Visi
  • Fenomena Mudik

    Perayaan Idul Fitri identik dengan pulang ke kampung halaman atau mudik. Mereka yang mudik akan memaknainya secara budaya dan agama. Kebetulan mudik senapas dengan Lebaran yang melimpah silaturahmi, mengalir mata air maaf dan ampunan dan eksodus kembali ke fitrah.


    baca selengkapnya..
  • Parlemen yang Kedodoran

    Pada akhir jabatannya, kinerja DPR kian kedodoran. Tanpa mempertimbangkan kuorum, DPR nekat mengesahkan sejumlah undang-undang.


    baca selengkapnya..
  • KPK adalah Mandat Rakyat

    Mentalitas korupsi masih menggurita dan merasuk. Mentalitas itu membunuh hampir segala keinginan dan kepatutan soal penegakan hukum, keadilan, dan kebenaran. Itulah mentalitas yang menyengsarakan rakyat dan bangsa.


    baca selengkapnya..
  • Kabinet: Politik, Profesionalisme dan Humanisme

    Ketika suatu partai menjadi mayoritas tunggal, dan presiden dipilih dari perolehan suara mayoritas, soal pembentukan kabinet relatif gampang, karena para menteri dari satu partai. Tapi ketika suatu pemerintahan dibentuk berdasar koalisi, masalah pembentukan kabinet tak bisa mengelak dari tarik ulur antara politik dan profesionalisme.


    baca selengkapnya..
  • Saatnya Koruptor Dapat "Berkah"

    Saat ini seakan menjadi puncak ''penebangan'' Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara terang-terangan terjadi. Penebangan pun dilakukan tanpa ''tebang pilih''. Semua pimpinan KPK akan di-Antasari Azhar-kan.


    baca selengkapnya..
  • Haornas Jangan Hanya Seremonial

    Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2009 yang dilaksanakan di seluruh pelosok Tanah Air, Rabu (9/9) lalu adalah Haornas yang ke-26. Usianya sudah seperempat abad. Saat yang tepat untuk merefleksi, sejauh mana keberhasilan telah dicapai selama seperempat abad perjalannya.


    baca selengkapnya..
  • Menghamburkan Uang Rakyat

    Pelantikan 692 anggota DPR dan DPD pada 1 Oktober 2009 memakan biaya Rp 11 miliar dan anggarannya diambil dari uang rakyat!


    baca selengkapnya..
  • Mimpi Listrik Murah

    PLN rupanya tidak kuat menahan defisit perawatan dan operasional yang terus mendera sejak 2004. Tidak lama lagi (2010), salah satu PSO (public service obligation) energi ini akan menaikkan tarif listriknya untuk industri hingga 20 persen. Sebagai warga negara yang sangat bergantung pada energi listrik, keputusan ini jelas mengecewakan. Baru tersadar bahwa kemampuan APBN kita dalam membiayai BUMN PSO ternyata kembang kempis, anggaran yang pro-poor ternyata jauh dari harapan.


    baca selengkapnya..

Ambon