Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional VII akan berlangsung di Kota Ambon, 15 - 18 Juli. Wakil dari seluruh provinsi nantinya akan menampilkan olahraga tradisional dari daerahnya masing-masing di event yang juga merupakan rangkaian dari event internasional Sail Banda 2010. Provinsi Maluku pada event tersebut akanmenampilkan olahraga tradisional ‘Lew Lyewi' atau Meletakan.
Olahraga tradisional ‘Lew Lyewi' berasal dari Kecamatan Pulau-pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya. ‘Lew Lyewi' merupakan budaya dari masyarakat setempat yang dilakukan pada saat selesai musim panen. Permainan ini bertujuan untuk mengenang kembali aktifitas pada saat masa panen.
Permainan ini menuntut para pemain untuk menggunakan anggota tubuhnya secara maksimal. Hal ini dapat dilihat melalui ketrampilan gerak budaya ‘Lew Lyewi' yang merupakan suatu ketrampilan mengolah tubuh dengan menggunakan beban.
Para pemain akan melakukan gerakan bounding/gici-gici yang bertumpu pada salah satu tungkai, sedangkan bebannya berupa sebilah bambu yang panjangnya 50 cm, lebar 10 cm dan tebalnya 1,5 cm yang diletakkan di setiap segmen tubuh.
Bambu diletakkan secara horizontal mulai dari punggung kaki, telapak kaki, paha, bahu, telinga dan diatas kepala pemain. Permainan ‘Lew Lyewi' dimainkan diatas lapangan datar yang berukuran panjang 13 meter dan lebar 2,44 meter. Permainan ini dimainkan oleh dua regu yang sama banyak.
Tiap regu dapat beranggotakan pria atau wanita bahkan dapat dicampur pria dan wanita. Tiap regu terdiri dari tiga orang yang akan secara estafet menyelesaikan tugas mereka dengan cara membawa beban mereka masing-masing. Regu yang lebih cepat menyelesaikan tugasnya dinyatakan sebagai pemenang.
Permainan ‘Lew Lyewi' ini dipimpin oleh dua orang wasit. Permainan ini diiringi oleh kelompok musik yang memainkan serta menyanyikan lagu daerah untuk memberikan semangat kepada para pemain. Alat musik yang dimainkan diantaranya tiga, gitar,jukhukulele serta alat musik dari tempurung/batok kelapa.
Bagaimana cara permainannya? Awalnya sekelompok orang dibagi menjadi dua regu yang sama banyak. Setiap regu kemudian memilih pemimpin regunya untuk dapat mengatur teknik, taktik dan strategi agar dapat memenangkan permainan ini.
Selanjutnya setiap regu berdiri di tapal batas/tempat start. Setelah waqsit menyatakan aba-aba start, maka peserta pertama dari masing-masing regu mulai bertanding dengan memperagakan beban ‘Lew Lyewi'.
Setiap regu harus melaksanakan persyaratan permainan ‘Lew Lyewi' dan apabila ada anggota kelompok yang melaksanakan kesalahan seperti bebannya jatuh, maka anggota kelompok tersebut harus mengambilnya dan melanjutkan permainan. Regu yang lebih dulu masuk finish sesuai persyaratan permainan ‘Lew Lyewi' dinyatakan sebagai pemenang.
Permainan ‘Lew Lyewi' dimainkan sebanyak dua babak dan jika terjadi skor yang sama, maka tiap regu menentukan salah satu pemain untuk bertanding dengan satu pemain regu lawan. Permainan ini merupakan salah satu permainan yang mudah dimainkan oleh semua kalangan dan kelompok usia serta lebih cocok sebagai apersepsi bagi pelatih lompat jauh karena mengggunakan salah satu tungkai sebagai tumpuan yang kokoh.
Permaian ‘Lew Lyewi' jika ditinjau dari keilmuan olahraga telah mengakomodir beberapa pengetahuan diantaranya biomotorabiliti, motorlarning, biomekanik, fisiologi dan psikologi.
Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional VII merupakan event dua tahunan yang dilaksanakan oleh Asisten Deputi Olahraga Rekreasi, Deputi Bidang Pemberdayaan Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan tema "Melalui Festival Olahraga Tradisional Kita Tingkat Persatuan dan Kesatuan Bangsa" merupakan salah satu rangkaian event "Sail Banda 2010".
Nantinya olahraga yang difestivalkan merupakan olahraga tradisional dari masing-masing provinsi yang belum dibakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga serta belum pernah ditampilkan pada festival olahraga tradisional sebelumnya, selain juga merupakan upaya penggalian olahraga tradisional melalui pertunjukan alternatif dan menarik kepada masyarakat," ungkapnya.
Sesuai dengan tujuan festival olahraga tradisional yaitu menggali, melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional, maka penilaian akan dititikberatkan pada permainan rakyat yang lebih mengutamakan penggunaan fisik sehingga dapatdikategorikan sebagai olahraga tradisional. (izaac tulalessy)
|