Daerah ›› Transportasi Jadi Faktor Utama Lamanya Penanganan Masalah di Aru

Transportasi Jadi Faktor Utama Lamanya Penanganan Masalah di Aru


Dobo - Kapolres Aru, AKBP Moh Roem Ohoirat mengakui, masalah transportasi menjadi faktor utama lamanya penanganan masalah-masalah kriminal maupun masalah bentrok yang terjadi antar kampung belakang ini di kabupaten yang bergelar bumi Jargaria ini.

Pengakuan tersebut diungkapkan Kapolres kepada Kapolda Maluku, Brigjen Pol Murad Ismail saat melakukan kunjungan kerja di kabupaten tersebut, dan bertatap muka secara langsung dengan kapolres dan seluruh jajarannya, yang dipusatkan di Mapolres Aru, Jumat (28/3).

Menurut Kapolres, wilayah hukum Polres Aru terdiri dari sejumlah pulau-pulau yang jarak tempuhnya harus menggunakan transportasi laut.

“Masalah transporatasi antar pulau yang menghubungkan kota-kabupaten dan kota-kota kecamatan dengan jarak tempuh 4-6 jam, dengan speedboat dan 12-16 jam dengan motor laut maupun masalah komunikasi,” ujarnya.

Selain masalah transportasi, kapolres juga mengakui, tidak adanya jaringan komunikasi yang kemudian sangat menyulitkan pihaknya melakukan komunikasi dengan cepat guna menanggani berbagai masalah yang terjadi.

“Masalah transportasi dan komunikasi menjadi salah satu faktor lamanya penanganan masalah jika terjadi di kampung-kampung, karena lamanya jarak transportasi dan tidak adanya jaringan komunikasi, kecuali Polsek Benjina, polsek terdekat dengan jarak tempu dua jam dan telah mendapat jaringan komunikasi  melalui handphone,” akuinya. 

Sementara untuk wilayah pertikaian antar masayakat, lanjutnya,  terdapat empat kasus yakni dua di Kecamatan Aru Tengah Selatan antara Desa Longgar dan Bemun dan Desa Mesiang dengan Gomo-Gomo, Desa Rebi Kecamatan Aru Selatan Utara dimana seluruh kasus tersebut telah diselesaikan secara baik.

“Hingga kini masih ditempatkan 9 personil anggota Brimob di Desa Longgar dan 10 personil di Desa Gomo-Gomo, serta 10 anggota personil di Desa Rebi,” jelasnya.

Sementara untuk jumlah personil di jajaran Polres Aru, kata Kapolres, berjumlah

297 personil dengan jumlah senjata api (senpi) yang dimiliki hanya 11 yang terdiri dari,  laras panjang 88 pucuk pistol.

Sedangkan untuk penanganan masalah kasus narkoba sebanyak 6 orang terdiri dari, tiga orang asing dari Polsek Benjina dan tiga orang lainnya di Dobo.

“Untuk pengamanan Pemilu, Polres Kepulauan Aru telah siap seratus persen guna mengamankan pelaksanaan Pemilu legislatif maupun Presiden nanti,”jelas Kapolres. (S-25)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon