Politik ›› Toekan: KPU akan Profesional Gelar Pilkada Putaran Kedua

Toekan: KPU akan Profesional Gelar Pilkada Putaran Kedua


Ambon - KPU Provinsi Maluku akan profesional dalam pelaksanaan putaran kedua yang akan berlangsung pada 14 Desember yang akan datang dengan meminimalisir pelanggaran-pelanggaran seperti yang terjadi pada putaran pertama maupun Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten SBT.

Hal ini diungkapkan oleh Komisioner KPU Musa Toekan kepada Siwalima diruang kerjanya, Kamis (21/11).

Dikatakan, KPU tetap akan melaksanakan putaran kedua sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, dan akan lebih profesional lagi dengan meminimalisir pelanggaran-pelanggaran yang terjadi seperti pada putaran pertama.

“Untuk menimalisir semua itu maka pekan depan KPU Maluku akan melakukan rapat koordinasi dengan KPU Kabupaten/Kota. Dalam rakor itu akan dibahas proses persiapakan aparat penyelenggara ditingkat bawah dan diharapkan proses itu berjalan sesuai dengan aturan sehingga berbagai pelanggaran-pelanggaran yang terjadi pada pilkada putaran pertama kemarin sekaligus PSU di Kabupaten SBT diminimalisir. Hal ini juga butuh peran serta Bawaslu, Panwaslu, Panwascam, PPL,” katanya.

Olehnya itu, tandas Toekan, pilkada putaran kedua tetap dijalankan sesuai jadwal, karena  sudah  sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Pencoblosan tetap akan dilaksanakan pada tanggal 14 Desember, selanjutnya proses rekapitulasi pada tingkat PPS, PPK, KPU kabupaten/kota dan pleno ditingkat provinsi akan dilaksanakan pada 28-29 Desember sekaligus penetapan, sehingga diakhir tahun 2013 ini Gubernur Maluku defenitif telah ditetapkan oleh KPU Maluku,” tandasnya.

Toekan juga mengakui, personil lembaga pengawas sangat terbatas sehingga butuh pengawasan atau peran dari masyarakat itu sendiri sehingga jika ada temuan dari masyarakat maka harus segera dilaporkan ke Bawaslu, Panwaslu maupun KPU selaku penyelenggara pilkada.

“Tahapan ini jangan hanya punya tanggungjawab pengawas, tetapi masyarakat juga diminta untuk bersama-sama mengawasi jalannya pilkada ini. Butuh keterlibatan seluruh konponen masyarakat sebagai pemilih yang berhubungan langsung dengan demokrasi di Maluku ini. Sehingga betul-betul pemimpin yang dihasilkan ini berasal dari suara rakyat untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya. (S-37)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon