Daerah ›› Warga Kota Tagih Janji Kadisdukcapil Terkait Operasi Justisia

Warga Kota Tagih Janji Kadisdukcapil


Ambon - Arus urbanisasi di Kota Ambon diprediksikan akan terjadi, untuk itu pihak-pihak terkait diminta untuk mengambil langkah antisipasi untuk menanganinya, jika tidak, maka dipastikan jumlah penduduk kota ini dari yang ada saat ini kurang lebih 418.240 jiwa akan bertambah di tahun ini.

Janji Kadisdukcapil untuk melakukan operasi justisia sangat didukung oleh masyarakat, namun jangan sampai hanya sekedar ungkapan di media massa saja dan tidak pernah menepati janjinya untuk melakukan operasi.

“Apa yang dikemukakan Kadisdukcapil di media massa, kami sebagai masyarakat sangat mendukungnya, sebab ini merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi penambahan jumlah penduduk di kota ini yang sudah semakin padat, namun kita takutkan itu hanya janji-janji kosong yang dilontarkan saja,” ungkap Simon warga Benteng kepada Siwalima di Ambon, Sabtu (16/7)  

Ditempat terpisah Aryani warga Waihaong mengaku, operasi Justisia yang dijanjikan oleh Kadisdukcapil harus dilakukan, sebab ditakutkan terjadi penambahan jumlah penduduk, sementara angka pencari kerja di Kota Ambon semain meningkat tidak sebanding dengan lapangan pekerja yang tersedia, sehingga ditakutkan ada penduduk baru yang masuk dan ujung-ujungnya hanya jadi pengangguran.

Ia mencontohkan, kebanyakan yang menjadi gelandangan dan pengemis serta anak jalanan adalah mereka yang bukan orang Maluku, hal itu diketahui dari beberapa kali hasil razia gepeng yang di publikasikan lewat media massa.

“Kita tidak tahu mereka ini tinggal dimana keluarganya siapa mereka datang ke Ambon dengan siapa, hal inilah yang perlu diwaspadai oleh pihak Disdukcapil. Saya pikir Disdukcapil harus segara lakukan operasi jika tidak, maka Kota Ambon akan penuh sesak dengan para pendatang dan para gepeng,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, penambahan jumlah penduduk di tahun 2016 diperdiksi akan meningkat pada arus balik nantinya baik itu dari kabupaten sekitar di Maluku maupun dari luar Maluku. Untuk mengantisipasi hal itu, maka Pemkot Ambon akan melakukan operasi yustisia terkaiat wajib KTP di Kota Ambon,” ungkap Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon Dien Tuharea kepada Siwalima di Ambon Sabtu (9/7).

Menurutnya para pendatang baru menggunakan kesempatan untuk datang ke Ambon dengan memboncenggi warga yang kembali dari kampung halamannya usai libur panjang.

“Jadi kita harus pertegas dengan melakukan operasi di sejumlah titik baik itu tempat keramaian, kos-kosan maupun Tanjung Batu Merah bahkan tempat hiburan malam,” ujarnya.(S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon