Hukum ›› Tersangka Cabul Mardika Diserahkan ke Jaksa

Tersangka Cabul Mardika Diserahkan ke Jaksa


Ambon - Setelah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease akhirnya menyerahkan Fajirin Mahulauw, tersangka pencabulan di tempat umum  berikut berkas perkaranya atau tahap II ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Warga Negeri Lima Kecamatan Teluk Ambon itu, diketahui melampiaskan nafsu bejadnya dengan mencabuli warga Hila di tempat umum yakni di Pasar Arumbae Mardika.

Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Bripka O Jambormias kepada wartawan di ruang kerjanya Kamis (20/4) mengatakan, tahap II tersangka ini dilakukan oleh penyidik setelah menerima P-21 atau surat Kajari Ambon yang menyatakan penyidikan sudah lengkap.

“Tahap II kita lakukan setelah melakukan koordinasi dengan kejaksaan. Sebelumnya berkas sudah kita limpahkan, setelah dinyatakan berkas lengkap serta pemberitahuan tanggal penyerahan tersangka, maka Selasa kemarin (18/4), kita lakukan penyerahan. Sejauh ini tidak ada kendala dalam pemeriksaan, semua berjalan lancar baik pemeriksaan saksi serta pengakuan pelaku yang membuat proses penyelidikan dan penyidikan telah sampai ke tahap jaksa, “tandas Jambormias.

Dengan diserahkannya tersangka, maka tugas penyidik dinyatakan selesai selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak kejaksaan untuk membawa tersangka ke pengadilan untuk memutuskan hukuman yang pantas atas perbuatan tersangka.

Untuk diketahui, Fajirin Mahulauw benar-benar kehilangan akal sehat hingga tempat umum pun dijadikan tempat pelam­piasan nafsu bejadnya. Sebut saja MU (28), wanita yang bertempat tinggal di Desa Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Malteng ini, mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan lantaran dicabuli Fajirin Mahulauw,  warga Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Malteng saat dirinya sementara melintas di seputaran Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Peristiwa itu terjadi di Pasar Mardika Kecamatan Sirimau Kota Ambon Minggu (5/2), namun baru dilaporkan Senin (13/2). Menurut Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu N Anakotta kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (14/2), kejadian berawal ketika korban sementara melintas di seputaran Ruko Batu Merah hendak menuju ke Terminal Mardika.

Ketika korban melintas ternyata dari arah belakang korban dibuntuti pelaku.

Disebutkan, korban yang dibuntuti sempat memarahi pelaku, tetapi pelaku tidak peduli dan terus membuntuti korban. Ketika korban berjalan menuju pasar ikan Arumbae, pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya.

Korban tiba-tiba dipeluk dari arah belakang. Tapi korban sempat melakukan perlawanan. Sayangnya tidak berhasil, justru pelaku menjatuhkan korban ke atas trotoar.

Ketika korban terjatuh itulah, pelaku yang merasa mempunyai kesempatan mulai melancarkan aksi bejadnya dengan memasukan alat vitalnya kedalam mulut korban. “Korban sempat melakukan perlawanan dan membuahkan hasil sehingga korban bisa terlepas dan melarikan diri,” tandas Anakotta.

Merasa dilecehkan, korban akhir­nya melaporkan kejadian tersebut di Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untu proses hukum. “Kasus ini sementara diselidiki, polisi akan memeriksa korban sebelum melakukan pemanggilan terhadap pelaku,” pungkas Anakotta. (S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon