 02 ditemukan 5 pasien yang terkon­fir­masi positif corona. Mereka ada­lah pasien kasus 04, 05, 06, 13 dan 14.

Pasien kasus 04 adalah dari anak 02 yang merupakan PNS Pemprov Maluku. Sedangkan pasien 05 me­rupakan istri dari 04, pegawai Pemkot Ambon.

Kemudian pasien kasus 13 dan 14 adalah cucu 02. Pasien kasus 06 juga merupakan keluarga pasien 02.

Sementara untuk traking pasien terkonfirmasi 03 didapatkan dua orang lagi yang positif Covid-19, yakni pasien 08 dengan jenis kelamin laki-laki berusia 53 tahun dan pasien 09 jenis kelamin perempuan berusia 24 tahun. Ketiganya merupakan pasien rujukan dari RSUD Saparua.

Kemudian pasien 07 adalah warga asal Manado, Sulawesi Utara. Berikutnya, pasien terkonfirmasi 10 rujukan dari RSU Piru. Selanjutnya pasien terkonfirmasi 11 dan 12 merupakan anggota polisi.

ODP Menurun

Juru Bicara Gugus Tugas Per­cepatan Penanganan Covid-19 Ma­lu­ku, Meykal Pontoh mengung­kap­kan, sampai dengan Selasa 14 April pukul 12.00 WIT, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) menurun menjadi 128 orang.

Pontok merincikan jumlah ODP di Kota Ambon sebanyak 43 orang, Kabupaten Maluku Tengah 3 orang, Kabupaten SBB 5 orang, Kabupaten SBT 5 orang, Kota Tual 3 orang, Ka­bupaten Kepulauan Aru 7 orang dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar 6 orang.  “Jumlah ODP di Maluku ber­jumlah 128 orang,’’ jelas Pontoh.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah menjadi 10 orang. Sebelumnya 9 orang.

“Empat orang dari Kota Ambon, dua orang dari kabupaten Malteng, dua orang dari Kabupaten Buru, satu orang dari Kabupaten Buru Selatan dan satu dari Kabupaten Malra,” urai Pontoh. (Mg-6/S-39)