Politik ›› Usai Jadi Bupati, Temmar Bersiap Nyalon Gubernur Jelang Suksesi Maluku

Usai Jadi Bupati, Temmar Bersiap Nyalon Gubernur


Ambon - Walau Pilkada Maluku baru berlang­sung tahun depan, namun sejumlah ke­pala daerah ataupun mantan kepala dae­rah mulai bersiap untuk bertarung. Satu diantaranya, mantan Bupati Maluku Tenggara Barat Bitzael Silvester Temmar.

Kendati baru mengakhiri masa jabatannya, Minggu (16/4), ia telah menyatakan siap untuk maju bertarung dalam Pilkada Maluku 2018.

Temmar kepada wartawan di Ambon, Senin (17/4), mengatakan keberhasilan dirinya selama memimpin Kabupaten MTB dapat dijadikan sebagai patokan dalam membangun Maluku lima tahun depan.

“Saya akan maju dalam pertarungan Pilkada Maluku 2018 mendatang, per­timbangannya yakni soal keberhasilan MTB 10 tahun lalu semasa saya memimpin,” katanya.

Temmar menegaskan, ketika dirinya mengembangkan visi dan misi di MTB, maka sesungguhnya dirinya telah mempersiapkan diri untuk menerapkan visi dan misi secara luas di Maluku.

“Saya sudah siap bekerja di Maluku sungguh-sungguh demi rakyat, hal ini jelas tergambar ketika saya mengembangkan visi dan misi saya dan akan diterapkan untuk Maluku,” tandasnya.

Untuk saat ini, kata Temmar diri­nya ingin merekonsilidasi, sehi­ngga dalam proses pertarungan nantinya maju untuk menang bukan untuk kalah.

“Saya butuh rekonsilidasi pikiran saya, karena baru saja melepas­kan jabatan sebagai Bupati MTB, sehingga ketika dalam proses per­tarungan yang diawali dengan pro­ses pendaftaran diri dan penca­lonan itu menang dan bukan untuk kalah karena yang saya andalkan itu adalah visi dan misi,” katanya.

Memang secara resmi ia belum hal tersebut, mengingat Pilkada Maluku akan berlangsung Juni 2018. “Nanti pasti ada waktunya saya putuskan. Yang jelas konsolidasi akan terus saya lakukan dan kalaupun saya maju juga harus menang karena itu misi saya,” tandasnya.

Temmar juga enggan memberi­kan penjelasan secara detail ter­kait parpol yang akan dijadikannya sebagai kendaraan politik pada Pilkada Maluku 2018.

Temmar setidaknya harus men­cari dukungan dari gabungan par­pol yang memiliki minimal 9 kursi di DPRD Maluku, sebagaimana ketentuan pengajuan pasangan calon kepala daerah pada Pilkada 2018.

Berdasarkan perolehan suara hasil Pemilu Legislatif 2014, PDIP memiliki 7 kursi di DPRD Maluku, disusul Golkar, Demokrat dan PKS masing-masing 6 kursi. Gerindra walaupun perolehan suaranya berada dibawah NasDem namun berhasil meraih 5 kursi sedangkan NasDem 4 kursi. Begitu juga de­ngan Hanura, walaupun suaranya dibawah PKB namun berhasil meraih 4 kursi sementara PKB hanya 3 kursi. PKP Indonesia pada periode ini berhasil menempatkan 2 wakilnya di DPRD Maluku. Se­mentara PAN dan PPP masing-ma­sing 1 kursi. Walau begitu, belum diketahui, parpol mana saja yang dilirik Temmar.

Munculnya nama Temmar, me­nambah deretan nama-nama kan­didat yang berkeinginan nyalon pada Pilkada Maluku. Sebelumnya sudah ada nama Said Assagaff (Gubernur Maluku), Edwin A Huwae (Ketua DPRD Maluku), Herman Koedoe­boen (pejabat di Kejaksaan Agung/mantan Bupati Malra), Hendrik Lewerissa (Ketua DPD Partai Ge­rindra Maluku), Andre Rentanubun (Bupati Malra), Komarudin Watubun (Ketua DPP PDIP), Tagop Soulisa (Bupati Buru Selatan) dan Johozua Max Yoltuwu (DirjenPembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Ter­tinggal dan Transmigrasi). (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon