Pendidikan ›› Siswa SMAN 1 Peroleh Nilai Tertinggi UN

Siswa SMAN 1 Peroleh Nilai Tertinggi UN


Ambon - Kevin Adriel Sitanaya siswa SMA Negeri 1 Ambon berhasil mengharumkan nama sekolah dan Kota Ambon dengan memperoleh nilai tertinggi Ujian Nasional baik UNBK maupun UNKP se-Maluku dengan memperoleh total nilai 334,00.

Ketua Panitia pelaksanaan UN tahun 2018 Fentje Mandaku menjelaskan, selain Sitanaya, dua siswa SMAN 1 lainnya masing-masing Fadila Nurhalifa Fairus serta Joyna Gettruida juga menempati posisi kedua dan ketiga dengan total nilai masing-masing 328,00 dan 324,00.

“Sementara pada posisi nilai tertinggi ke 4-10 juga ditempati oleh siswa-siswi dari SMA Siwalima dan juga SMA Negeri 1 Ambon,” ungkap Mandaku kepada Siwalima di ruang kerjanya, Senin (7/5).

Sementara untuk tingkat SMK kata Mandaku, yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi UN ada pada SMKN 1 Masohi atas nama Nur Fitri Sadida Ipaenien dengan total nilai 317,50 disusul siswa SMKN 1 Buru atas nama Nur Indah Sari dengan total nilai 310,00, ditempat ketiga juga ada siswa SMKN 1 Buru atas nama  Safitri Buton dengan total nilai 307,50 dan Kota Ambon hanya menempati nilai tertinggi keempat atas nama Pangeran Michael Sihaloho siswa SMKN 1 Ambon dengan total nilai 306,50.

Sementara di posisi 5-10 masing-masing ditempati oleh siswa SMK Kesehatan Ambon dengan total nilai 302,50, siswa SMKN 1 Buru, total nilai 301,50, SMKN 2 Buru dengan total nilai 301,50, SMKN I Buru dengan nilai 300,50 dan SMKN 1 Buru dengan total nilai 298,00 serta SMKN 1 Buru dengan total nilai 297,00.

“Yang menentukan kelulusan di tahun ini bukan dari UN tetapi nilai USBN dan juga akhlak dari siswa itu sendiri serta nilai kelulusanpun dirapatkan dewan guru baru di tentukan siswa itu lulus atau tidak,” jelas Mandaku.

Dikatakan, nilai ujian nasional digunakan sebagai pemetaan mutu pendidikan, mempertim­bangkan masuk ke perguruan tinggi, pertimbangan memberi­kan bantuan ke satuan pendi­dikan, namun yang menentukan lulus atau tidak ada ditangan sekolah lewat beberapa kriteria yang telah ditentukan.

Bagi siswa yang  nilai Unnya rendah dan ingin memperbaikinya, maka pemerintah menyiapkan ruang, dimana ada UN perbaikan yang akan dilaksanakan pada 24-26 Juli mendatang namun sifatnya tidak wajib bagi para siswa.

“Ketika ujian ulang nilai itu lebih baik, maka Sertifikat Hasil Ujian Nasional siswa tersebut akan diubah karena pemerintah mempermudah dengan tidak memberatkan para siswa,” tandasnya. (S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon