Politik ›› Tolak BMW, SA Salah Langkah Pengamat: Tawaran Rekomendasi Diabaikan

Tolak BMW, SA Salah Langkah


Ambon - Said Assagaff dinilai salah langkah setelah menolak tawaran Partai Demokrat untuk menggandeng Michael Wattimena sebagai wakil gubernur di Pilkada Maluku mendatang.

Sang petahana lebih memilih berpasangan dengan Bupati Malra Andre Rentanubun, dan menolak menggandeng BMW, sapaan akrab Wattimena yang juga politisi Partai Demokrat.

SA, sapaan akrab Assagaff dinilai membuang kesempatan untuk me­nggenggam rekomendasi Demokrat, karena dengan penolakan tersebut, maka rekomendasi yang bernilai enam kursi di DPRD Maluku ini melayang dari genggamannya.

Anehnya, hingga saat ini SA masih mengharapkan rekomendasi dari sejumlah parpol untuk melo­loskannya ke bursa pilkada. Golkar yang dipimpinnya juga belum se­cara resmi mengeluarkan rekomendasi. Padahal jika Golkar dan Demokrat yang sama-sama memiliki enam kursi di DPRD berkoalisi, maka SA telah lolos sebagai calkada.

Akademisi FISIP Unpatti, Victor Ruhunlela menilai SA salah langkah dengan menolak tawaran Partai Demokrat tersebut, karena partai berlambang bintang mercy itu datang bermodalkan enam kursi di DPRD Maluku.

“Itu langkah yang salah, saya kira SA terlalu terburu-buru dalam me­ngambil keputusan. Politik ini harus diperhitungkan dengan matang, karena tentunya tawaran tersebut akan menguntungkan Assagaff jika nantinya direkomendasikan pula oleh Partai Golkar,” ungkap Ruhun­lela kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (11/10).

Dikatakan, soal menang atau kalah di Pilkada itu pilihan kedua tetapi harus dipastikan kendaraan politik apa yang akan digunakan.

“Sampai saat ini saja belum ada kepastian rekomendasi yang dikan­tongi SA dan Andre Rentanubun. Jika SA dan BMW dipasangkan maka 12 kursi sudah dimiliki dan te­lah melewati syarat pencalonan. Kini setelah penolakan itu, maka pe­luang SA untuk memperoleh duku­ngan dari Partai Demokrat sudah tertutup,” katanya.

Sementara itu, SA yang dikonfi­r­masi Siwalima melalui telepon selu­lernya tadi malam, tak mengaktifkan telepon selulernya.

Tertib Barisan

Sementara itu, informasi yang di­him­pun Siwalima, terungkap pasca informasi penolakan SA meng­gandeng BMW terungkap, sejumlah kader dan fungsionaris DPD Partai Demokrat diimbau untuk tertib barisan.

“Seluruh kader harus tertib bari­san, jika ada informasi partai yang dibocorkan maka akan dievaluasi,” ujar sumber Siwalima di  DPD De­mokrat Maluku yang enggan nama­nya dikorankan, Rabu (11/10).

Sebagaimana diketahui, Demokrat menawarkan rekomendasi kepada SA asalkan menggandeng BMW se­bagai bakal calon wakil gubernur.

Tawaran itu bermula saat Majelis Tinggi Partai Demokrat menggelar rapat pembahasan bakal calon Gu­bernur dan Wagub Maluku periode 2018-2023. Rapat dipimpin Ketua Majelis Tinggi yang juga Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono, yang digelar secara tertutup di Cikeas-Bogor, Selasa (10/10).

Rapat terbatas itu hanya dihadiri oleh Majelis Tinggi, Sekjen DPP Hinca IP Pandjaitan, Komisi Pemilihan Pemilu (KPP) DPP Partai Demokrat, Ketua-Ketua DPD dan KPP dari setiap DPD.

SBY selanjutnya memberikan ke­sempatan kepada Ketua DPD Ma­luku Elwen Roy Pattiasiana yang di­dampingi Ketua KPP Demokrat Ma­luku, Max Marchel Sahusilawane, Sekretaris Muis Ishak dan dua anggota  yaitu Frans Huka dan Her­mina Saija, memaparkan hasil penja­ringan dan penyaringan yang dilaku­kan oleh KPP sejak 15-22 Juli dan ke­mudian sesuai instruksi DPP diper­panjang lagi 25 - 30 September lalu.

Pattiasina kemudian memaparkan dalam dua tahapan tersebut, tercatat ada 11 bakal calon gubernur yang terdaftar di DPD Demokrat Maluku yaitu Bupati MBD Barnabas Orno, Komandan Korps Brimob Mabes Polri Irjen Murad Ismail, petahana Said Assagaff, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimena, mantan anggota DPR RI Engelina Pattiasina, Inspektur IV Jamwas Ke­jagung Herman Koedoeboen, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku MZ Sangadji, Ketua DPD Demokrat Maluku Jacobus Puttilei­halat, Bu­pati Bursel Tagop S Soulisa, Dirjen Pembangunan Kawasan Tertentu Kemendes PDTT Johozua M Yol­tuwu dan Mantan Bupati MTB Bitzael S Temmar.

Sumber Siwalima di DPP Demo­krat, menyebutkan, setelah Pattia­sina juga mempresentasikan nama-nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar, ia juga memaparkan hasil survei yang telah dilakukan oleh LSI yang digunakan oleh Demokrat maupun hasil survei yang digunakan oleh para bakal calon.

Termasuk juga posisi Komandan Korps Brimob Irjen Murad Ismail, yang telah mengantongi rekomen­dasi dari sejumlah partai politik.

“Saat mempresentasikan hasil survei, Pattiasina langsung meng­usul­kan nama SA untuk berpasa­ngan dengan kader terbaik Partai Demokrat, yakni BMW. Mendengar usulan tersebut, KPP DPP Demokrat langsung menghubungi SA melalui telepon selulernya namun nomor tele­ponnya tidak aktif. Selang bebe­rapa waktu kemudian, ketika dihu­bungi kembali, ternyata SA menolak untuk berpasangan dengan BMW dengan alasan konsisten meng­gandeng Andreas Rentanubun,” ujar sumber tersebut yang enggan namanya dikorankan, Selasa (10/10).

Akibatnya, kata sumber itu, reko­mendasi enam kursi tersebut tak mungkin lagi diberikan kepada SA.

Pernah Ditolak

Penolakan SA tersebut, menurut sumber itu, bukan baru pertama kali terjadi. “Beberapa saat setelah BMW mendaftar di DPD Demokrat Maluku sebagai balon gubernur, Sabtu (30/9) lalu, sejumlah petinggi DPD bersama BMW telah bertemu dengan SA untuk mengajukan tawaran Demokrat. Namun saat itu, SA sudah meno­laknya,” ungkap sumber tersebut.

Selanjutnya, DPD dan KPP De­mokrat Maluku berupaya menyam­pai­kan hasil pertemuan dengan SA sekaligus penolakan tersebut kepa­da Sekjen Hinca IP Panjaitan di kantor DPP, Jumat (6/10). Namun kala itu, Sekjen tidak bisa ditemui. DPD dan KPP Demokrat Maluku hanya bertemu dengan Wakil Sekjen Andi Timo Pangerang.

Sementara itu, Ketua KPP DPD De­mokrat Maluku, Max Marchel Sahu­silawane yang dikonfirmasi Siwalima, melalui telepon selu­lernya tadi malam mengaku nama BMW memang di­usulkan sebagai balon wagub untuk berpasangan dengan SA.

“Nama BMW mencuat dalam rapat tersebut untuk berpasangan dengan SA. KPP DPP juga sudah langsung menghubungi SA melalui telepon selulernya,” ungkapnya.

Menyangkut penolakan SA untuk berpasangan dengan BMW, Sahusi­lawane mengaku tidak diketahuinya. “Kalau soal itu, saya tidak tahu karena itu sudah kewenangan DPP. Tugas kita sudah selesai dan kita hanya menunggu undangan lagi dari DPP untuk diketahui keputusan rekomendasinya seperti apa,”  ungkapnya. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon