Sabtu, 11 September 2010

Rabu, 10 Maret 2010
Kadis yang tak Sukseskan ‘Sail Banda' akan Dievaluasi

Ambon - Kapal Motor (KM) Bukit Siguntang akan dijadikan hotel terapung saat pelaksanaan event "Sail Banda" 2010 mendatang.

"KM Bukit Siguntang akan dijadikan hotel terapung saat pelaksanaan event "Sail Banda" 2010 mendatang. Ini merupakan wujud dukungan PT Pelni untuk menyukseskan event tersebut," jelas Direktur Operasional PT Pelni, Asep Suparman kepada wartawan di kediaman Wakil Gubernur Maluku, di kawasan Karang Panjang-Ambon, Senin (8/3).

Menurut Suparman, KM Bukit Siguntang dengan kapasitas 2.000 penumpang akan dijadikan hotel terapung guna mengantisipasi penuhnya hotel dan penginapan di Kota Ambon.

"Sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku telah melakukan berkoordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Pelni sebagai salah BUMN yang mengelola transportasi laut sehingga kita langsung memenuhi janji kita dengan menyiapkan KM Bukit Siguntang sebagai hotel terapung," ungkapnya.

Suparman mengatakan, PT Pelni tetap mempertahankan frekuensi keberangkatan kapal dari Ambon ke Banda pada saat maupun sesudah pelaksanaan event "Sail Banda".

"Kita tetap konsisten walaupun ada ombak maupun gelombang yang besar namun tidak menurunkan frekuensi keberangkatan kapal-kapal yang melayari rute tersebut," katanya.

Persiapan "Homestay"

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, M Kailuhu mengaku tidak menargetkan jumlah homestay yang disiapkan guna memenuhi permintaan peserta "Sail Banda"

"Kita tidak mempunyai target jumlah homestay yang harus disiapkan namun kita berharap homestay dapat memenuhi kebutuhan serta layak untuk dihuni," ungkap Kailuhu kepada Siwalima di Ambon, Selasa (9/3).

Ditambahkan, homestay harus memiliki kamar tidur yang layak huni, kamar mandi minimal dua serta pemilik harus mampu berbahasa Inggris
Dievaluasi

Sementara itu, Wagub Maluku Said Assagaff menegaskan, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemprov Maluku yang bandel dan terkesan tidak menyukseskan event "Sail Banda" bakal dievaluasi kinerjanya.

"Telah ada di dalam benak gubernur untuk melakukan evaluasi dan ini bukan wacana sebab pastinya akan dilakukan," tandas Assagaff kepada wartawan di kediamannya, Senin (8/3).

Dikatakan, jadwal evaluasi yang akan dilakukan belum diketahui secara pasti pelaksanaannya, apalagi tindakan yang tidak terpuji yang ditunjukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar), Kadis Sosial dan Kadis Kesehatan yang mendisposisikan stafnya untuk mengikuti rapat koordinasi persiapan "Sail Banda" pada tanggal 4 Maret 2010 lalu sementara mereka justru berada di luar daerah.

"Saya sampai jengkel pada hari itu, kenapa mereka harus mendisposisikan staf untuk hadir, padahal rapat tersebut sangat penting untuk mengetahui sejauh mana persiapan dari masing-masing SKPD sesuai tugasnya," katanya.

Apalagi, menurut Assagaff, event ini berskala internasional sehingga diperlukan persiapan yang sangat matang.

"Saya selaku ketua panitia daerah tidak bisa bekerja seorang diri untuk menjalankan event sebesar ini tanpa bantuan SKPD dan terlebih khususnya kepada masyarakat Maluku secara keseluruhan," ungkapnya. (mg-5/mg-7)


Berita Lainnya :