Politik ›› Wawali Minta Masyarakat Jangan Golput

Wawali Minta Masyarakat Jangan Golput


Ambon - Pemerintah Kota Ambon beker­jasama dengan KPU Kota Ambon, melakukan sosialisasi terkait dengan kesiapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku, pada  27 Juni mendatang.

Sosialisasi diseleranggarakan di Maluku City Mall (MCM), Jumat (22/6) yang melibatkan pimpinan SKPD, masyarakat, camat dan RT/RW.

Dalam pemaparan materi yang disampaikan, Wakil Walikota Ambon Syarief Hadler mengatakan, pemilu adalah agenda nasional. Oleh karena itu, sebagai pemilih harus bisa me­manfaatkan hak milih mereka.

“Saya minta masyarakat Kota Ambon bisa memanfaatkan hak pilih mereka, jadi jangan golput. Mari bersama-sama ke TPS sampaikan hak kita,” kata Hadler.

Dijelaskan, jumlah penduduk Kota Ambon saat ini berjumlah 376.152, jumlah pemilih tetap 207.053, dan jumlah TPS 680.

Ia merincikan, untuk jumlah DPT perempuan 107.614 orang dan laki-laki 99.439 orang yang tersebar di 11 kabupaten/kota.

“Jumlah ini sudah berdasarkan hasil pendataan dari KPU Kota Ambon, jadi saya harap mereka yang namanya berada di DPT dapat memanfaatkan hak pilih mereka. Dan saya minta Pil­kada ini dapat berjalan dengan sukses seperti pilkada tahun 2017 lalu,” ujarnya.

Guna mensukseskan pilkada Ma­luku, lanjutnya Pemkot akan melaku­kan monitoring untuk semua penye­lenggara pilgub. Koordinasi antar lem­baga pemerintahan untuk mengan­tisipasi berbagai perkembangan dalam semua tahapan pilgub, serta berkon­solidasi ketertiban dan keamanan diberbagai instansi.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Ambon Marthinus Kaimana menyam­paikan untuk mensukseskan Pilkada Gubernur danWakil Gubernur Maluku, masyarakat harus memahami betul tata cara pencoblosan.

Tak hanya itu, petugas penyele­nggara pemilu pun harus mengetahui tugas dan tanggungjawab mereka, agar ketika ada keselahan dapat ditangani.

“Kita ingin pilkada tahun ini dapat berjalan dengan sukses, jadi untuk masyarakat harus dapat pahami tata cara pencoblosan ketika sampai di TPS,”ujar Kaimana.

Kepada petugas, katanya ketika di TPS petugas harus memastikan pemilih membawa C6-KWK. Apabila tidak membawa, petugas yang berada di pintu masuk meminta pemilih guna memeriksa nomor urut pemilih.

Kaimana juga menambahkan, jika ada kesalahan petugas juga dapat memberikan sanksi bagi pemilih yang menggunakan baju dari pasangan paslon. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon