Ambon - Pada tahun ini , prospek indeks stabilitas sistem keuangan responden, diperkirakan masih cukup baik.
Demikian dikatakan Pimpinan Deputi Bank Indonesia Cabang Ambon, Bandoe Widiarto kepada Siwalima di ruang kerjanya kemarin.
Dikatakannya, hal tersebut dapat tercermin dari Indeks Ekspektasi Stabilitas Sistem Keuangan (IESSK) beberapa bulan mendatang yang diketahui tercatat sebesar 75,87 dan tingginya IESSK tersebut juga diketahui dipengaruhi oleh beberapa unsur.
"Antaranya kita dapat melihat dari unsur pinjaman di bank dalam beberapa bulan mendatang yang telah kita diperkirakan akan meningkat, sebagaimana tercermin pada indeks bulan Januari 2009 yang tercatat sebesar 83.33, belum lagi pinjaman di lembaga non bank beberapa bulan kedepan mendatang telah kita perkirakan akan menurun dan itu dilihat sebagaimana tercermin dari indeks bulan Januari 2009 kemarin yang tercatat sebesar 64,29,"katanya.
Hal tersebut lanjutnya, diperkirakan dipengaruhi oleh adanya pembayaran cicilan ataupun pelunasan oleh nasabah, serta pengalihan sebagian pinjaman ke lembaga perbankan seiring dengan semakin intensifnya perbankan menjalankan fungsi intermediasinya.
"Belum lagi beban angsuran pinjaman terhadap pendapatan, itu dalam enam bulan mendatang, diperkirakan juga akan cenderung menurun sebagaimana tercermin dari indeks sebesar 80,00 dan hal tersebut diperkirakan dipengaruhi oleh adanya penurunan jumlah pinjaman khususnya yang bersumber dari lembaga keuangan non bank sebagaimana dijelaskan di atas,"jelasnya.
Dan berdasarkan hasil survei bulan Januari 2009, secara umum terlihat bahwa opini responden terhadap stabilitas sistem keuangan cenderung menurun dan hal ini dapat dilihat pada Indeks Kondisi Stabilitas Sistem Keuangan (ISSK) yang tercatat sebesar 75,90.
"Keyakinan konsumen terhadap hal tersebut dipengaruhi oleh unsur-unsur seperti posisi pinjaman di bank saat ini relatif bertambah dibanding enam bulan lalu sebagaimana tercermin dari indeks sebesar 63,64 dan penambahan pinjaman ini kemungkinan terjadi karena adanya peningkatan kebutuhan baik untuk modal usaha maupun konsumsi serta posisi pinjaman di lembaga non bank pada bulan Januari 2009 relatif menurun, sebagaimana tercermin dari nilai indeks sebesar 76,57,"jelasnya.
Dikatakannya, penurunan tersebut diperkirakan karena adanya pembayaran angsuran ataupun pelunasan dan tidak ada tambahan kredit ataupun pinjaman yang baru dan beban angsuran pinjaman terhadap pendapatan saat ini, justru relatif lebih ringan sebagaimana tercermin dari nilai indeks beban angsuran bulan agustus sebesar 87,50.
"Beban angsuran dirasakan lebih ringan disebabkan oleh adanya pembayaran ataupun pelunasan sebagian pinjaman, khususnya yang berada di lembaga keuangan non bank,"terangnya. (S-32)
|