Hukum ›› Ura Jadi Saksi Korupsi Amir dan Metubun Kasus Terminal Transit

Ura Jadi Saksi Korupsi Amir dan Metubun


Ambon - Mantan Kepala Dinas Perhubu­ngan Kota Ambon, Angganoto Ura kembali diperiksa penyidik Kejati Maluku, Senin (6/11) sebagai saksi mahkota bagi Konsultan pengawas dari CV Jasa Intan Mandiri, Jhon Lucky Metubun dan bos Reminal PT Re­minal Utama Sakti Amir Gaos Latuconsina.

Ura yang adalah PPTK proyek terminal Transit Passo tahun anggaran 2008-2009 diperiksa jaksa Ramadhadi pukul 11.30 hingga 17.30 WIT. Selama pemeriksaan, Ura yang juga tersangka dalam kasus ini dihujani sekitar 30 pertanyaan.

Selain Ura, jaksa juga memeriksa Kabid Data dan Pengendalian Dinas Perhubungan Kota Ambon, Muhammad Retob dan direksi lapangan proyek terminal transit, Melianus Latuihamallo.

Keduanya diperiksa oleh jaksa Irkhan Ohoiulun. Untuk saksi Muhammad Retob diperiksa dengan 16 pertanyaan, sedangkan Melianus Latuihamalo dengan 19 pertanyaan.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang di­kon­firmasi mengatakan, hasil peme­riksaan ketiga saksi akan diserahkan kepada BPK sebagai data tambahan untuk audit kerugian negara.

“Biasanya hasil pemeriksaan tambahan itu akan diserahkan ke BPK. Karena itu juga data untuk mereka lakukan penghitungan,” kata Sapulette.

Diperiksa Perdana

Sebelumnya Angganoto Ura, Amir Gaos Latuconsina, dan Jhon Lucky Metubun menjalani pemeriksaan perdana dalam status sebagai tersangka dugaan korupsi  proyek terminal transit Passo, Jumat (6/10) di Kantor Kejati Malukiu.

Ura, Amir dan Metubun diperiksa oleh jaksa berbeda dan di ruangan yang juga berbeda. Namun peme­riksaan ketiganya dimulai pukul 09.30 WIT.

Amir diperiksa oleh jaksa penyidik Ramadani hingga pukul 13.30 WIT. Setelah istirahat makan,  dilanjutkan lagi pukul 14.30 hingga pukul 16.30 WIT. Ia dicecar puluhan pertanyaan terkait proyek ditanganinya itu.

Selama pemeriksaan, Amir didam­pingi penasehat hukumnya Septinus  Hematang Cs. Metubun yang juga didampingi Hematang Cs diperiksa  oleh jaksa Riyadi  hingga pukul 16.30 WIT.

Sedangkan Ura oleh jaksa Devi Muskitta dan Sity Ariyani. Ia diberi istirahat makan siang pukul 11.40 WIT. Kemudian dilanjutkan lagi pukul 14.30 hingga pukul 16.30 WIT. Selama pemeriksaan Ura didampingi penasehat hukum, Abdul Sukur Kaliky Cs.

Dugaan Mark Up

Tim penyidik Kejati Maluku menemukan bukti mark up senilai Rp 3 miliar lebih dalam kasus dugaan korupsi proyek terminal transit Passo.

Bukti itu, ditemukan dalam pe­kerjaan tahun 2008 dan  2009. Ke­rugian negara inilah yang menyeret Angganoto Ura selaku PPTK tahun 2008-2009, Amir Gaos Latuconsina, dan Jhon Lucky Metubun sebagai tersangka. “Ada indikasi dugaan mark up sekitar Rp 3 miliar dari dua tahun pekerjaan itu,” kata sumber di Kejati Maluku, kepada Siwalima, Rabu (30/8).

Hal ini juga diperkuat dengan hasil penghitungan pemeriksaan fisik tim ahli Politeknik Negeri Ambon. “Pekerjaan dua tahun itu kan lanjutan saja. Ada lantai, dinding, maupun kolom. Volumenya terpa­sang tidak sesuai dengan kontrak sehingga indikasi mark up itu ada,” kata sumber itu lagi.

Ketua Tim Ahli Politeknik Ambon, Wem Gaspersz yang dikonfirmasi tak mau berkomentar. Ia meminta dita­nyakan ke jaksa soal hasil peng­hitungan pemeriksaan fisik terminal transit. “Saya tidak bisa komentar. Kalau sudah di jaksa, nanti cek ke jaksa, saya tidak punya kewena­ngan,”  ujarnya singkat.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi soal dugaan mark up senilai Rp 3 miliar lebih dalam pekerjaan terminal transit tahun 2008 dan 2009, ia juga tak mau berkomentar. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon