Kriminal ›› Warga Kei Kecil Terancam Tujuh Tahun Penjara Aniaya Tetangga Hingga Tewas

Warga Kei Kecil Terancam Tujuh Tahun Penjara


Ambon - Antonius Lefitar alias Aziz (34) warga Ohoi Rewaf Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) teran­cam tujuh tahun penjara sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 3 KUHP.

Di dalam pasal tersebut disebutkan Jika perbuatan itu menjadikan mati orangnya, dia dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun. Lefitar tersangka penganiayaan terhadap Morcius Rahayaan warga setempat hingga menyebabkannya tewas Minggu (23/4) lalu.

Kini berkas tersangka dalam pemberkasan untuk diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). .”Untuk tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 3, penga­niayaan menyebabkan matinya seseorang. Sementara berkas sudah dirampungkan dan akan segera diserahkan keoada jaksa untuk diteliti,” jelas Kasat Reskrim Polres Malra, AKP Iscak Risam­bessy kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (17/5).

Menurutnya, kasus ini masih ditangani oleh tim penyidik dan akan segera dituntaskan secepatnya. Untuk diketahui, gara-gara adu mulut, Morcius Rahayaan, warga Ohoi Rewaf Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) tewas ditikam Antonius Lefitar alias Aziz (34) juga warga setempat Minggu (23/4).

Dalam peristiwa itu, satu korban lainnya  Patrisius Rahayaan (23) mengalami luka pada bagian tangan kanan akibat ulah pelaku. Peristiwa ini terjadi, Minggu (23/4), sekitar pukul 21.00 WIT, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jalan umum Ohoi Rewaf Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Malra.

Informasi yang dihimpun dari Kasat Reskrim Polres Malra, AKP Iscak Risambessy, tewasnya pria 26 tahun ini berawal ketika pukul 16.30 Wit terjadi pertengkaran mulut antara  korban luka Patrisius Rahayaan dan istri pelaku.

Kemudian pada pukul 20.00 WIT, Patrisius  sementara main kartu joker, tiba-tiba didatangi pelaku dan langsung mengajak berkelahi. Saat itu terjadi perkelahian dan pelaku sempat menikam korban kena tangan kanan sehingga mengalami luka robek. Dalam kondisi tersebut, Morcius Rahayaan datang untuk melerai, tapi langsung ditikam pelaku.

“Menurut keterangan korban luka yang juga pelapor dalam kasus ini, pelaku datang mengajak berkelahi dan saat itu terjadi perkelahian dan pelaku langsung menikamnya mengena tangan kanan dan mengalami luka robek. Saat itu korban Morcius datang untuk melerai, tetapi langsung ditikam pelaku,” jelas Risambessy kepada Siwalima melalui telepon selulernya Minggu (23/4).

Dijelaskan, korban ditikam dengan sebilah pisau pada bagian perut, sehingga mengalami luka robek pada perut bawah kiri. Belum puas, pelaku kembali menikam korban pada bagian pinggang belakang. Akibatnya korban terjatuh bersimba darah dengan luka parah yang dialaminya.

Saat itu korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Langgur, akan tetapi nyawanya tidak tertolong dan akhirnya meninggat dunia. “Pelaku langsung kita tangkap dan kini sudah ditahan di Rutan Polres Malra. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi,” kata Risambessy. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon