NAMROLE, Siwalimanews – Pemerintah Desa (Pemdes) Kamlanglale, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) tahap I yang bersumber dari Dana Desa kepada  109 kepala keluarga (KK).

Pemberian BLT ini sesuai Peratu­-ran Kementerian Desa, Pembangu­nan Daerah Tertinggal, dan Trans­migrasi (Permendes PDTT) Nomor 6 Tahun 2020, dan Peratu­ran Menteri Keuangan (PMK) Nomor 40 Tahun 2020, serta Ins­-truk­si Mendagri Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) kepada masyarakat berdampak Covid-19 di desa.

Penyaluran secara simbolis ini berlangsung di ruang pertemuan Desa Kamlanglale, Sabtu (6/6).

Turut hadir dalam pemberian BLT secara simbolis itu, Kades Kamlangkale Ampi Latbual bersama staf, Babinsa Desa Kamlanglale, Bhabinkamtibmas Desa Kamlanglale, pendamping jecamatan, pendamping desa, Ketua BPD dan seluruh masyarakat penerima bantuan.

Kades Kamlanglale, Ampi Latbual dalam arahan singkatnya sebelum penyerahan mengatakan, untuk penyaluran BLT tersebut telah melalui tahapan yang sangat sulit untuk mendapatkan nama-nama yang berhak menerima BLT tersebut.

Baca Juga: Toisuta Bentuk Komunitas Gerak ET

“Ada beberapa hal penting yang perlu disampaikan, terkait penyalu­ran BLT ini sudah melalui tahapan-tahapan walaupun pekerjaan dalam menyeleksi sangat susah tapi kita patut bersyukur bahwa semua berkas sudah terpenuhi sehingga anggaran bantuan ini bisa keluar dan pemberian bantuan bisa disalurkan,” ucap Latbual.

Dikesempatan itu, Latbual atas nama masyarakat dan Pemdes menyampaikan terima kasih kepada pendamping desa dan pendamping kecamatan yang mana telah dengan setia membantu Pemdes Kamlanglale dalam memproses seluruh berkas-berkas sehingga semua kelengkapan dan semua tahapan dapat dilalui oleh Pemdes Kamlanglale.

“Pemerintah desa mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pendamping desa dan kecamatan yang sudah membantu untuk melancarkan segala tahapan dengan menyiapakan berkas untuk mencairkan dana ini,” ujar Latbual.

Latbual meminta maaf kepada masyarakat karena keterlambatan desa dalam memberikan BLT tersebut, mengingat sudah ada desa-desa lain yang telah memberikan BLT kepada warganya.

Menurutnya, BLT adalah uang negara dan itu bukan uang pribadi, atau seperti timbang cengkeh lalu datang jual terus ambil uang, tetapi ini uang negara sehingga untuk memperolehnya harus banyak kelengkapan dokumen yang disiapkan.

“Masyarakat yang ada yang sebelumnya kecewa karena ada desa-desa yang sudah cair tapi kita belum itu bukan karena sengaja, tetapi saya harus sampaikan bahwa untuk mencairkan dana ini bukan kita sendiri tapi banyak desa dan semua itu perlu tahapan, proses dan konsul dengan berbagai pihak,” tambahnya.

Ia menjelaskan, dana BLT bagi warga yang terkena dampak akibat Wabah Covid-19 ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Peme­-rintah Pusat terhadap masyarakat yang mengalami kesusahan.

“Bagi masyarakat yang ada di desa sampai di dusun kalau ada yang belum mendapatkan tidak boleh ribut dan membuat kegaduhan tetapi harus bertanya ke Pemdes Kamlanglale dan bangun koordinasi supaya kita sama-dama bisa mencari solusi bagaiama jalan keluarnya,” ajak Kades.

Jika ada masyarakat yang merasa tidak sesuai, dirinya mengajak untuk sama-sama datang dan duduk serta saling bertukar pikiran terkait hal tersebut.

“Kalau memang tidak ada yang pas dengan saudara-saudara punya hati, mari dan tolong berkoordinasi. Tanya langsung ke tim relawan covid desa atau kepada kami tapi jangan ambil tindakan-tindakan yang dapat merugikan kita semua,” katanya.

Disamping itu, Latbual juga menegaskan kepada tim relawan desa Kamlanglale yang sudah dibentuk untuk dapat menjalankan kerjanya sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang ditetapkan.

“Relawan Covid yang sudah saya sahkan dengan SK tolong jalankan tugasnya dengan baik, karena saya sebagai Kepala Desa saja bisa melakukan tugasnya sebagai ketua tim di desa bersama dengan Babinsa dan Babinkantib­mas, biar hujan pun tetap kita menjalankan tugas apalagi saudara-saudara yang sudah dilantik. Jadi mohon kerja samanya supaya desa kita bisa aman dari Covid-19” katanya. (S-35)