Hukum ›› Teror ISIS, Pegawai BPN Malteng Diadili

Teror ISIS, Pegawai BPN Malteng Diadili


Ambon - Terdakwa kasus  teror menggunakan nama Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) ke sejumlah bank di Kota Ambon, Wirasman Rukua, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu (19/4).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan itu, dipimpin majelis hakim yang diketuai S Pujiono, didampingi hakim anggota Sofian Pererungan dan Hamzah Kailul. Sementara terdakwa yang adalah pegawai BPN Maluku Tengah, didampingi penasehat hukum, Sukur Kaliky.

Dalam dakwaannya, JPU Kejati Maluku, Awaludin mengungkapkan,  pada bulan Desember 2016, terdakwa melakukan aksi teror menggunakan nama ISIS ke sepuluh bank di Kota Ambon yakni BNI Batu Merah, BNI AY Patty, Bank Mandiri Mardika,  Bank Mandiri Pattimura,  BCA Mardika, BRI AY Patty,  BCA Cabang Ambon, BRI Urimessing dan Bank Mega. Ia meminta uang dengan alasan membantu perjuangan ISIS di Suriah.

Setelah surat ancaman teror yang dikirim ke sejumlah bank tak di­gubris, Wirasman kemudian melakukan teror  di Bank Maluku Pantai Mardika.  Ia meletakan kantong plastik hitam berisikan potongan pipa plastik, kabel  merah hitam, selotip berwarna hitam, lilin mainan, dan selembar kertas putih yang tertulis alamat email: shalahuddi nalindunisy@ gmail.com diletakan di depan bank. Pada kertas itu juga tertulis kalimat, ‘Ancaman Pertama’.

Aksi teror yang dilakukan terdakwa itu kemudian dilaporkan ke Polda Maluku. Setelah dilakukan pengembangan penyidikan akhirnya terdakwa ditangkap oleh tim Densus 88.

Tim Densus 88 mengamankan sejumlah material yang digunakan untuk teror, seperti kabel, pipa, sisa semen yang disimpan pada plafon sebuah hotel dan  menyita  laptop, mesin printer dan kop surat yang dikirim ke sepuluh bank di Kota Ambon.

Setelah diinterogasi, terungkap bahwa teror yang dilakukan oleh terdakwa bertujuan untuk mendapatkan uang guna menutupi hutang-hutangnya, bukan untuk membantu perjuangan ISIS.   

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pasal 6 UU Nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan terorisme dan atau pasal 368 KUHP dan atau pasal 35 KUHP.

Usai mendengarkan dakwaan, JPU juga menghadirkan tiga saksi dari Bank BRI dan BNI Ambon. 

Usai mendengar keterangan ketiga saksi, sidang ditunda hingga pekan depan masih dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.  (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon