Pendidikan ›› Walikota Lepas 539 Mahasiswa KKN ke Masyarakat

Walikota Lepas 539 Mahasiswa KKN ke Masyarakat


Ambon - Walikota Ambon Richard Louhe­napessy secara resmi melepas 539 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang II angkatan XXXX Universitas Pattimura (Unpatti). 539 mahasiswa itu akan di tempati di ke lima kecamatan yang ada di kota ini.

“Hari ini secara resmi Pemkot Ambon akan menerima 539 maha­siswa KKN yang mana selama dua bulan akan menjadi bagian dari Pemkot Ambon. Dalam rangka pe­nerimaan ini saya mau menyam­paikan terima kasih kepada pihak rektor unpatti yang telah memper­cayakan 539 mahasiswa untuk belajar dan mengabdi di Kota Ambon,” kata Walikota dalam sambu­tannya pada acara pelepasan maha­siswa KKN yang bertempat di lapa­ngan upacara Unpatti, Senin (14/4).

Menurutnya, masyarakat Kota Ambon berbeda dengan masyarakat yang ada di kabupaten/kota lainnya di Maluku dimana masyarakat disini lebih spesifik karena merupakan masyarakat kota dan juga merupakan pusat pemerintahan yang ada di Maluku.

Selain itu, tingkat sosial, tingkat intelektual dan partisipasi dari masyarakat kota ini sangat berbeda dengan masyarakat lain di Maluku. Untuk itu kepada para mahasiswa KKN perlu ditegaskan bahwa ketika melakukan KKN dapat menem­patkan diri sebaik mungkin dengan masyarakat.

“Mahasiswa ini akan di serahkan kepada masing-masing camat, lurah/raja/kades akan mengantarkan para mahasiswa ini dan memperkenalkan mereka kepada masyarakat agar masyarakat juga tahu dan mengenal mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Walikota juga berpesan kepada para maha­siswa untuk menjaga nama baik mereka sebagai calon intelektual dan pemimpin masa depan karena kalau tidak maka masyarakat tidak akan merespon itu.

Identitas dan integritas sebagai mahasiswa itu harus benar-benar dijaga dan tunjukan kepada masya­rakat bahwa kalian adalah calon pe­mimpin masa depan calon pemimpin bagi masyarakat di Maluku.

Sementara itu Rektor Unpatti Thomas Penturi dalam sambutannya mengatakan data yang dimiliki menunjukan bahwa sebagian besar bencana itu 70 persen diakibatkan oleh bencana hidrometeorilogi diantaranya kekeringan, kebakaran hutan banjir, longsor dan semuanya itu berkaitan erat dengan cuaca dan prilaku masyarakat.

“Ketika sampai di masyarakat kalian harus belajar untuk bagai­mana membangun kota ini agar lebih bersih dan baik serta lebih ramah terhadap lingkungan,” ujarnya.

Untuk itu dirinya meminta agar para mahasiswa dapat menjaga identitas dan jati diri Unpatti karena tempat KKN banyak yang sudah di singgahi dan di kerjakan oleh universitas lain. Untuk itu setiap maha­siswa harus menjaga citra dan lebih dari itu bisa menunjukan bahwa mahasiswa KKN tidak menjadi beban bagi masyarakat.

“Kalian harus membantu mas­yarakat untuk sama-sama mening­katkan berbagai potensi dan kemam­puan yang ada di masyarakat untuk sama-sama membangun kota ini lebih baik lagi kedepan,” pintanya.(S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon