Ambon - Dipastikan, Kamis (11/3) mendatang, mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 10 Mega Watt (MW) yang disewa PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara akan beroperasi.
"Seluruh proses pemasangan sudah mendekati tahap akhir sehingga dipastikan Kamis (11/3) akan mulai beroperasi," ungkap General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, I Nyoman Astawa kepada wartawan di Ambon, Senin (8/3).
Dijelaskan, hingga Senin (8/3) sore, pekerjaan pemasangan instalasi connection mesin ke trafo set up telah selesai dilaksanakan dan pemasangan instalasi dari tanki bahan bakar baru mencapai 75 persen.
"Kendati baru mencapai 75 persen, namun pemasangan instalasi dari tanki bahan bakar akan dikerjakan hingga tuntas pada Senin (8/3) malam. Begitu juga dengan instalasi dari trafo set up ke instalasi kubikel yang ada di PLTD Poka sehingga diharapkan Selasa (9/3) seluruh proses pemasangan selesai sehingga pada hari Rabu (10/3) mesin tersebut sudah dapat memasok daya sebesar 5 MW dan nantinya Kamis (11/3) mesin tersebut dapat beroperasi dengan kemampuan 10 MW," jelasnya.
Astawa mengatakan, saat ini pihaknya juga sementara mempercepat perbaikan mesin unit 4 PLTD Hative Kecil. Mesin merk SWD type 12TM410R berkapasitas 6,56 MW yang dioperasikan sejak tahun 1986 tersebut saat ini mengalami gangguan cylinder head.
"Mesin unit 4 PLTD Hative Kecil saat ini sementara dalam pemeliharaan karena ada spare part-nya yang dibawa keluar daerah untuk di-grinding. Diperkirakan hari Kamis (11/3) pekerjaan grinding selesai, selanjutnya Jumat (12/3) dapat dikirim dengan pesawat ke Ambon dan mudah-mudahan paling lambat Minggu (14/3) sudah diterima di Ambon. Target kami seminggu kemudian mesin unit 4 PLTD Hative Kecil tersebut sudah dapat beroperasi," katanya.
Diakuinya, jika mesin PLTD yang disewa PLN melalui PT Cogindo Daya Bersama dari Aggreko-Singapura berkapasitas 10 MW beroperasi ditambah dengan pasokan daya minimal 4 MW dari mesin unit 4 PLTD Hative Kecil maka akan ada tambahan pasokan daya sekitar 14 MW.
"Saat ini defisit daya di malam hari mencapai 20,1 MW sedangkan di siang hari mencapai 11,15 MW sehingga dengan ada tambahan pasokan daya sebesar 14 MW nantinya maka jadwal pemadaman akan semakin berkurang dan pemadaman hanya akan terjadi saat beban puncak di malam hari," ungkap Astawa yang pernah menjadi Kepala PT PLN (Persero) Cabang Ambon pada tahun 2001-2004 ini.
Astawa menjelaskan, penyewaan mesin PLTD berkapasitas 10 MW tersebut hanya akan dilakukan selama enam bulan karena merupakan program emergency.
"Kita hanya sewa enam bulan dan berakhir pada bulan Agustus 2010. Mudah-mudahan sebelum waktunya mesin-mesin pembangkit lama yang ada di PLTD Poka dan PLTD Hative Kecil dapat berioperasi ditambah beroperasinya dengan mesin sewa sebesar 25 MW yang akan disewa selama tiga tahun yang akan tiba di Ambon pada bulan Juni 2010 mendatang," jelasnya.
Astawa juga mengaku saat pihaknya sementara memperbaiki mesin unit 2 PLTD Poka yang bermerk GMT type A 420-14 yang dioperasikan sejak tahun 1988. "Mesin berkapasitas 6,4 MW tersebut saat ini mengalami gangguan crankshaft sehingga kita akan menggunakan crankshaft bekas dari PLTD Batakan di Balikpapan-Kalimantan Timur," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, dari tujuh mesin pembangkit yang ada di PLTD Poka hanya tiga mesin yang beroperasi sedangkan di PLTD Hative Kecil dari lima unit mesin yang terpasang ternyata hanya tiga mesin yang beroperasi.
Berdasarkan data neraca daya system Ambon, yang diperoleh Siwalima dari PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku, Senin (8/3), ternyata saat ini beban puncak tertinggi di malam hari mencapai 37 MW sedangkan di siang hari mencapai 28 MW sementara kemampuan pasokan PLN hanya 16,85 MW.
Mesin PLTD berkapasitas 10 MW tersebut yang disewa oleh PT Cogindo Daya Bersama (anak perusahaan PT Indonesoa Power) yang ditunjuk PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara untuk melakukan penyewaan dari Agrreko-Singapura (perusahaan rental generator yang kantor wilayah Asia Pasifiknya berpusat di Singapura). (S-12)
|