Hukum ›› Tim Labfor Mulai Selidiki Kasus Penikaman Sopir Angkot Kudamati

Tim Labfor Mulai Selidiki Kasus Penikaman Sopir Angkot Kudamati


Ambon - Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Suharwiyono meminta bantuan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar untuk membantu pihaknya mengungkap kasus penikaman terhadap sopir Angkutan Kota (Angkot) jurusan Kudamati-Terminal Mardika, Rivaldo Petta (18) yang tewas ditikam orang tak dikenal (OTK) di kawasan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

“Dua orang personil dari Labfor Makassar juga telah turun langsung ke Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease guna memeriksa secara detail kondisi angkot dengan nomor polisi DE1991 KU yang dikendarai oleh korban,” ungkap Suharwiyono kepada Siwalima di Mapolres, Jumat (13/1).

Dijelaskan, kedua personil terse­but yang mahir dalam bidang fisika dan kimia akan memeriksa kondisi angkot tersebut guna memperjelas kasus tersebut.

“Kasus tersebut ditangani lang­sung oleh Tim Satgas Penanggu­langan melibatkan tim dari Polda Maluku dibantu Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease. Jadi Timnya dipimpin langsung oleh Direskrimum  Polda Maluku dan anggotanya Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease,” jelasnya.

Sementara itu, dari pantauan Siwalima, kedua personil Labfor Ma­kassar tersebut terlihat meme­riksa dengan serius kondisi angkot sejak pagi hari hingga sore hari kemarin.

Sebelumnya diberitakan, hingga kini berbagai keterangan saksi belum memberikan titik terang dalam upa­ya pengungkapan pelaku penikaman terhadap sopir Angkutan Kota (Angkot) jurusan Kudamati-Terminal Mardika, Rivaldo Petta (18) yang tewas akibat ditikam orang tak dikenal (OTK) di kawasan Wai­haong.

“Keterangan saksi-saksi itu belum bisa memperkuat kita, apalagi pada waktu kejadian itu ternyata semen­tara hujan serta pada malam hari,” jelas Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Syarief Gunawan kepada wartawan usai upacara gelar pasukan dalam rangka Operasi Lilin 2011 di SPN Passo, Kamis (22/12).

Kendati demikian, Kapolda me­nga­takan pihaknya tidak akan ber­henti dalam mengungkap pelaku penikaman yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Kita mohon dukungan, kita tidak henti-hentinya bekerja walaupun selama ini tingkatkan pengamanan, tapi kita tetap upayakan pengung­kapan kasus tersebut kendati bukti-bukti sangat terbatas di lapangan,” katanya.

Dijelaskan, untuk maksud ter­se­but, melalui satgas yang telah diben­tuk, pihaknya sementara masih melakukan pendalaman lagi terha­dap keterangan saksi-saksi.

“Kita sudah bentuk satgas, di ma­na tempo hari dilakukan oleh polres sudah kita lakukan, malah ada lima tim dari satgas itu untuk kita lakukan pendalaman,” jelasnya.

Rivaldo Petta tewas ditikam oleh orang tidak dikenal (OTK) saat me­lintasi kawasan Waihaong, tepatnya di tempat cuci mobil Tirta Mandiri saat sedang mengendarai angkot jurusan Kudamati-Terminal Mar­dika, Rabu (14/12) malam.

Pemuda 18 tahun ini, saat kejadian sementara melintasi kawasan Waihaong. OTK yang diduga sudah terlatih itu langsung mengarahkan tikaman tepatnya ke bagian leher tembus ke belakang.

Meski dalam kondisi banjir darah, almarhum masih mengendarai angkot dan karena tidak kuat tenaga lantaran banyak keluar darah, almarhum lalu menabrak trotoar yang terletak di depan rumah makan padang di kawasan Jalan AY Patty.

Almarhum yang mengendarai angkot dengan nomor polisi DE1991 KU itu tewas setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy-Ambon.

Korban tewas akibat pendarahan karena luka tusuk pada leher kanan dengan panjang 2,1 cm dengan keda­laman 8 cm. Pada tubuh korban juga terdapat luka lecet pada telinga kiri dengan panjang 1x0,25 cm. (S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon