Daerah ›› Ternyata 7 Bulan Pemkot Belum Bayar Tunggakan Listrik Soal Meter Disegel PLN

Ternyata 7 Bulan Pemkot Belum Bayar Tunggakan Listrik


Ambon - Pemkot Ambon akhirnya mengakui kesalahannya yakni selama tujuh bulan belum membayar tunggakan listrik tiga kantor dinas dan badan yang berada di Passo. Meski begitu, Pemkot punya alasan kenapa tiga kantor  dan badan tersebut tunggakan listriknya belum dibayar.

“Jadi sejak tiga kantor dan badan yakni Kantor Dinas Sosial, Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Badan Pemberdayaan Perem­puan Masyarakat dan Desa (BPPMD)  itu sejak dibangun pihak PU Kota Ambon, belum dilimpahkan ke Bagian Umum dan Perlengkapan guna didaftar sebagai aset daerah. Akibatnya berpengaruh kepada pembayaran rekening listrik,” jelas Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum dan Perlengkapan Ambon, Chres Waas kepada Siwalima di ruang kerjanya, Kamis (10/3)

Waas mengaku, pihaknya tidak per­nah tahu kalau Dinas PU usai membangun tiga kantor tersebut reke­ning listrik atas nama siapa dan juga tidak diserahkan kepada pemerintah kota.

“Kita memang belum bayar tung­gakan rekening listrik selama tujuh bulan. Ini karena terjadi misskomuni­kasi antara PLN dengan Pemkot saja yang akibatnya pelayanan publik menjadi terganggu,” katanya.

Diakuinya, ketika peresmian kantor milik pemerintah, sudah ada penan­datanganan MoU antara pemkot dengan PLN yang salah satu butirnya kalau kantor milik pemerintah tidak boleh diputuskan aliran listrik, namun yang terjadi miskomunikasi di lapangan.

“Pihak PLN sendiri tahu kalau masalah pembayaran rekening listrik apapun milik pemerinta ditangani langsung oleh Bagian Umum kenapa tidak berkoodinasi,” sesal Waas.

Menurutnya, Pemkot sudah ber­koordinasi dengan PLN untuk menyambung kembali aliran listrik yang tadinya sudah terputus itu guna pelayanan publik di tiga kantor tersebut tetap berjalan dengan baik.

“Kita pastikan proses pelayanan di tiga kantor tersebut sudah berlang­sung karena aliran listrik sudah disambung dan untuk proses pemba­yaran segera kita lakukan,” tegas Waas.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot tidak membayar rekening listrik selam lebih dari tiga bulan. Alhasilnya PLN memutuskan aliran listrik dan menyegel meteran pada tiga kantor milik Pemkot di Desa Passo.

Tiga kantor yang disegel yakni Kantor Dinas Sosial, Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan Desa (BPPMD) Kota Ambon.

Penyegelan yang dilakukan peru­sahaan plat merah itu, bukan baru pertama kali terjadi tetapi untuk kedua kalinya. Di tahun 2014 lalu, PLN terpaksa juga harus memutuskan aliran listrik pada Pasar Terminal Transit passo selama seminggu.

Sumber Siwalima di kantor milik pemkot, Selasa (8/3) mengaku kalau selama lebih kurang 3 bulan pemkot tidak membayar tagihan rekening listrik sehingga tidak mengherankan kalau aliran listrik harus diputuskan.

“Proses pemutusan aliran listik di tiga kantor itu berlangsung pada pukul 12.00 WIT tepat pada pegawai beris­tirahat untuk makan siang,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, proses pemutusan membuat puluhan pegawai yang berada di tiga kantor itu pun harus menganggur dan tidak bisa berbuat apa-apa.

“Setelah diputuskan para pegawai saling menatap satu sama lain bahkan ada yang langsung pulang ke rumah, karena mau bertahan untuk apa karena semua komputer mati termasuk ruangan-ruangan juga gelap gulita,” jelas sumber.

Sementara itu, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Ambon, Moritsz Lantu ketika di konfirmasi Siwalima terkait dengan kejadi an tersebut mengaku tidak mengetahui pasti pemutusan aliran listrik di kantor­nya.

“Saya memang ke kantor siang hari setelah kembali dari kantor balai kota memang listrik sudah padam namun tidak mengetahui pasti kenapa listrik padam,” kata Lantu.

Menurutnya, urusan listrik bukan tanggung jawab dinas tetapi ada dinas teknis yang menangani proses pembayaran rekeningnya.

“Tupoksi kita hanya mem­bersihkan kota ini dari sampah sedangkan listrik dan segalanya menjadi tanggung jawab peme­rintah sendiri,” ujar Lantu.

Sementara itu Kabag Umum dan Perlengkapan Kota Ambon, Donald solsolai ketika di konfirmasi Siwalima, Rabu (9/3) mengaku, tidak mendapat laporan adanya pemutusan aliran listrik pada kantor bersama milik pemkot. “Nanti saya cek dulu karena sejak kemarin tidak ada laporan dari sana terkait dengan pemutusan aliran listrik oleh PLN,” kata Solsolai.

Dirinya juga mengaku tidak mungkin Pemkot Ambon tidak membayar rekening listrik bagi tiga kantor tersebut.

“Kalau memang dilaporkan ada masalah pasti kita sudah tanggani karena selama ini semua urusan pembayaran rekening listrik diurus di bagian umum,” tegasnya. (S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon