Hukum ›› Sulistyono Harap BPKP Secepatnya Tuntaskan Audit Pancing Tonda Tetapkan Kepala DKP Jadi Tersangka

Sulistyono Harap BPKP Secepatnya Tuntaskan Audit Pancing Tonda


Ambon - Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Sulistyono berharap Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) secepatnya menuntaskan audit kerugian negara proyek pancing tonda Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku.

Audit tersebut dibutuhkan untuk  menetapkan Kepala DKP Maluku, Bastian Mainassy sebagai ter­sangka.

“Masih kita tunggu audit BPKP. Memang BPKP sudah nyatakan se­cepatnya tetapi kita harus bersabar menanti, dengan tetap melakukan koordinasi. Nantinya saat ekspos proyek DPRD SBT tanggal 23 men­datang akan kita konfirmasikan juga soal pancing tonda ini,” kata Su­listyono, kepada Siwalima, di ruang kerjanya Jumat (13/6).

Sulistyono juga mengatakan, pe­netapan tersangka akan dilakukan setelah pihaknya menerima hasil audit.

“Tunggu audit dulu karena semua­nya jelas jika sudah ada audit. Intinya jalan semua tidak ada yang diam,” tandasnya.

Untuk diketahui, audit penghitu­ng­an kerugian negara proyek pancing tonda dimintakan oleh Ditreskrimsus Polda Maluku dengan alasan hasil audit investigasi BPKP yang menemukan kerugian negara sebesar Rp 3 milyar hanya sebatas pengadaan bodi casko. Karena itu, untuk menetapkan tersangka pe­nyidik meminta audit kerugian negara lengkap

“Ini kan belum secara keseluru­han. Audit baru pembuatan bodi casko yang tiga milyara itu. Kita minta keseluruhannya baik itu mesinnya dan lain-lain. Kita juga meminta kerugian negara yang ditim­bulkan masing-masing reka­nan,” kata Sulistyono kepada Siwa­lima,  di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Mangga Dua, Selasa (1/4).

Sulistyono menegaskan Kepala DKP Maluku, Bastian Mainassy tak akan lolos dari jeratan hukum.

Ketidakberesan dalam proyek pancing tonda sudah terjadi sejak awal perencanaan. Karena itu, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Mainassy yang bertanggung jawab.

“Tenang saja, tidak akan ke mana-mana. Sudah pasti dia itu KPA ber­tanggung jawab. Awalnya dari situ perencanaan gak beres. Yang jelas kita ini profesional gak ada yang nutup-nutupi,” kata Sulistyono. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon