Pendidikan ›› Walikota Optimis Tahun Depan Seluruh Sekolah Gelar UNBK

Walikota Optimis Tahun Depan Seluruh Sekolah Gelar UNBK


Ambon - Caretaker Walikota Ambon, FJ Papilaya menargetkan di  tahun depan, seluruh SMP di Kota Ambon bisa me­laksanakan Ujian Na­sional Berbasis Kom­puter (UNBK).

Hal ini disampaikan oleh Walikota disela-sela memantau ja­lan­nya UNBK hari per­tama di SMPN 6 Ambon, Selasa (2/5).

Saat ini di Kota Ambon terdapat 45 SMP/MTs,  namun hanya 7 diantaranya yang melaksanakan UNBK, sementara sisanya masih UN Berbasis Kertas Pensil.

Walikota mengaku kom­puter merupakan kebutuhan dasar pendidikan yang turut mendapat perhatian peme­rintah. Ia sangat yakin, Pemkot Ambon tetap fokus untuk me­ningkatkan kualitas pendidi­kan termasuk peme­nuhan akan kebutuhan pen­didikan itu sendiri. “Kita berharap se­mua sekolah bisa menggu­na­kan komputer. Mudah-mu­dahan tahun depan, tidak ha­nya tujuh sekolah, tetapi ada pening­katan lagi. Saya kira ini fokus pemerintah untuk bi­dang pendidikan sangat kuat, dan ini merupakan ke­butuhan dasar yang menjadi prioritas pemerintah,” ungkapnya.

Walikota memantau pelak­sanaan UNBK didampingi Kepala SMPN 6 Ambon JSR Mahulette dan Kadis Pen­didikan Benny Kainama.

Sekolah tersebut sudah dua tahun melakukan UN­BK, dan untuk tahun ini ada 412 siswa yang ikut ujian yang dibagi dalam 3 sesi. Ruangan yang digunakan pun ada 4 ruangan.

“Saya kira yang pertama seluruh perangkat yang ter­kait ujian ini telah diper­siapkan dengan baik, dan tadi saya lihat siswa benar-benar konsentrasi untuk mengikuiti ujian ini,” katanya.

Ia sangat mengharapkan agar seluruh peserta ujian di hari ini, khususnya yang be­rada di Kota Ambon, bisa lulus 100 persen. Walaupun begitu tingkat kelulusan dikembali­kan kepada ma­sing-masing peserta ujian, karena penentu kelulusan bukanlah guru, akan tetapi siswa itu sendiri.

“Sebagai Penjabat Wali­kota sudah tentunya saya berharap, seluruh siswa-siswi yang berjumlah 6.452 orang yang ikut ujian na­sional bisa lulus 100 persen, itu harapan saya. Tetapi di­kembalikan lagi kepada sis­wa yang bersangkutan, saya kira seluruh hasil itu sangat ditentukan oleh siswa, dan tidak ditentukan oleh guru, atau yang lain. Dan saya per­caya seluruh kepala sekolah dan dewan guru telah mem­persiapkan siswa dengan baik dalam mengikuti ujian nasional ini,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya yang dibaca­kan Asisten II Sekda Maluku Maritje Lopulalan saat mem­buka UNBK di SMPN 6 Ambon mengatakan untuk tahun 2017 jumlah SMP yang akan menyelenggarakan Ujian Nasional di Provinsi Ma­luku sebanyak 714 se­kolah dengan jumlah siswa sebanyak 32.242 siswa.

“Saya berharap agar para siswa tidak terbebani de­ngan penyelenggaraan ujian akhir yang akan diikuti, ka­rena pada dasarnya ujian ini merupakan evaluasi terhadap proses pendidikan dan pengajaran yang selama ini telah diterima,,” katanya.

Disisi lain, Kepala SMPN 6 Ambon JSR Mahulette me­nga­takan, sekolahnya haru memiliki 115 komputer, dan atas partisipasi orang tua dan guru-guru yang mempunyai laptop, maka sekolah diberi­kan tambahan 23 laptop, sehingga ada 137 komputer/laptop yang dapat dipakai.

Dalam ujian ini juga ada siswa dari kelas akselerasi sebanyak 50 orang, dari kelas bilingual 25 siswa, kelas bakat istimewa 25 orang, dan kelas seni 30 orang, sisanya merupakan kelas reguler.

Adapun ujian hari pertama, Mata pelajaran Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris, dan hari keempat IPA. (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon