Politik ›› Warga Nusa Ina Masih Dijajah

Warga Nusa Ina Masih Dijajah


CALON Wakil Bupati Maluku Tengah (Malteng) Melkias Mozes Lohy mengungkapkan, saat ini warga Nusa Ina masih hidup dalam kondisi penjajahan.

Betapa tidak, hingga saat ini, warga Nusa Ina terutama di Kecamatan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah belum menikmati berbagai infrastruktur seperti jalan aspal.

Lohy dalam orasi politiknya pada acara deklarasi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malteng, Hamzah Sangadji-Melkias Mozes Lohy (HASIL) di Negeri Laimu, Keca­matan Teluti, Senin (30/1), menan­daskan, kondisi jalan di Kecamatan Teluti yang belum diaspal hingga saat ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan, sehingga kehadiran pasangan HASIL akan melakukan perubahan di Malteng.

Ditandaskan, saatnya putra Seram harus menjadi pioner utama untuk membangun Seram dan Malteng secara totalitas.

“Saat ini Seram dalam kondisi sakit, Nusa Ina harus bangkit dari keterpurukan. Nusa Ina ini masih dijajah walapun kita sudah ada dalam era kemerdekaan. Kini saat­nya kita harus membangkit untuk me­wujudkan perubahan,” tandas­nya.

Lohy mengaku, selaku putra asli Nusa Ina, dirinya tidak tega melihat kondisi wilayah Nusa Ina dan Malteng berada dalam keterpuru­kan, sehingga misi pasangan HASIL adalah ingin melakukan perubahan dan perbaikan hidup masyarakat Malteng.

“Kita semua mempunyai tang­gung jawab moral dan harus ber­gandengan tangan untuk mem­bangun bumi Pamahanunusa ini, jangan tipa tahuri babunyi di Mur­kele, lalu kita semua menangis. Itu jangan lagi terjadi, kita harus bangkit melawan penjajahan ini, untuk mengusung sebuah perubahan menuji hidup dan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD  Maluku dan juga Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku, M Fatani Sohilauw menegaskan, selama ini putra Seram selalu dikesampingkan dan kini saatnya putra Nusa Ina harus bangkit untuk membangun negeri Pamahanunusa ini.

Pasangan HASIL, katanya, meru­pakan pasangan ideal yang mem­punyai misi jelas untuk mewujudkan perubahan di bumi raja-raja tersebut.

“Selaku putra Seram saya sedih dengan kondisi yang ada di Kecamatan Teluti ini. Kini saatnya kita bangkit untuk bangun negeri,” tandas Sohilauw. (S-26)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon