Daerah ›› Solusi Atasi Kemiskinan, 27 Juni Ganti Gubernur Jelang Suksesi Maluku

Solusi Atasi Kemiskinan, 27 Juni Ganti Gubernur


Provinsi Maluku mem­butuhkan pemimpin baru, yang me­miliki komitmen untuk meng­atasi kemiski­nan.

Maluku tak butuh pemim­pin yang tidak memiliki visi dan solusi, lalu melem­par kesalahan ke­pa­da orang lain. Karena itu, kun­cinya tanggal 27 Juni, momen untuk mengganti gubernur.

“Saya nilai, bupati dan walikota belum dilibatkan secara maksimal dalam peren­ca­naan. Gubernur salahkan bupati karena kemiskinan, sebaliknya juga demikian. Ini yang harus dilihat oleh pe­mimpin yang baru yang memiliki komitmen,” kata Akademisi FISIP UKIM, Ongky Samson, kepada Si­walima, belum lama ini.

Ia menilai, Maluku belum bisa keluar dari berbagai keterpurukan karena sinergitas antara Pemprov dan kabupaten/kota tidak berjalan dengan baik.

“Untuk mengentaskan masalah ke­miskinan maka peningkatkan ekonomi masyarakat harus diting­katkan. Pelayan publik yang ber­hubungan dengan masalah pen­didikan, kesehatan, transportasi itu harus diperhatikan,” ujarnya.

Ia berharap, pemimpin Maluku yang baru kedepan betul-betul me­miliki komitmen yang tinggi, mem­bangun sinergitas dengan seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota dan tidak saling me­nyalahkan. “Saya lihat waktu debat pasa­ngan calon itu kan saling menyalahkan. Bahwa yang punya rakyat itu bupati. Lalu kemiskinan juga demikian dari kabupaten mana. Ini kan saling menyalahkan. Mestinya ada solusi bukan saling menyalahkan,” kata Samson.

Untuk mengatasi masalah kemis­ki­nan, ia berharap, pemim­pin yang baru nantinya bisa mem­bangun kerjasama dengan selu­ruh stakeholder. “Bicara kemiskinan jangan kita saling salahkan, saya lihat itu yang terjadi. Tetapi libatkan stakeholder bicarakan,” ujarnya.

Butuh

Sebelumnya, Ketua tim peme­na­ngan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Is­mail-Barnabas Orno, Karel Albert Ra­lahalu mengajak masyarakat Ja­zirah Leihitu, Kabupaten Maluku Te­ngah untuk bersatu membangun Maluku.

Maluku saat ini terpuruk. Terlilit dalam kondisi kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Karena itu, Maluku membutuhkan pemimpin yang baru.

“Saya mengajak warga jazirah untuk bersatu membangun Ma­luku, mengingat Maluku membu­tuhkan campur tangan basudara semua,” kata Ralahalu, saat bersama Murad Ismail melakukan safari ramadhan di Wakasihu, Kecamatan Leihitu, Minggu (27/5)

Mantan Gubernur Maluku dua periode ini mengatakan, dalam be­berapa tahun terakhir masyarakat Ma­luku mengalami keterpurukan da­lam berbagai sektor. Tingkat Ke­miskinan serta pengangguran yang kian tinggi, termasuk kualitas pen­didikan dan pelayanan kese­hatan yang masih mengkhawa­tirkan. Oleh karena itu, bila ingin Maluku maju maka diperlukan pemimpin baru.

“Kalau mau maju Maluku butuh pemimpin baru yang dapat berinovasi membangun daerah ini sejajar dengan provinsi lain yang ada di tanah air,” kata Ralahalu.

Ralahalu mengingatkan kepada warga desa Wakasihu agar tidak lupa memilih pasangan Murad Is­mail-Barnabas Orno (BAILEO) de­ngan mencoblos nomor urut dua pa­da tanggal 27 Juni mendatang. (S-19)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon