Visi ›› Tanpa Titipan

Tanpa Titipan


 

Sejak pendaftaran dibuka 19 Agustus 2015 hingga kini tercatat tiga peserta seleksi calon Sekda Provinsi Maluku yang sudah mendaftar di panitia seleksi. Ketiga peserta tersebut masing-masing Wakil Walikota Ambon, MAS Latuconsina, Asisten III Sekda Maluku MZ Sangadji dan Staf Ahli Gubernur bidang Hukum dan Politik  Roy Halattu.

Pendaftaran akan ditutup besok, 8 Agustus.  Mungkin saja peserta akan bertambah. Sebab, informasi berkembang kalau Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, M Saleh Thio dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku, Romelus Far-Far juga akan ikut mendaftar. .

Kalau toh  peserta tidak bertambah, tiga peserta  yang  terdaftar sudah memenuhi kuota yang ditetapkan oleh panitia seleksi yang diketuai Rektor Unpatti, Thomas Pentury.

Secara administrasi, ketiga peserta dipastikan memenuhi persyaratan, salah satunya kepangkatan. Namun persyaratan kompetensi para calon akan diuji oleh panitia seleksi, yaitu kompetensi manajerial yang terdiri dari, kemampuan berpikir, kemampuan mengelola diri, kemampuan mengelola orang lain, dan kemampuan mengelola tugas serta kompetensi bidang yang meliput; kompetensi bidang pemerintahan, serta kompetensi sosial kultural.

Dengan berlakunya Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), peran Sekda semakin strategis.  Dalam pasal 54 ayat 1 disebutkan,  Presiden dapat mendelegasikan kewenangan pembinaan Manajemen ASN kepada Pejabat yang Berwenanang di kementerian, sekretaris jenderal/ sekretariat lembaga negara, sekretariat lembaga nonstruktural, sekretaris daerah provinsi dan kabupaten /kota.

Hingga kini  Maluku masih tercatat sebagai provinsi termiskin keempat di Indonesia.  Figur seorang sekda juga turut menentukan keberhasilan program-program yang digagas dan telah ditetapkan melalui APBD maupun interventi pemerintah pusat melalui program yang didanai APBN.

Untuk mensukseskan program-program kerja yang telah disusun, Sekda berkewajiban mengkoordinir ke seluruh jajaran. Komunikasi, merupakan kunci utama dalam mensosialisasikan rencana kegiatan dan langkah-langkah yang perlu diambil. Begitu pula dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul.

Sekda mempunyai peranan penting dalam mengawal proses perubahan dengan cara melakukan gerakan reformasi birokrasi sehingga pelayanan prima dapat diwujudkan supaya harapan masyarakat untuk hidup lebih baik bisa tercapai, dan mereka  bisa merasakan keberadaan pemerintah. Selain itu, akuntabilitas kinerja perlu diperhatikan demi terwujudnya pemerintah yang lebih berdayaguna, bersih, dan bertanggung jawab.

Panitia seleksi telah memastikan bahwa seleksi calon Sekda Maluku akan berlangsung profesional tanpa titipan. Hal ini tentu patut menjadi komitmen panitia seleksi.

Siapapun yang mendaftar diyakini mereka adalah ASN  yang mmiliki kompetensi dan kapasitas. Memang kita butuh seorang Sekda yang memiliki kompetensi dan kapasits, tetapi juga butuh figur Sekda yang bisa membangun kerjasama yang baik dengan gubernur, wakil gubernur dan seluruh jajaran. Sinergitas sangat dibutuhkan, karena merupakan kunci terlenggaranya proses pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik yang maksimal.

Kita yakin panitia seleksi memiliki kemampuan untuk melahirkan calon Sekda yang dibutuhkan gubernur, wakil gubernur dan jajarannya, serta masyarakat Maluku. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon