Daerah ›› Tenda Roboh Warnai Upacara HAB Kemenag Menag: Tinggalkan Kultur 'Bapakisme'

Tenda Roboh Warnai Upacara HAB Kemenag


Ambon - Upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) yang digelar jajaran Kemenag Provinsi Maluku di kompleks perse­kolahan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tulehu, Kabu­paten Malteng, Sabtu (3/1) diwarnai dengn robohnya tenda yang ditempati sejumlah peserta upacara.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIT tersebut dengan inspektur upacara Gubernur Maluku Said Assagaff tersebut, sejak awal dimulai dibawah bayang-bayang cuaca hujan. Saat para penggerek bendera sementara menggerek bendera, tiba-tiba hujan dan angin menerjang lokasi upacara.

Derasnya terjangan angin membuat salah satu tenda yang ditempati peserta upacara roboh. Namun karena tenda tersebut terdorong angin ke rah belakang dari lapangan upacara membuat tidak ada para peserta upacara yang terluka. Walau begitu, peserta upacara tetap melakukan penghormatan terhadap bendera yang semen­tara dikibarkan walaupun tanpa adanya tenda.

Robohnya salah satu tenda tersebut, membuat sejumlah staf Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku mulai mewaspadai hal itu terjadi pada sejumlah tenda lainnya yang ditempati para undangan.

Sementara Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifu­din dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Gubernur Maluku Said Assagaff meng­instruksikan birokrasi Kemenag harus siap menjalankan revolusi mental yang  telah  dicanangkan oleh  kepala negara. Untuk itu perilaku dan budaya kerja yang tidak dikehendaki dan disukai masyarakat harus ditinggalkan. 

“Dalam melayani masya­rakat, jangan  sekali-kali mempersulit hal-hal yang seharusnya bisa dilakukan dengan mudah dan sederhana. Birokrasi yang baik dan ideal di era reformasi dan revolusi mental  harus meninggalkan kultur  “bapakisme”,  yaitu segala hal bergantung  pada  atasan  tanpa  memberi  ruang bagi berkem­bangnya gagasan, inisiatif dan prakarsa inovatif dari bawahan,” tandasnya. 

Menag juga mengharapkan seluruh jajaran Kemenag mulai dari yang tertinggi hingga  yang terendah  harus peka  terhadap berbagai  hal  yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat  terhadap institusi  dan martabat kementerian  ini.

“Dalam menjaga keper­cayaan masyarakat,  semangat membimbing, memperbaiki dan mencegah  terjadinya  kesala­han,  harus tetap didahulukan daripada semangat menghu­kum,” katanya.  (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon