Olahraga ›› Tour de Moluccas Marcus Culey Gondol Juara Umum

Tour de Moluccas


Ambon - Pembalap Australia Mar­cus Culey yang tergabung dalam St George Continental Cycling Team akhirnya tam­pil sebagai juara umum Tour de Moluccas, yang berakhir Jumat (22/9).

Wartawan Siwalima, Nan­cy Bu­bun melaporkan, keber­hasilan Mar­cus Culey memang sudah diprediksi sebelumnya, karena sejak etape 1 – 5 sejauh 713 km, ia telah memimpin peringkat umum perorangan.

Kendati di etape V yang ber­langsung dari Pantai Namalatu, mengeliling Kota Ambon hingga finish di Monumen Gong Perdamaian Dunia sejauh 82,9 km hanya berada di peringkat 27 dari 53 pembalap yang memasuki finish, namun hal ini tak mempengaruhi posisinya di peringkat teratas.

Marcus Culey tetap memperta­hankan “yellow jersey” setelah ber­hasil membukukan catatan waktu secara keseluruhan 15 jam, 18 menit, 31 detik. Keberhasilan itu membuat Marcus Culey berhak atas hadiah utama uang Rp 50 juta dan medali.

Juara kedua umum perorangan ditempati Jai Crawford (Australia/Kinan Cycling Team Jepang)  15 jam 18 menit 36 detik dan juara ketiga Jesse Ewart (Australia/7-eleven Roadbike Filipina) 15 jam 18 menit 40 detik.  Selain medali, Jay Crawford berhak atas hadiah Rp 25 juta se­mentara Jesse Ewart Rp 15 juta.

Medali dan hadiah tersebut diserahkan oleh Gubernur Maluku Said Assagaff saat penutupan TdM di pelataran Monumen Gong Per­damaian Dunia, Jumat (22/9) sore. Gubernur juga menyematkan “yellow jersey” kepada Marcus Culey.

Enam pembalap lainnya yang berhasil menempati peringkat 10 besar yaitu Thomas Lebas (Prancis/Kinan Cycling Team), Sanghong Park (Korea Selatan/LX Cycling Team Korea Selatan), Edgar Nohales Nieto (Spanyol/7-eleven Roadbike Filipina), Jamal Hibatullah (Indonesia/KFC Cycling Team), Aiman Cahyadi (Indonesia/Team Sapura Cycling Malaysia), Rustom Lim (Filipina/7-eleven Roadbike Filipina) dan Muhammad Zawawi Azman (Malaysia/Team Sapura Cycling Malaysia).

Untuk kategori pembalap Indonesia, “red & white jersey” sesuai prediksi digondol Jamal Hibatullah (KFC Cycling Team) 15 jam 25 menit 14 detik, disusul juara kedua Aiman Cahyadi (Team Sapura Cycling Malaysia)  15 jam 25 menit 15 detik dan juara ketiga dan Dadi Suryadi (Terengganu Cycling Team Malaysia) 15 jam 27 menit 04 detik. Selain medali,  Jamal Hibatullah berhak atas hadiah Rp 15 juta, Aiman Cahyadi Rp 5 juta dan Dadi Suryadi Rp 3 juta.

Khusus untuk gelar “best sprin­ter” yang menjadi incaran para pem­balap, “green jersey” yang sebelum­nya dipegang Abdul Halil M (Malaysia/Team Sapura Cycling Malaysia) akhirnya terlepas. Gelar tersebut digondol Hiroshi Tsubaki (Jepang/Kinan Cycling Team Jepang) dengan mengumpulkan 40 poin, sementara Abdul Halil M melorot ke urutan kedua dengan 35 poin, sementara juara ketiga M Sahrul M Amin (Malaysia/Terengganu Cycling Team Malaysia) 25 poin.

Sementara gelar “best climber” tetap digenggam Ricardo Garcia yang sejak awal memegang “red jersey” dengan mengumpulkan 10 poin, disusul juara kedua M Zawawi Azman (Malaysia/Team Sapura Cycling Malaysia) 7 poin dan Thomas Lebas 7 poin.

Khusus untuk kategori tim secara umum, saat ini Hasil yang diraih para pembalapnya membuat Kinan Cycling Team Jepang tampil sebagai juara umum tim dengan catatan waktu 46 jam 06 menit 05 detik, disusul 7-eleven Roadbike Filipina (46:08:58), St George Continental Cycling Team Australia (46:13:57), KFC Cycling Team (46:18:30), Team Sapura Cycling Malaysia (46:18:35), LX Cycling Team Korea Selatan (46:18:42),  Terengganu Cycling Team (46:21:52), PGN Road Cycling Team (46:22:19), United Bike Kenca­na (46:23:37), CCN Cycling Team Laos (46:27:07), Advan Customs Cycling Club (46:28:11), dan Banyuwangi Road Cycling Club (46:32:07).

Khusus untuk kategori tim Indonesia, dijuarai KFC Cycling Team disusul PGN Road Cycling Team, United Bike Kencana, Advan Customs Cycling Club dan Banyuwangi Road Cycling Club.

Sementara etape 5 dijuarai oleh pembalap Jepang Hiroshi Tsubaki (Kinan Cycling Team Jepang), disusul juara kedua M Sahrul Mat Amin (Malaysia/Terengganu Cycling Team Malaysia) dan Sanghong Park (Korea Selatan/LX Cycling Team Korea Selatan).

Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan oleh Kapolda Maluku Irjen Deden Juhara, Wakapolda Brigjen Daniel Pasaribu, Sekda Maluku Hamid bin Thahir, Bupati SBT Mukti Keliobas, anggota DPRD Maluku Wellem Wattimena dan Walikota Ambon Richard Louhenapessy.

Sebelumnya para pembalap melakukan start etape 5, Jumat (22/9) pukul 14.30 WIT dari Pantai Namalatu-Latuhalat selanjutnya menyusuri jalanan di pesisir pantai Eri, Amahusu, hingga jalan Saar Sopacua, Dokter Sitanala, Sultan Baabulah, AY Patty, DI Panjaitan, Tulukabessy, Jenderal Sudirman, Jembatan Merah Putih, Poka, Passo, Galala, Jenderal Sudirman, Rijali, Ahmad Yani, Diponegoro, Dokter Sutomo, Dokter Sitanala, Sultan Baabullah, AY Patty dan depan Monumen Gong Perdamaian Dunia.

Selanjutnya para pembalap akan berputar sebanyak tujuh kali melewati DI Panjaitan, Tulukabessy, Rijali, Ahmad Yani, Diponegoro,  Dokter Sutomo, Dokter Sitanala, Sultan Baabulah, AY Patty dan Monumen Gong Perdamaian Dunia. Di putaran terakhir akan finish di depan Monumen Gong Perdamaian Dunia.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff sangat mengharapkan tahun depan akan ada pelaksanaan event internasional seperti TdM 2017.

“Tahun depan kita rancang lagi TdM standar internasional. Terima kasih buat bupati walikota yang telah membantu pemerintah mensukses­kan TdM,” tandasnya.

Menurutnya, walaupun masih ada kekurangan tetapi kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik. Dengan begitu TdM bisa menjadi tolak ukur untuk mengembangkan pariwisata. “Ini suatu batu loncatan untuk kita kembangkan pariwisata,” tandasnya.

Ia bahkan melihat antusias mas­yarakat, yang membuatnya kagum dan bangga pelaksanaan TdM mendapatkan respon yang baik. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon