Hukum ›› Tuntaskan Kasus Aniaya Wartawan, Polisi Tunggu Ahli

Tuntaskan Kasus Aniaya Wartawan, Polisi Tunggu Ahli


Ambon - Penyidik Ditreskrimum Polda Maluku masih menunggu ahli bahasa dari Unpatti un­tuk diperiksa sebagai saksi kasus peng­aniayaan wartawan yang dilakukan oleh Abubakar Usemahu, kaki tangan cagub Said Assagaff.

Surat permintaan ahli sudah disampai­kan kepada Rektor Un­patti, Martinus Sapteno pekan lalu.

“Untuk kasus tindak pidana penganiayaan masih menunggu ahli bahasa saja. Sudah kita minta dari pekan lalu melalui surat resmi kepada pak rektor. Dan saat ini kita masih menunggu siapa yang akan ditunjuk oleh rektor,” jelas Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat ke­pada Siwalima, Senin (16/4).

Menurutnya, tinggal ketera­ngan ahli bahasa saja kasus ini segera dituntaskan. “Hanya me­nu­nggu ahli bahasa saja, karena se­mua saksi sudah diperiksa,” ujarnya.

Sementara, Rektor Unpatti, Mar­tinus Sapteno yang dkonfirmasi soal surat tersebut melalui telepon se­lulernya, namun tidak menja­wab.

Datangi

Sebelumnya tim Dewan Pers mendatangi Polda Maluku, Kamis (12/4) untuk mengkonfirmasi pe­nanganan kasus dugaan intimi­dasi, penganiayaan dan meng­halang-halangi kerja wartawan, di Rumah Kopi Lela, Ambon pada Kamis (12/4) lalu.

Aksi kekerasan terhadap Sam Hatuina, wartawan Rakyat Maluku dan Abdul Karim Angkotasan, Ketua AJI Ambon itu, sementara ditangani oleh penyidik Ditreskri­mum dan Ditreskrimsus Polda Maluku.

Tim Dewan Pers dipimpin oleh Imam Wahyudi itu, diterima Kapolda Maluku Irjen Andap Budhi Revianto, didampingi Direktur Reskrimum Kom­bes Gupuh Setiyono, Direktur Res­krimsus Kombes. Firman Nai­ng­golan, Kabid Humas Kombes M. Ro­em Ohoirat dan Kor Spri Kapolda Maluku.

“Mereka ke Polda Maluku dalam kaitan juga dengan kasus di Rumah Kopi Lela. Karena mereka juga mendapat laporan sehingga mereka turun untuk cros check lang­sung ke pelapor dan renca­nanya juga dengan terlapor,” jelas Ohoirat, kepada wartawan.

Jaksa Terima

Surat perintah dimulainya penyi­dikan (SPDP) kasus dugaan inti­midasi dan menghalang-halangi kerja wartawan  dengan terlapor Said Assagaff dan Husen Mara­sabessy sudah diterima oleh jaksa penun­tut umum Kejati Maluku.

SPDP Assagaff dan Marasa­bessy yang menjadi terlapor se­suai tanda bukti laporan LP- B/159/III/2018/MALUKU/SPKT Polda Maluku itu, telah diterima sejak Jumat, 6 April 2018.

“Benar bahwa SPDP atas nama SA dan HM sudah diterima oleh tim JPU Kejati Maluku sejak tanggal 6 April 2018,” jelas Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapu­lette kepada  Siwalima, Senin (9/4).

Sementara SPDP Abubakar Use­mahu yang menjadi terlapor sesuai laporan polisi  nomor: LP-B/158/III/2018/MALUKU/SPKT Polda Maluku, sudah dikirim penyidik ke JPU sejak Selasa (3/4).

Setelah menerima SPDP terse­but, JPU tinggal menunggu pelim­pahan berkas Assagaff, Usemahu dan Marasabessy untuk diteliti.

Kecam

Aksi kekerasan, dan mengha­lang-halangi kerja wartawan yang dilakukan calon gubernur perta­hana Said Assagaff, Husen Mara­sabessy dan Abubakar Usemahu mendapat kecaman, tak hanya dari pers lokal di Maluku, tapi juga  pers nasional.

Organisasi pers AJI, PWI dan IJTI meminta polisi mengusut kasus ini hingga tuntas.

Komnas HAM Dukung

Komnas HAM Perwakilan Maluku mendukung kasus penganiayaan dan intimidasi terhadap wartawan diproses hukum hingga tuntas.

Kepala Komnas HAM Per­wakilan Ma­luku, Benediktus Sarkol kepa­da Siwalima  di ruang kerjanya, Ju­mat (6/4) mengatakan, intimi­dasi dan penganiayaan merupa­kan pela­nggaran terhadap hak wartawan un­tuk mencari dan me­nyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

Mengingat pekerjaan jurnalis sangat penting bagi demokrasi, Komnas HAM Perwakilan Maluku mendorong sepenuhnya pihak Kepolisian Daerah Maluku untuk mengusut tuntas semua pihak yang terlibat dalam peristiwa ini dengan mengedepankan profesiona­lisme dan penegakan HAM dalam proses penyelidikan atas kasus ini.

Demo

Puluhan orang yang terga­bung dalam komunitas sastra PHANSA Ambon, komunitas sastra ILA­LANG Maluku, komunitas Rumah KITA HILA dan komunitas KOPI WAKAL melakukan aksi solidaritas di pelataran monumen Gong Per­damaian Dunia Ambon, Minggu (1/4) malam memprotes serta me­ngutuk tindakan kekerasan ter­hadap Sam Hatuina, wartawan Rakyat Maluku dan Abdul Karim Angkotasan, Ketua AJI Ambon. 

Aksi demo juga dilakukan pem­baga pers mahasiswa lintas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Senin (9/4) meminta Polda Maluku mengusut tuntas kasus dugaan intimidasi dan mengha­lang-halangi kerja wartawan yang dilakukan oleh Said Assagaff, Husen Marasabessy dan Abubakar Usemahu. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon