Pendidikan ›› Wagub: Lulusan SMK Harus Berkualitas Ribuan Siswa Ikut UN

Wagub: Lulusan SMK Harus Berkualitas


Ambon - Wagub Maluku Zeth Sa­huburua sangat mengha­rapkan agar lulusan Seko­lah Menengah Kejuruan  di Maluku bisa lebih ber­kualitas.

Bahkan menurutnya, bu­kan hanya siswa saja yang dituntut untuk ber­kualitas, akan tetapi guru pun haruslah berkualitas, karena guru yang berku­alitas akan menghasilkan murid yang berkualitas pula.

“Saya tadi katakan se­lain murid tingkatkan kua­litas, guru juga harus ting­katkan kualitas, karena dengan kualitas guru yang baik, dapat mendidik murid menjadi lebih baik,” kata Wagub kepada wartawan usai membuka Ujian Nasional Ber­basis Komputer (UNBK) di SMKN 3 Waiheru, Ambon, Senin (3/4).

Menurutnya, kualitas anak didik dan pendidiknya juga harus diting­katkan. Apalagi, mereka adalah pewaris masa depan, mereka adalah pe­megang tongkat ekstafet pimpi­nan bangsa, dan bagaimana mereka bisa memimpin kalau mereka tidak punya kualitas.

Wagub tegaskan, kedepannya yang akan dipakai untuk memba­ngun daerah ini, bahkan memba­ngun bangsa ini, yakni mereka yang pandai.

“Mengapa saya sampaikan begitu, karena kalau kita tidak bisa pandai maka kita tidak bisa bersaing dengan daerah-daerah lain yang ada di seluruh Indonesia karena per­saingan makin hari makin ketat. Kedepannya yang dipakai hanya orang-orang yang pandai saja,  dan untuk pandai harus belajar,” tan­dasnya..

Ia menyampaikan filosofi-nya, yang dapat menjadi dorongan dan motivasi bagi para peserta ujian nasional, yakni tiada hari tanpa be­lajar, dan tiada hari tanpa membaca. Dengan begitu, pendapatnya kede­pan, anak-anak Maluku akan men­jadi pandai dan dapat membangun daerah ini serta berdaya saing.

Sama halnya dengan Wagub, Sekretaris Daerah Maluku Hamin bin Thahir juga menyampaikan hal agar ujian nasional ini bisa lebih jujur, sehingga menghasilkan generasi muda yang berkualitas.

Hal ini ia sampaikan saat membuka UNBK di SMKN 1 Ambon. Selain itu, ia juga berharap agar tidak terjadi pemadaman lampu saat peserta ujian bekerja. “Kita sudah lakukan koordinasi, kalau lampunya padam saat ujian berlangsung kita akan panggil PLN,” tegasnya.

Para siswa akan mengikuti ujian Bahasa Indonesia Senin (3/4), dilan­jutkan dengan ujian Matematika Selasa (4/4), ujian Bahasa Inggris Ra­bu (5/4) dan pada hari terakhir Kamis (6/4) ujian mata pelajaran kejuruan.

Peserta UN

Sementara itu, di seluruh Maluku tercatat ada 5.448 siswa yang me­ngikuti ujian nasional baik yang berbasis komputer maupun yang berbasis kertas atau manual.

Untuk SMK dari seluruh Maluku hanya ada dua kabupaten saja yang tidak mengikuti Ujian Nasional berbasis kertas yakni Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kabupaten Kepulauan Aru, sementara untuk kabupaten lain masih ada yang mengikuti ujian berbasis kertas.

Kepala Bidang Pendidikan Mene­ngah, sekaligus Ketua Panitia Ujian Nasional Nus Kesaulija menjelaskan untuk UNBK ada 3.206 siswa dari 35 sekolah se-Maluku, sementara untuk SMK yang menggunakan ujian kertas berjumlah 2.242 dari 68 sekolah se-Maluku. “Jadi totalnya ada 5.448 Siswa yang ikut ujian baik UNBK maupun UN,” jelas Kesaulija kepada Siwalima.

Saat ini katanya, ada dua petugas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ditugaskan untuk memantau pelaksanaan Ujian Na­sional di Maluku. Selain itu, menu­rutnya, ia sangat mengharapkan tingkat ketuntasan siswa tahun ini akan lebih meningkat dari sebe­lumnya.

“Sudah tiga tahun terakhir sudah tidak pakai kelulusan lagi tetapi ketuntasan. Jadi mereka yang tidak tuntas masih diberikan kesempatan untuk menuntaskan mata pelajaran mereka,” katanya.

Tahun lalu, kurang lebih setengah dari peserta ujian SMK dikatakan tidak tuntas, begitu pula dengan peserta ujian SMA. Oleh sebab itu, ketuntasan peserta ujian tahun ini haruslah meningkat.

“Contohnya tahun kemarin untuk SMK itu ada 4.000 peserta yang tidak tuntas itu mencapai 2.000 lebih,” tambahnya. (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon