Daerah ›› Soal Gunung Botak, Kadis ESDM Maluku Berbohong

Soal Gunung Botak, Kadis ESDM Maluku Berbohong


Ambon - Anggota DPRD Provinsi Maluku,  Ikram Umasugy mengecam Kadis ESDM Maluku, Martha Nanlohy, karena selama ini telah berbohong tentang keberadaan tambang emas Gunung Botak.

Politisi asal daerah pemilihan Kabupaten Buru itu mengaku, fakta di lapangan Gunung Botak kini dalam kondisi parah. Selain karena tindakan kriminal kerap terjadi di sana, kawasan itu juga saat ini bebas eksploitasi logam berat sianida dan merkuri.

Sayangnya, diberbagai kesem­patan, Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Martha Nanlohy kerap mengaku tidak terjadi apa-apa. Nanlohy tambahnya sudah membohongi publik.

“Dalam sejumlah pertemuan, kadis ini sering katakan bahwa di gunung botak itu tidak terjadi apa-apa, padahal sesuai fakta­nya tidak benar. Ini seakan-akan kadis mem­bohongi DPRD dan pe­merintah daerah,” tandas Umasugy.

Ia juga mempertanyakan pihak-pihak terkait seperti TNI dan Polri yang selama ini tidak mampu menyelsaikan persoalan kriminal di kawasan itu.

“Ini seperti tidak ada hukum di kabupaten buru, sehingga orang seenaknya berbuat. Kami sangat prihatin melihat hal ini,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, meskipun kerap didemo mas­yarakat adat di Kabu­paten Buru lantaran eksploi­tasi tam­bang emas Gunung Botak, Kadis Energi dan Sum­ber Daya Mineral (ESDM), Mar­tha Nanlohy memilih ke luar kota. 

Sumber Siwalima di Dinas ESDM Maluku menyebutkan, Martha dalam seminggu ha­nya berkantor dua hari. Sisa­nya ia habiskan ke luar kota. Parahnya jika mengetahui dirinya akan didemo kompo­nen masyarakat adat Buru, ia langsung memilih ke luar kota berminggu-minggu sampai situasi kantor dinas ESDM benar-benar kondusif tidak didatangi pendemo.

“Jadwal ibu di luar kota lebih banyak karena tidak bisa diwakilkan,” kata sumber di dinas ESDM.

Sumber itu mengaku, pernah kadis mewakilkan staf untuk melakukan rapat di pusat tetapi ditolak sehingga selalu kadis yang menghadiri sejumlah kegiatan

“Kami saja kalau mau ber­temu ibu harus menyesuaikan dengan jadwal kedatangan, jangankan orang lain, orang dalam dinas saja sulit bertemu ibu kadis dan kalau sekarang ibu sedang berada di luar daerah,” ujar sumber.

Sementara itu Plh Kadis ESDM Maluku, Jun Pattikawa ketika dikonfirmasi Siwalima di ruang kerjanya, Kamis (9/8) terkait persoalan di Gunung Botak mengaku belum bisa memberikan keterangan.

“Saya tidak bisa memberi­kan keterangan, karena kita semua melalui satu pintu yakni kadis,” kata Pattikawa.

Kadis ESDM Maluku, Martha Nanlohy ketika yang dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (9/8) tidak memberikan respon.

Diberitakan sebelumnya Aliansi mahasiswa peduli masyarakat (Ampera) Kabu­paten Buru menuding Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku, Martha Nanlohy mem­perkaya diri sendiri dalam eksploitasi tambang emas Gunung Botak.

Tudingan itu disampaikan Ampera saat melakukan aksi demonstrasi di Kantor ESDM Maluku di kawasan Ke­bun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (8/8).

Belasan mahasiswa ini mendatangi Kantor Dinas ESDM sekitar pukul 11:20 WIT dengan membawa se­jum­lah spanduk yang bert­uliskan, “Dinas ESDM harus transparan terhadap tambang Gunung Botak. UUD 45 Pasal 33 ayat (3) tentang bumi air dan kekayaan alam didalam­nya dikuasai oleh negara harus di­perjuangkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Pantauan Siwalima, pulu­han mahasiswa itu saling ber­gantian berorasi meminta bertemu langsung dengan Kadis ESDM Martha Nanlohy karena dinilai tidak transparan dan memperkaya diri sendiri.

Pendemo juga menuntut Pemprov Maluku segera me­nyelesaikan masalah yang ada di tambang Gunung Bo­tak, lantaran merkuri dan sianida kini merugikan mas­yarakat Buru.

Mereka juga menuding ter­dapat konspirasi hitam antara Kadis ESDM dengan peru­sahaan-perusahaan yang se­mentara menggarap emas di Gunung Botak.

“Kami meminta kadis harus transparan soal masalah Gu­nung Botak, karena kami men­duga ada upaya mempekaya diri sendiri dengan kebera­daan perusahaan dan penam­bang di kawasan Gunung Botak,” kata koordinator lapa­ngan Ampera, Taufik Sou­wakil dalam orasinya.­

Pendemo juga meminta peme­rintah provinsi segera melakukan evaluasi terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi selama ini di Gunung Botak.

Setelah berorasi selama hampir 30 menit, Sekretraris Dinas ESDM, Peggy Suitela bersama sejumlah staf ­akhir­nya menemui para pendemo di depan pintu masuk kantor.

Suitella berjanji akan me­nyampaikan aspirasi maha­siswa Buru kepada pimpinan­nya. “Saya sudah mendengar dan bertemu langsung de­ngan kalian. Masalahnya saya tidak bisa mengambil kebijakan, sehingga aspirasi ini akan saya sampaikan ke pimpinan, namun sekarang ibu kadis lagi berada di luar daerah,” ujar Peggy.

Ada empat perusahaan yang sementara beroperasi di Gunung Botak dan sekitar­nya. Keempat perusahaan itu, mengantongi izin dari Gu­bernur Maluku, Said Assagaff dan Kepala Dinas ESDM Maluku, Martha Nanlohy.

Keempat perusahaan itu, adalah PT Sinergi Sahabat Setia (SSS), PT Citra Cipta Prima (CCP), PT Prima Indonesia Persada (PIP) dan PT Buana Pratama Sejahtera (BPS). Tak jelas, pendapatan yang diperoleh daerah dari keempat perusahaan itu. (S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon