Ambon - Perkembangan ekonomi Maluku Tahun 2009 yang relatif tinggi walupun dibawah pertumbuhan ekonomi nasional, serta terkendalinya laju inflasi secara bertahap, namun hal itu mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat Maluku.
Pendapatan per-kapita penduduk yang cenderung meningkat, hal itu juga diukung dengan pertumbuhan populasi penduduk yang rendah, bahkan, tingkat pengangguran dan angka kemiskinan di Maluku mengalami penurunan walupun belum sesuai dengan apa yang diharapkan.
Demikian di jelaskan ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Provinsi Maluku Yeheskel Lewerisa kepada Siwalima senin (8/2) di Ambon.
Dikatakan, indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan ketenagakerjaan yakni tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), tingkat pengangguran terbuka (TPA) dan tingkat kesempatan kerja (TKK), dimana TPAK merupakan indikator untuk melihat perbandingan jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia kerja.
Karena secara umum, jika tingginya TPAK dikarenakan tingginya penduduk yang bekerja, maka TPAK tersebut telah menunjukan kinerja partisipasi angkatan kerja yang baik, namun jika tingginya TPAK diiringi dengan rendahnya tingkat kesempatan kerja, maka hal tersebut cukup mengkhawatirkan.
"Hal ini karena penduduk yang akan mencari kerja, akan semakin meningkat dan nantinya memicu tingginya angkah pengangguran di Maluku," jelasnya.
Menurutnya, struktur tenaga kerja hingga Desember 2008 lalu ada sedikit mengalami perubahan, dimana jumlah angkatan kerja saat itu mencapai 552,729 orang, dan naik sebanyak 28.887 orang dibandingkan dengan Desember 2008 lalu, dimana TPAK Desember 2009 sebesar 60,95 persen dan pada Desember 2009 itu juga mengalami peningkatan 2,06 persen sehingga menjadi 63,01 persen.
Untuk itu kata Lewerissa,jumlah penduduk yang telah bekerja bertambah sebanyak 33.320 orang dan itu dilihat dalam kurun waktu Desember 2008 ke Desember 2009, sehingga jumlah pengangguran terbuka menunjukan arah yang menurun yakni, dari 13,73 persen menjadi 12,20 persen.
Ditambahkan, jumlah tenaga kerja yang meningkat untuk tiap atahunya di butuhkan satu pendataan yang baik dari pihak Jam sostek dan dinas tenaga kerja, sehingga semuanya memiliki mekanisme demi meningkatkan kesejatraan para pekerja itu sendiri.
" Kesejatraan Para pekerja itu harus di utamakan dengan demikian tidak terjadi hal-hal penyelewengan terhap tenagga kerja itu sendiri, sekarang ini banyak masalah terkait dengan masalah kesejahteraan para pekerja.(S-32)
|