Kriminal ›› Warga Kudamati Ditemukan Membusuk

Warga Kudamati Ditemukan Membusuk


Ambon - Feredek Nussy ditemukan tewas di rumahnya di RT 001/RW 05 Kudamati, Kecamatan Nusa­niwe, Kota Ambon pada Rabu (13/3).

Melihat kondisi mayat yang sudah mulai bengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap, lelaki 54 tahun yang berprofesi sebagai buruh kasar ini diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 3 hari.

Menurut keterangan ketua RT setempat, Costanvina Gaspersz,  kepada Siwalima menjelaskan, dirinya mendapat telepon dari pihak keluarga korban yang memberitahukan mencium bau busuk yang menyengat, dan meminta perangkat RT untuk menelusuri asal bau busuk tersebut.

“Mendapat telepon dari keluarga korban, saya mengarahkan perangkat RT untuk mencari asal bau, setelah dicari ternyata asal bau dari rumah korban, selanjutnya warga masuk untuk memeriksa dan menemukan korban meninggal dengan kondisi badan yang sudah membengkak di kamarnya,” jelas Gaspersz.

Gaspersz kemudian melaporkan temuan tersebut di Polres Pulau Ambon sekitar pukul 15.30 WIT. Selang beberapa menit , sejumlah anggota polisi yang dipimpin  Kasat Binmas Polres Ambon, AKP Wilhelmus Minanlarat menuju lokasi kejadian.

Keluarga korban, Ellen Soukotta mengatakan, keluarga sama sekali tidak menyangka bau busuk yang tercium berasal dari rumah korban. Menurut keluarga, korban diketahui mengidap penyakit asam urat.

“Kita tidak menyangka kalau yang meninggal itu om Feredek, kita baru tahu setelah warga menemukan asal bau yang berasal dari rumah dan setelah dicek ternyata benar beliau sudah meninggal,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kasat Binmas Polres Ambon, AKP Wilhemus Minanlarat mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, serta melihat kondisi jenazah, diperkirakan korban telah meninggal beberapa hari yang lalu.

“Kalau kita lihat dari kondisi jenazah ditambah keterangan keluarga korban soal bau busuk di sekitar, kemungkinan korban sudah meninggal sejak 3-4 hari yang lalu,” jelas Minanlarat.

Menurutnya, kepolisian sudah berkoordinasi dengan keluarga, dan keluarga menolak untuk dilakukan outopsi, dan mengikhlaskan kematian korban yang diduga akibat penyakit yang diderita.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak keluarga, mereka menolak untuk proses outopsi dan ikhlaskan kematian korban, keluarga juga bersedia untuk menandatangi pernyataan penolakan outopsi,” ujarnya.

(S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon