Daerah ›› Yayasan Kiranis Gandeng PTD Gelar Diskusi

Yayasan Kiranis Gandeng PTD Gelar Diskusi


Ambon - Bekerja sama dengan Peace Through Development (PTD), Yayasan Kiranis menggelar diskusi bersama dengan pakar dari perguruan tinggi, instansi teknis dan tim asistensi Pokja untuk memboboti serta penyempurnaan model modul dan Pelembagaan Sistem Peringatan Dini (SPD) berbasis komunitas, yang dilaksanakan di Hotel Amans, Selasa (28/9).

Kepada wartawan, di sela-sela kegiatan tersebut, Direktur Yayasan Kiranis, John Lefmanut menjelaskan, tujuan utama dari program PTD adalah penguatan kapasitas tata pemerintahan dalam mendukung pencegahan konflik melalui perbaikan sistem perencanaan dan mendorong integrasi sosial dan pembangunan perdamaian berkelanjutan.

"PTD Provinsi Maluku pada tahun 2007-2009 telah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang selalu melahirkan forum-forum pekerja damai di tengah-tengah masyarakat (agent of peace) baik itu di Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat maupun di Pulau Ambon", jelasnya.

Sebelumnya juga kata dia kegiatan yang sama telah dilakukan oleh lembaga-lembaga lokal maupun internasional dan telah membentuk forum-forum serupa dikalangan LSM dan masyarakat sipil dengan tujuan untuk pembangunan perdamaian yang berkelanjutan di Maluku.

Forum LSM, masyarakat sipil tersebut diatas perlu berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong relasi yang kuat membentuk mata rantai pencegahan konflik kekerasan, dengan cara melakukan deteksi dini terhadap eskalasi konflik, kemudian melakukan analisis terhadap faktor-faktor penyebab konflik melalui pengorganisasian serta pelembagaan Sistem Peringatan Dini. Untuk itu dibutuhkan suatu System Operational and Procedure (SOP) Sistem Peringatan Dini yang diakui dan melibatkan semua pihak.

"Untuk mewujudkan harapan tersebut, maka dalam Tahun 2010 PTD Provinsi Maluku (medio Juni - Sept 2010) melalui Kerjasama dengan Yayasan Kiranis telah melaksanakan beberapa kegiatan antara lain, multi stakeholder workshop untuk mengetahui peran dalam peringatan dini yang telah dilaksanakan hingga saat ini dengan melibatkan SKPD Provinsi, SKPD Kota Ambon, Perguruan Tinggi, CSO, LSM Lokal dan Internasional, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan stakeholder lainnya. dengan membentuk Tim Asistensi POKJA yang terdiri dari Unsur Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan LSM, Asessment model yang fleksible", ungkapnya.

Menurutnya, tujuan dari pelaksanaan kegiatan diskusi ini agar terbangunnya komitmen bersama antara pemerintah, Perguruan Tinggi CSO, LSM dan stakeholder lainnya tentang pembangunan perdamaian yang berkelanjutan melalui sistem peringatan dini dan tanggap dini konflik di Kota Ambon serta tersedianya kelembagaan sistem peringatan dini berbasis komunitas yang terdiri dari aparatur pemerintah, LSM, CSO, perguruan tinggi dan stakeholder terkait lainnya.

"Output dari kegiatan ini yakni terlaksananya diskusi pakar yang melibatkan SKPD pada instansi teknis, Perguruan Tinggi, LSM, CSO, Tim Asistensi POKJA dan stakeholder lainnya dalam rangka memboboti Model Manual SPD, menyempurnakan dan memfinalisasi model modul dan Pelembagaan SPD Berbasis Komunitas serta pencetakan dan sosialisasi modul model manual SPD Berbasis Komunitas", pungkasnya. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon