Visi ›› Stop Kekerasaan Seksual Terhadap Anak

Stop Kekerasaan Seksual Terhadap Anak


Kasus kekerasaan seksual terhadap anak berusia 8 tahun yang ditemukan bersimbah darah di alat vitalnya di Pantai Mardika. Tentu saja menjadi catatan merah betapa kasus kekerasaan seksual terhadap anak di Kota Ambon, semakin mengalami peningkatkan yang signifikan.

Ironis, anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan secara hukum, justru hak-haknya sudah dicabik-cabik oleh orang-orang yang tidak bermoral dan bertanggung jawab.

Muculnya kasus kekerasaan seksual terhadap anak dibawah umur memberikan implikasi berapa Kota Ambon sudah rawan bagi anak.

Hukuman bagi para pelaku juga belum memberikan efek jera dan rasa keadilan. Belum lagi jika kasus tersebut kemudian bisa dengan mudahnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Stop Kekerasaan seksual terhadap anak. Itu mungkin sebuah kata yang tepat yang harus disuarakan oleh semua pihak, masyarakat, pemerintah, guru, orang tua dan aparat penegak hukum.

Peranan ini harus dimaksimalkan dan disinergikan, supaya kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak lagi terjadi di Kota Ambon.

Rata-rata pelaku tindak pidana terhadap anak dibawah umur adalah orang-orang yang dekat dengan korban, entah paman, ayah tiri, ayah kandung, kakak, tetangga dan sebagainya.

Berdasarkan data dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Pulau-Pulau Ambon untuk tahun 2016 tercatat,  44 kasus pencabulan anak di bawah umur, 6 kasus cabul dewasa.

Sedangkan di tahun 2015, polisi tangani 21 kasus pencabulan anak dibawah umur dan 6 cabul dewasa. Itu berarti pada tahun 2016 kasus cabul anak dibawah umur mengalami peningkatan sebanyak 23 kasus, atau lebih dari setengah dibandingkan di tahun 2015.

Peningkatan juga terlihat di dalam penanganan kasus persetubuhan anak di bawah umur, karena pada tahun 2016 polisi tangani 50 kasus persetubuhan anak di bawah umur, tahun 2015 polisi tangani 41 kasus.

Sementara untuk tahun 2017, kasus kekerasaan perempuan dan anak dari bulan Januari hingga Maret 2017 tercatat, 25 kasus yang ditangani Polres Ambon.

Kita tentu saja berharap, aparat penegak hukum, jaksa, polisi dan hakim bersinergi memberikan hukuman yang berat bagi para pelaku sesuai dengan UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 menggantikan UU Nomor 23 Tahun 2002

Pemerintah harus intens melakukan sosialisasi meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya usaha untuk mengatasi terjadinya kekerasaan terhadap dan anak, Anak berhak mendapatkan perlindungan. Karena itu stop kekerasaan terhadap anak sangatlah penting. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon