Daerah ›› Wagub: Rempah Maluku Harus Kembali Berjaya Buka Lokakarya FKPTPI

Wagub: Rempah Maluku Harus Kembali Berjaya


Ambon - Lokakarya dan Seminar Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) diharapkan membahas ide-ide atau pemikiran yang inovasi untuk mengembalikan kejayaan rempah di Maluku.

“Kita ingin satu konsep pemikiran yang dibahas dalam lokakarya ini, terkait dengan inovasi apa yang harus dikembangkan, sehingga pala dan cengkeh ini dapat lebih berkembang dan kita tidak hanya tergantung dari hasil laut namun juga melalui hasil cengkeh dan pala,” kata Wagub kepada wartawan usai membuka Acara menegaskan Lokakarya dan Seminar Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) “Peran Perguruan Tinggi Pertanian Dalam Menghasilkan Inovasi yang Mendukung Industri Pertanian” di Hotel Swissbell, Kamis (12/10).

Menurutnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat mendatangi Ambon, 4 Oktober lalu telah mendeklarasikan kejayaan rempah-rempah bangsa ini dapat dikembalikan lagi.

“Maluku memang terkenal dengan laut yang luas, tetapi di daratan kita punya cengkeh dan pala, yang telah mendunia dan Mentan saat berkunjung sudah sampaikan untuk kembali, kita mengembalikan kejayaan rempah-rempah bangsa ini. Apa yang terkenal dulu pala dan cengkeh, sehingga orang-orang Eropa yang datang ke Indonesia, dan lebih lagi tertuju Maluku. Dan sekarang konsep yang baru sangat diharapkan akan ditemukan melalui pertemuan ini, inovasi baru. Yakni bagaimana kita bisa membuat satu konsep yang baru, inovasi yang baru, sehingga pala dan cengkeh yang sudah umur ratusan tahun ini dapat di kembangkan lebih baik lagi, dengan memanfaatkan teknologi pertanian yang baik,” ungkapnya.

Wagub melihat, pengembangan pala dan cengkeh, merupakan langkah awal untuk menggerakan perekonomian masyarakat. Saat ini, kata Wagub, petani rempah terutama pala dan cengkeh, menginginkan harga pala dan cengkeh yang naik.

“Rata-rata kita, masyarakat kita di seluruh Maluku, ini selain pertanian dan perkebunan, juga sangat mendambakan pala cengkeh yang baik, dan yang diinginkan saat ini adalah harga cengkeh dan pala yang lebih baik lagi dari sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, Sekjen FKPTPI Jamhari, menegaskan lokakarya dan seminar yang bertujuan menghasilkan inovasi demi mendukung industri pertanian ini, sangat penting bagi Maluku.

Baginya, inovasi yang dimaksud dalam lokakarya dan seminar tersebut, khusus untuk Maluku, bagaimana untuk kembali membangun spirit dan inovasi mengembalikan kejayaan rempah-rempah terutama cengkeh dan pala.

“Inovasi yang kita maksud, terutama di Ambon, yakni bagaimana kita membangun kembali kejayaan rempah-rempah terutama pala dan cengkeh di Ambon ini. Ini inovasinya banyak ini, walaupun tanamannya sudah tua-tua, tetapi bagaimana dilihat kembali, pala dan cengkeh yang unggul itu seperti apa, bagaimana mengatasi hama pada pala dan cengkeh seperti apa, sampai pada pemasaran dan inovasi sosial ekonomi akan kita bahas,” kata Jamhari.

Lokakarya dan Seminar Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia, dengan tema “Peran Perguruan Tinggi Pertanian Dalam Menghasilkan Inovasi yang Mendukung Industri Pertanian” dihadiri oleh kurang lebih 400 pimpinan fakultas pertanian dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan akan berlangsung hingga Jumat (13/10). (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon