2 Hari Bos BNI Dicecar

Wajah Tegang, Siahainenia Bungkam

AMBON, Siwalimanews – Kepala Kantor Cabang Utama BNI Ambon, Ferry Sia­hainenia dicecar penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku selama dua hari.

Ferry diperiksa terkait kasus pembobolan BNI 46 yang dila­kukan Faradiba Yusuf. Ferry dipanggil sejak Rabu (6/11). Ia dicecar pukul 10.00 WIT hingga sore hari.

Keterangan yang diberikan Ferry dinilai belum cukup meme­nuhi kebutuhan penyidikan atas kasus yang perampokan uang nasabah yang mencapai Rp 58,9 miliar itu. Ferry  kemudian disu­ruh menghadap penyidik lagi pada Kamis (7/11) pagi, di Kantor Ditreskrimsus, Mangga Dua.

“Pak Kepala Cabang Utama BNI Ambon dua hari diperiksa se­cara intensif oleh penyidik Dit­reskrimsus,” kata sumber di Polda Maluku, kepada Siwalima, Kamis (7/11).

Sebagai pimpinan BNI Ambon, kata sumber itu, keterangan Ferry dibutuhkan untuk mengungkap ka­sus kejahatan perbankan dan TPPU yang dilakukan Faradiba Yusuf. “Tentu kita butuhkan keterangan­nya, makanya kita panggil,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pemerik­saan Ferry akan didalami. Kalau keterangannya masih dibutuhkan, ia akan dipanggil lagi. “Kita dalami dulu ya,” ujar sumber itu lagi.

Anak buah Ferry di Kantor BNI 46 Ambon juga mengaku, kalau bosnya itu diperiksa oleh penyidik Ditreskrimsus selama dua hari.

“Iya dipanggil menghadap di Kantor Ditreskrimsus sejak Rabu, dan Kamis juga dipanggil. Dari pagi tidak ada di kantor,” kata salah satu pegawai BNI Ambon, kepada Siwa­lima, Kamis (7/11), yang enggan menyebutkan namanya.

Menurutnya, Wakil Pimpinan Nolly Sahumena yang mendampingi Ferry untuk menjalani pemeriksaan. “Kalau tidak salah pak Nolly yang nemanin,” ujarnya.

Sekitar pukul 14.00 WIT, Siwalima mendatangi Kantor BNI Ambon untuk menemui Ferry mengkonfir­masikan pemeriksaannya oleh pe­nyidik Ditreskrimsus. Namun menu­rut security, ia tidak ada di kantor. “Maaf pimpinan lagi keluar,” ujar­nya.

Kemudian Siwalima meminta untuk bertemu dengan Wakil Pim­pinan, Nolly Sahumena. Namun security itu juga mengaku, Nolly juga sedang berada di luar kantor. “Pak Nolly sedang keluar,” ujarnya lagi.

Sekitar pukul 14.30 WIT, Nolly muncul di Kantor BNI. Sekitar 15 menit kemudian, Ferry datang. Saat hendak dicegat  Siwalima berupaya menghindar. Ferry bungkam. tak ada satu kata pun dikeluarkan.

Ferry yang memakai batik cokelat lengan panjang terlihat memegang berkas di tangan kanan. Wajahnya tam­pak tegang. Tanpa menyapa pe­ga­wai dan security, ia langsung ber­gegas ke ruang kerjanya di lantai 2.

Salah pegawai  mengatakan, sikap Ferry lain dari biasanya, yang biasa menyapa pegawai dan menebar senyum.

“Biasanya beliau menyapa security dan para pegawai, tapi hari ini tidak, mungkin pak Ferry capek dua hari dipanggil polisi,” ujarnya.

Sementara Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Firman Nainggo­lan yang dikonfirmasi soal pemerik­saan Kepala Kantor Cabang Utama BNI Ambon, Ferry Siahainenia eng­gan menjawab telepon.

Kabid Humas Polda Maluku Kom­bes M Roem Ohoirat yang dikon­firmasi juga enggan berkomentar. Ia hanya mengatakan, siapapun yang terkait kasus pembobolan BNI Ambon akan diperiksa.

“Jadi dalam kasus ini siapa saja yang terkait tentunya akan diperiksa oleh penyidik. Soal siapa-siapa orang­nya tidak disampaikan. Intinya yang ada kaitan terus diperiksa,” ujarnya

Mantan Kepala akan Diperiksa

Mantan Kepala BNI 46 Utama Ambon, Dionne Limmon juga bakal diperiksa penyidik Ditreskirmsus Polda Maluku.

Saat menjabat Kepala BNI Ambon, Dionne tahu banyak, termasuk keja­hatan yang dilakukan oleh Faradiba.

“Mantan Kepala BNI akan juga dipanggil. Keterangannya dibutuh­kan untuk kepentingan penyidikan. Sebagai pemimpinan kan dia pasti tahu banyak hal,” kata sumber di Polda Maluku, kepada Siwalima, Selasa (5/11).

Aksi kejahatan yang dilakukan Faradiba diduga sejak tahun 2017. Dionne baru dimutasikan pada Juni 2019 lalu ke BNI Bekasi, Jawa Barat.

 “Dia baru beberapa bulan dipin­dahkan, jadi dia tahulah apa yang terjadi di BNI Ambon selama ia me­mimpin,” ujar sumber itu, yang me­minta namanya tak dipublika­sikan.

Soal tempat pemeriksaan, kata dia, akan diputuskan oleh penyidik, apa­kah di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku atau di luar.  “Apakah di Ambon, Bekasi, atau di mana lokasi­nya, nanti akan dilihat oleh penyidik, ini kan soal teknis saja,” katanya.

Sumber itu juga menambahkan, kapan Dionne akan dipanggil juga akan diagendakan oleh penyidik. “Penyidik kan lebih tahu waktunya kapan,” tandasnya.

Dekat dengan Faradiba

Selama memimpin BNI 46 Ambon, Dionne Limmon punya hubungan yang dekat dengan Faradiba Yusuf.

Setiap kegiatan yang melibatkan BNI Ambon, Dionne selalu hadir bersama Faradiba.

“Oh iya hubungan keduanya dekat, setiap kali ada kegiatan atau mengundang untuk BNI, Dionne dan Fara selalu hadir. Pokoknya ada Dionne, ada juga  Fara,” ujar salah satu pegawai BNI 46 Ambon, kepada Siwalima, Selasa (5/11).

Pegawai yang meminta namanya tak dikorankan itu mengatakan, kedekatan Dionne dengan Faradiba yang menjabat pimpinan bagian pemasaran sudah menjadi rahasia umum di BNI Ambon. “Semua tahulah, keduanya dekat,” katanya.

Ditanya apakah selama ini Dionne tahu kejahatan yang dilakukan Faradiba, pegawai tersebut enggan berkomentar. “Maaf saya tidak mau berkomentar. Kasusnya kan sudah di polisi,” tandasnya.

Soal agenda pemeriksaan Dionne, Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Roem Ohoirat yang dikonfirmasi mengatakan, siapapun yang terkair dengan kasus pembobolan BNI Ambon akan diperiksa.

“Polisi tidak diam, kerena ini perintah pimpinan. Siapapun yang ada kaitan kita periksa. Karena itu berikanlah kesempatan kepada pe­nyidik untuk terus bekerja meng­ung­kap kasus ini,” tandas Ohoirat.

Sementara Dionne Limmon yang dikonfirmasi, enggan mengangkat  telepon. Setelah pesan whatsapp dikirim, ia mengaku sementara meng­ikuti rapat. “Non, saya lagi rapat. Saya lagi presentasi non,” tulisnya.(S-27/S-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *