Hukum ›› Usut Korupsi di DPRD Malteng, PPK Diperiksa Enam Jam

Usut Korupsi di DPRD Malteng, PPK Diperiksa Enam Jam


Masohi - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Hamdan Wailissa kembali diperiksa penyidik Kejari Maluku Tengah selama 6 jam, Selasa (22/8.

Wailissa dicecar terkait sejumlah kasus dugaan korupsi di DPRD Kabupaten Maluku Tengah tahun 2015-2017.

Pantauan Siwalima, Hamdan Wai­lissa yang mengenakan safari berwarna coklat mendatangi Kan­tor Kejari Maluku Tengah sekitar pukul 10.00 WIT. Ia lalu diperiksa hingga pukul 12.00 WIT.  Ia kemudian diberikan waktu untuk beristirahat.

Wailissa yang menggunakan sepeda motor Yamaha Xeon dengan nomor polisi DE 4467 BM kembali mendatangi Kantor Kejari Maluku Tengah pukul 14.00 WIT.

Lima menit kemudian, muncul Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Maluku Te­ngah R Suneth dan Bendahara La Parman. Suneth menggunakan mobil dinas Totoya Avansa bernomor polisi DE 317 BM. Sementara La Parman menggunakan sepeda motor Yamaha Xeon.

Suneth dan La Parman langsung menghadap salah salah satu jaksa, dan menyerahkan sejumlah doku­men. Sekitar 25 menit Suneth dan La Parman berada di ruangan jaksa. Setelah itu, keduanya keluar lagi. Informasi yang diperoleh, Suneth dan La Parman akan diperiksa pada Jumat (25/8) dan Senin (28/8).

Sementara  Handam Wailissa dipe­riksa hingga pukul 18.00 WIT. Ia di­cecar dengan puluhan pertanyaan.

“Pemeriksaan mulai mengerucut pada beberapa poin penting yang menjadi fokus penyidik, salah satu­nya, masalah SPPD dan beberapa kegiatan proyek tahun anggaran 2015 dan 2016, yang bersangkutan dicecar kurang lebih 30 perta­nyaan,” kata sumber di Kejari Maluku Tengah.

Usai diperiksa, Hamdan Wailissa terlihat ketakutan ketika melihat wartawan. Ia berupaya menghindari sejumlah wartawan yang sudah me­nunggunya, dengan berjalan menuju pintu pagar bagian belakang.  Na­mun, pintu tersebut terkunci.

Tetapi Wailissa tak kehabisan akal. Ia mengelabui wartawan de­ngan bersembunyi di salah satu rua­ngan. Disaat wartawan sibuk men­carinya, Wailissa keluar diam-diam dari tempat persembunyian dan langsung kabur dengan sepeda motornya.

Sepeda motor Yamaha Xeon yang dikendarainya dipacu dengan kecepatan tinggi. Sejumlah kasus dugaan korupsi di DPRD Malteng yang diusut Kejari Maluku Tengah diantaranya, perja­la­nan dinas tahun anggaran 2015 hingga 2017 yang mencapai lebih dari Rp 20 miliar.

Kemudian anggaran makan minum anggota dan  pimpinan DPRD tahun anggaran 2016 dan 2017 senilai Rp 2 miliar lebih. Ada lagi, pengadaan pakaian dinas anggota dan pimpinan tahun 2017 yang menggelontorkan anggaran Rp 580 juta. (S-36)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon