Daerah ›› Wujudkan Tiga Misi Besar bagi Kesejahteraan Rakyat Sosok Pekan Ini

Wujudkan Tiga Misi Besar bagi Kesejahteraan Rakyat


Tiga misi besar akan menjadi perhatian serius Murad Ismail dan Barnabas Orno setelah dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Tiga misi besar itu yaitu, pemindahan ibu kota, pengembangan akses pereko-nomian dan pembangunan kelautan. Lalu bagaimana meng-implementasikan tiga misi besar tersebut ?. Berikut nukilan wawan-cara wartawan Siwalima, Lootje Pattipawae dengan calon Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, yang juga Bupati Maluku Barat Daya, di kediamannya, Kudamati Ambon, Rabu (11/7).Luar biasa tiga misi besar itu. Bisakah anda menjelaskannya ?

Ada tiga misi besar kami ketika Pak Murad dan saya dipercayakan untuk pimpin Maluku ini nantinya, dan pengalaman saya juga di Kabupaten MBD dimana saya masih bupati aktif di MBD yaitu, pertama pemindahan ibu kota Provinsi Maluku dari Kota Ambon ke Seram, Makariki. Ini mimpi besar kami yang pertama. Kedua, perekonomian dan ketiga membangun dari laut. 

Pemindahan ibu kota provinsi tidak mudah. Anda optimis bisa me­wujudkan itu?

Pemindahan ibu kota ini tidak semata-mata karena ambisi  Pak Murad. Tetapi kalau kita ingin bangun Maluku, kita pindah ke sana. Karena Pulau Ambon sudah terbeban. Saya punya pengalaman itu ketika ibukota MBD dari Kisar pindah ke Tiakur. 

Saya waktu berproses jadi calon wakil gubernur, saya sudah ketemu dengan raja-raja termasuk raja Soya, dan ternyata raja Soya welcome soal ini. Sehingga kita akan duduk bicara baik-baik. Pulau Seram itu besar kita bisa menjadikan Makariki dan sekitarnya sampai Seram Barat Piru itu sebagai kota pemerintahan. Sedangkan Taniwel sampai ke SBT bisa kita jadikan kota industri.

Lalu bagaimana pembangunan sarana prasarana ?

Kalau kita mau maju dan ingin membangun Maluku, maka kita tidak boleh berpikir subjektif. Upaya yang akan dilakukan yaitu, menyiapkan seluruh dokumen perencanaan baik itu tata ruang wilayah, detail tata ruang, master plain, dan desainnya akan disiapkan secara baik. Dan ternyata ini sudah ada saat kepemimpin Pak Karel dan Pak Bif waktu jadi gubernur dan wakil gubernur Maluku.

Seluruh perencanaan ini akan dibicarakan dalam rencana strategi  dan rencana kegiatan dengan seluruh OPD di provinsi, karena saya pernah duduk dan bicara dengan Pak Karel ternyata ini sudah ada, kita akan lihat lagi apa yang mesti ditambahkan. Tetapi tidak ada perombakan, dan itu juga harus ada regulasinya sebagai payung hukum, seperti perda.

Apakah anda yakin dengan salah satu misi besar itu?

Saya punya pengalaman memindahkan ibukota MBD dari Kisar ke Tiakur. Dan itu terwujud. Saya pindahkan ibu kota tanggal 26 April 2012.  Ada 2 desa yang berdampingan yaitu, Desa Kaiwatu jaraknya 7 km dan  Desa Wsakarlely jaraknya sekitar 4 km. Saya cari dulu 10 rumah yang layak untuk kontrak buat bupati dan wakil bupati dan jajarannya, tetapi saat itu tidak dapat. Akhirnya saya memilih berkantor di Desa 7 kilo Kaiwatu. Dan selama 4 bulan lebih saya berkantor dibawah pohon jambu, serpri saya siapkan mesin genset, karena tidak ada listrik, lalu administrasi pemerintahan saya jalankan disitu. Seluruh pejabat saya dan ASN saya suruh bangun barak sebelum pindah. Tinggal di barak-barak dalam hutan berbulan-bulan. Saya sangat yakin ini bisa kita lakukan, asalkan kita komitmen dan niat bersama, serta saling mendukung.

Kenapa Pak Murad dan saya janjikan ini, dan kenapa saya juga yakin, karena ada jaminan dari sisi legitimasi, dimana kami butuh anggota DPRD untuk bahas ini. Kepentingan politik kita berbeda, tetapi jangan kita korbankan rakyat Maluku karena perbedaan itu. Kita akan bicarakan bersama-sama. Sehingga dengan pak murad nantinya saya akan terapkan ini, kalau ada yang mengatakan mustahil pasti pindah. dan tantangannya adalah, kita akan duduk satu meja dengan seluruh stakeholder di Maluku terutama di Kota Ambon ini untuk kita bicara baik-baik.

Lalu bagaimana misi besar kedua soal perekonomian ?

Untuk membuka akses-akses perekonomian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kami akan memperjuangkan daerah otonom baru, dan untuk memperjuangkan ibukota kabupaten baru ini tidak bisa provinsi sendiri, karena nantinya informasi tidak sampai ke rakyat, dan rakyat akan  salah menilai pemprov, sehingga kita akan bentuk badan perjuangan di kabupaten/kota, supaya ada sinergitas, agar dalam proses perjuangan itu ada hambatan-hambatan mereka bisa sampaikan ke masyarakat ke kabupaten/kota.

Misi besar berikutnya selanjutnya?

Pak Murad selalu mengatakan, kita akan membangun dari laut. Laut kita kaya, memang membangun ekonomi masyarakat selain pertaniannya, tetapi laut kita juga kaya akan ikan, dari stok laut ikan nasional 100 persen, lebih kurang 40 persen itu diambil dari Maluku. Di Maluku ada tiga wilayah penangkapan ikan, yaitu,  Banda dan sekitarnya. Untuk laut Banda saja nilai produksinya lebih kurang 500 ribu ton per tahun. Kemudian Laut Seram, Lease dan Ambon. Itu lebih kurang 700 ribu ton per tahun, dan laut Arafura, ini mulai Kepulauan MBD, MTB, Aru dan Kei. Nilai produksinya kira-kira 1,9 juta ton per tahun.

Jadi total nilai produksi ikan di Maluku, 3 juta ton per tahun. Tetapi kalau ditanya ikan-ikan dia tangkap. Kita pasti tidak lihat, karena kapal-kapal ikan itu ambil langsung di laut, kemudian transfer lewat kapal ekspor lalu dibawah keluar. Jadi kebijakan Ibu Susi untuk membuat regulasi bagi kapal-kapal dibawah 10 GT itu betul, sehingga kapal-kapal ikan itu lebih ke darat, supaya masyarakat  kecil bisa mampu menangkap.

Anda yakin bisa berhasil ?

Wilayah Maluku akan disurvei, dan kita akan bangun PPI dan coldstroge di semua wilayah, Seram, Ambon, Lease, Buru, Bursel, Aru dan lain-lain. Pasti pertanyaan bangun PPI dan coldstroge banyak itu duit dari mana ? APBD saja hanya berapa. Nah, kalau pemerintah daerah kerja sendiri tidak mungkin, kita akan kerjasama mengundang pihak ketiga  untukmembangun ini seperti, MBD, APBD kita kecil tetapi Jepang yang bangun. Saya yakin ini bisa berhasil.

Bagaimana soal perizinan yang kerap menjadi kendala investasi?

Memang betul, ada perizinan-perizinan dari pempus, tetapi kalau dikoordinasikan dengan baik semua bisa ditangani. Jadi kalau kami dilantik, kami akan membentuk tim eksistensi bidang perekonomian untuk merekomendasikan agar kita bangun PPI. PPI di pusat-pusat pendaratan ikan dan coldstroge dibangun di sejumlah wilayah, seperti di MBD  dan di MBD, itu banyak bantuan perikanan yang saya berikan. Speed nelayan dan masyarakat punya perahu-perahu kecil itu ribuan, tetapi tidak berguna, karena pasarnya tidak ada. Akhirnya dua tahun lalu, saya kerjasama dengan Dirjen Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan  dan Jepang. Kami tandatangan MoU 300 milyar. Jadi Jepang akan membangun di Tiakur itu, pusat pendaratan ikan dan coldstroge 300 milyar. Tahun ini akan dimulai Rp 80 milyar. Kita juga akan lakukan untuk Maluku.

Untuk mengatasi kemiskinan di Maluku, langkah apa yang akan dilakukan?

Saya sudah katakan tadi bahwa kita akan membangun dari laut, dan itu sering dikatakan Pak Murad, laut memiliki potensi yang luar biasa, dan karena itu saya dan Pak Murad sudah sepakat seluruh investasi di Maluku minimal memperkerjakan 70 persen anak daerah Maluku. Karena 100 persen itu nonsen, karena ini juga bicara soal tenaga ahli.

Kami mendorong Unpatti untuk buka Fakultas Geologi, sehingga disana ada jurusan pertambangan dan perminyakan. Kita khawatir anak-anak Maluku akan menjadi tamu di negeri sendiri. Jadi kita harus siapkan ini. Seperti nantinya blok masela kita akan buat perda, dan kita akan kerjasama dengan pemkab/kota  dan kemudian ditindaklanjuti oleh kabupaten/kota. Sehingga blok masela kita dikelola, ikan, sayur, daging semuanya prioritas dari Maluku dulu, dan nanti kalau lebihnya baru bisa dari luar. Logistiknya harus dari Maluku.

Lalu Bagaimana dengan masalah pendidikan di Maluku ?

Supaya anak-anak Maluku ini tidak menjadi tamu di negeri sendiri,  pada saat investasi ini dikelola, kita harus mengawal  bersama pemkab/kota, lembaga-lembaga perguruan tinggi baik swasta maupun negeri yang ada di Maluku, kita kawal anak-anak ini mulai dari SD sampai S1 supaya tidak ada yang putus sekolah atau  tidak boleh putusan kuliah. Misalnya saja kita kerjasama dengan lembaga Unpatti, kita akan data kabupaten/kota jumlah mahasiswa yang orang tuanya tidak mampu, berarti kita akan undang bupatinya, pemdanya, 50 orang ini pemda bisa beasiswa mereka berapa, kita bisa berapa. Kita bicarakan apa yang bisa ditanggulangi pemprov dan apa yang bisa ditangani kabupaten.

Untuk masalah kesehatan seperti apa nantinya?

Kita akan lakukan pengobatan gratis kepada masyarakat yang betul-betul tidak mampu. Saya dan Pak Muradi bersepakat untuk membangun RS pemda yang juga bersertifikasi standar internasional, karena RS Siloam ketika beroperasi tentunya itu hanya kelas menengah keatas.  Kalau MBD seluruh masyarakat sudah BPJS, jadi ada 500  kabupaten/kota di Indonesia. Dan 60 kabupaen/Kota yang dapat penghargaan dari presiden, salah satunya MBD dapat penghargaan. Karena seluruh masyarakat MBD berobat gratis karena sudah di BPJS kan.

Soal Kartu Sehat yang pak Murad bilang di mana-,mana, orang mungkin bilang nonsen karena mereka belum biking. Tetapi saya di MBD saya sudah biking BPJS, karena Jamkesmas, APBD, Jamkseda itu provinsi  dan inikan tidak mengamodir seluruh rakyat. Dan tertibkan peraturan bupati, sehingga masyarakat dilakukan pengobatan gratis dan mendapatkan kartu.

Apa ini bagian dari stretagis untuk pengetasan kemiskinan?

Kita akan berupaya maksimal untuk mengatasi masalah kemiskinan. Membangun Infrastruktur ekonomi jalan dan jembatan. Ini akan dibangun duluan. Dermaga, pasar , telkomsel, jembatan, bandara,  kita harus bangun. Listrik dan perhubungan dengan ekonomi masyarakat. Kami juga berobsesisemua pemerintah kabupaten/kota di Maluku harus harus ada tenaga dokter,

Bagaimana perasaan anda saat ditetapkan unggul oleh KPU Maluku?

Saya secara pribadi bersama keluarga, isteri, anak, anak, keluarga, memberikan apresiasi kepada masyarakat Maluku yang telah memberikan kepercayaan melalui hasil pemilihan, dan sudah penetapan rekapitulasi oleh KPU Maluku

Khusus terhadap saya, justru kemenangan ini menjadi tantangan buat saya dan pak Murad, apakah kami bisa melakukan apa-apa yang pernah kami janjikan kepada rakyat. Hanya ini bisa terwujud, kalau semua pihak, masyarakat, politisi, stakeholder dan semuanya, kami mohon dukungannya  untuk mari sama-sama kita bangun Maluku ini kedepan.

Apa lagi yang ingin sampaikan?

Saya minta terima kasih kepada pihak KPU, dan seluruh jajarannya,  bawaslu dan seluruh jajarannya yang telah bekerja keras menyelenggarakan pilkada ini. Saya anggap sangat luar biasa. apresiasi karena pilkada berjalan aman dan lancar. Juga kepada aparat keamanan Kepolisian dan TNI, yang ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan, kedamaian bagi warga Maluku

Terhadap semua media, baik elektronik, cetak dan online, dan terima kasih kepada semua pimpinan redaksi. Kemenangan ini bukan semata-mata kemenangan kami Pak Murad, dan saya, tim sukses, parpol pendukung tetapi ini kemenangan seluruh masyarakat Maluku.

Pilkada sudah selesai, sehingga tidak boleh ada perbedaan, hentikan perbedaan. Saya sudah berpilkada ini kali keempat, mulai dari wakil bupati, bupati dua periode dan sekarang wakil gubernur.  Kami sudah punya obsesi, dan bersepakat menaikan syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa  dan terima kasih kepada rakyat. Dan rakyat sudah memberikan kepercayaan.

Bagaimana dengan lawan politik?

Kami melihat Maluku dalam satu kesatuan cara pandang dalam bingkai pela gandong dan bingkai sagu salempeng patah dua. Saya himbau seluruh masyarakat Maluku seluruh tim-tim sukses mari kita bergendengan tangan, bahkan pak Assagaff, Pak Andre, Pak Herman dan Pak Vanath mari kita membangun Maluku, membangun Maluku dalam peran kita masing-masing. Saya dengan pak Murad juga tetap terbuka untuk membuka pintu hati menerima saran dan masukan, karena kami sadar bahwa kami bukan Tuhan dan bukan malaikat yang sempurna. Kita hentikan perbedaan, mari kita sama-sama membangun Maluku. Kita boleh berbeda dalam politik. Tetapi pilkada sudah selesai, mari sama-sama kita bangun Maluku ini kedepan. Kita bangun sinergitas bersama. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon