Ambon - Sampai saat ini pemahaman masyarakat di Kota Ambon tentang pengelolaan sampah berbasisi masyarakat masih sangat minim.
Demikian dikemukakan Papilaja, dalam sambutannya yang diwakili Asisten I Setda Kota Ambon, Dolland Soukotta, saat membuka kegiatan Festival Kampung Pinggir Kali Batu Gajah, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai II Kantor Balai Kota Ambon, Senin (8/2).
padahal Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah berupaya untuk bagaimana memberikan pemahaman maupun sosialisasi tentang pengelolaan sampah secara terpadu bahkan juga dengan berbagai kegiatan yang gencar dilakukan.
"Setiap hari Jumat, kita selalu melakukan kegiatan jumat bersih untuk mendukung program Ambon Water Front City dengan melibatkan TNI/Polri tetapi hampir setiap hari terjadi pembuangan sampah di bantaran-bantaran sungai," ujar papilaya
Dikatakan, apabila masyarakat menyadari tentang proses-proses pengelolaan sampah berbasis masyarakat baik melalui sosialisasi dan sebagainya maka sudah pasti tidak ada aksi membuang sampah pada bantaran-bantaran sungai lagi.
Menurutnya, sampai saat ini, masyarakat juga belum menyadari tentang waktu pembuangan sampah yang tepat di tempat pembuangan sampah sementara bahkan belum juga mengetahui cara pemisahan sampah dengan baik, padahal jika masyarakat memahaminya dengan baik maka sampah bukan saja menjadi sumber penyakit tetapi juga bisa menjadi sumber keuangan.
"Pada tahun ini, akan dilaksanakan kegiatan "Sail Banda" dimana 90 persen kegiatannya dilakukan di Kota Ambon, sehingga kami sangat membutuhkan adanya partisipasi dari berbagai pihak termasuk masyarakat untuk mendukung kegiatan ini dengan tetap menjaga kebersihan dan keindahan kota ini," pintanya
Papilaja berharap, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan dan pada akhirnya ada rekomendasi yang dikeluarkan agar masyarakat yang bermukim di bantaran kali batu gajah dapat memahami dan mengetahui bagaimana caranya melakukan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sementara itu, Ketua Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kota Ambon, M A S Latuconsina, mengatakan, persoalan yang terjadi di bantaran kali Batu Gajah merupakan salah satu program dari Pemkot Ambon namun pihaknya sangat berterima kasih jika ada perhatian dan kepedulian dari Mercy Corps yang telah meringankan kerja Pemkot Ambon.
"Persoalan sampah merupakan persoalan kecil yang tidak terlalu berat tapi kemudian menjadi sangat berat jika masyarakat tidak sadar tentang sampah," ujarnya.
Ditempat yang sama, Project Manager- Water and Enviromental Sanitation (WES), Coriaty Mahdalena Sirait, dalam sambutannya mengatakan, Festival ini akan dimulai hari ini (kemarin red-) dengan work shop pengelolaan sampah berbasis masyarakat karena berbicara mengenai pengelolaan sampah harus juga melibatkan masyarakat bukan hanya pemerintah yang bekerja sendiri.
"Masyarakat juga harus berperan aktif dan pemerintah hanya memfasilitasi dan berikutnya akan dilakukan perlombaan yang melibatkan remaja dan anak-anak usia dini untuk bagaimana bisa mengelola sampah dari lingkungan kita sendiri dan acara festival ini akan ditutup pada tanggal 12 Februari, dimana kita akan melakukan kerja bakti bersama dengan masyarakat di bantaran kali Batu Gajah," jelas Sirait. (S-16)
|