Rabu, 08 September 2010

Rabu, 14 Juli 2010
Pemkot Antisipasi Kelangkaan Sembako Saat "Sail Banda"

Ambon - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon saat ini telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) saat pelaksanaan event internasionail "Sail Banda 2010".

Pemkot Ambon langsung menggelar pertemuan khusus dengan para distributor dan agen sembako yang ada di Kota Ambon. Pertemuan tersebut digelar di Balai Kota Ambon, Selasa (13/7), dipimpin Asisten III Sekkot Ambon John Soplanit yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) GIS Soplanit, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan JA Tupan, dan Kepala Bagian Ekonomi dan Promosi Donald Solsolay serta perwakilan dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Ambon.

Asisten III Sekkot Ambon John Soplanit mengatakan, saat pemerintah menetapkan Pelabuhan Pos Sudarso Ambon sebagai lokasi acara puncak "Sail Banda" telah terjadi kehawatiran di masyarakat menyangkut arus barang dan jasa yang dipasok dari luar Maluku.

"Kita menggelar pertemuan khusus dengan agen dan distributor sembako ini dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti kebutuhan sembako saat "Sail Banda" dan sekaligus mengetahui kesiapan distributor dalam memenuhi sembako saat pelaksanaan bulan suci Ramadhan yang sudah didepan mata," katanya.

Soplanit juga meminta kepada para distributor agar melakukan koordinasi dengan pemkot melalui instansi terkait jika terjadi masalah terkait dengan pasokan sembako.

Puluhan distributor sembako yang hadir dalam pertemuan tersebut mengaku siap memenuhi kebutuhan sembako saat pelaksaaan "Sail Banda" dan juga saat bulan puasa nanti.

Henky Sahulata salah satu distributor sembako dalam pertemuan tersebut juga meminta agar pemkot Ambon melalui Disperindag untuk selalu mengawasi harga di pasaran, karena para pengecer seringkali sesuka hati menaikan harga barang apalagi saat menjelang hari-hari besar keagamaan dan adanya isu kelangkaan stok barang.

"Akibat ulah pengecer itu mengakibatkan warga masyarakat resah dan yang disalahkan juga distributor, padahal barang yang disalurukan kepada pengecer tetap sama tidak mengalami kenaikan," ungkapnya.

Sahulata menjelaskan, pemantauan harga barang itu perlu dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga di pasaran serta tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Arus Barang Tetap Lancar

Sementara itu, Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Ambon, Lena Buyang kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (13/7) menjelaskan, kendati Pelabuhan Ambon ditetapkan sebagai pusat pelaksanaan acara puncak "Sail Banda" dan tempat bersandarnya sejumlah kapal dari angkatan laut sejumlah negara namun tidak akan mempengaruhi jalur transportasi maupun arus barang dari dan ke luar Ambon.

"Kami telah melakukan pemetaan areal pelabuhan agar tidak menggangu arus barang maupun penumpang. Kita telah atur kawasan untuk tempat bersandarnya kapal penumpang maupun kapal yang memuat kontainer-kontainer maupun kawasan untuk bersandar kapal-kapal dari angkatan laut sejumlah Negara," jelasnya.

Dijelaskan, pelayaran baik untuk kapal penumpang maupun kapal barang ke Ambon tetap dilakukan namun ada pergeseran waktu. "Jika biasanya jadwal kapal singgah pada pukul 10.00 Wit maka akan terjadi pergeseran waktu hingga pukul 15.00-16.00 Wit," ujarnya.

Sementara itu Kepala Bagian Ekonomi dan Promosi Kota Ambon, Donald Solsolay kepada wartawan di Balai Kota Ambon, kemarin menjelaskan, penetapan Pelabuhan Yos Sudarso tidak menjadi faktor penghambat bagi kelancaran dan aktivitas masyarakat.(S-26)


Berita Lainnya :