Politik ›› Sianressy: Assagaff tak Paham Aturan Golkar

Sianressy: Assagaff tak Paham Aturan Golkar


Ambon - Ronny Sianressy mengklaim masih tetap menjadi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Maluku. Ia menuding Said Assagaff tak paham AD/ART Partai Golkar, sehingga seenaknya main pecat.

“Sampai hari ini saya adalah Wakil Ketua DPD Partai Golkar Maluku,” kata Sianressy kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku,” Selasa (6/6).

Menurutnya, berdasarkan AD/ART Partai Golkar pada bab 3 pasal 4 tentang pemberhentian anggota, dan pasal 13 ayat (5) tentang kewenangan untuk pemberhentian pengurus disebutkan, pemecatan dewan pimpinan pusat ditentukan oleh rapat DPP pusat. Kemudian, pemecatan pimpinan daerah pro­vinsi dilakukan oleh rapat dewan pimpinan pusat atas usul dewan pimpinan daerah provinsi.

“Saya ini dewan pimpinan pro­vinsi, sehingga pemecatan harus sesuai dengan rapat dewan pimpi­nan pusat bukan dari DPD pro­vinsi,” tegas Sianressy.

Sianressy mengatakan, mereka yang merupakan kader Partai Golkar pasti tahu dan paham AD/ART partai. Jadi Assagaf tidak paham, sehingga SK pemecatan yang dite­kennya selaku Ketua DPD Golkar Maluku inkonstitusional.

“Perbuatan yang dilakukan oleh Assagaff merupakan perbuatan inkonstitusional yang bertentangan dengan AD/ART dan diluar kewe­nangannya dan menunjukkan per­bua­tan sewenang-wenang dari orang yang tidak mengerti tentang Partai Golkar,” ujar Sianressy.

Setelah pilkada selesai,  dirinya akan kerja bekerja seperti biasa sebagai Wakil Ketua DPD Golkar Maluku, dan ingin melihat apakah Assagaff mampu memecatnya atau tidak.

“Saya mau lihat nanti apakah dia mau pecat saya atau tidak ketika kerja sebagai wakil ketua DPD Partai Golkar,” tantangnya.

Sebagai seorang kader dan pe­mimpin Partai Golkar, kata Sianressy, pasti Assagaff tahu aturan dan mekanisme partai.

“Ini menunjukkan Assagaff bukan kader Partai Golkar dan pemimpin itu dinilai dari ketepatan berbicara, tahu menghargai kerja orang lain dan ti­dak sewenang-wenang,” tandas­nya.

Silakan

Sebelumnya diberitakan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Said Assagaff tak gentar terhadap langkah Ronny Sianressy yang me­laporkannya ke DPP Partai Golkar.

SA, panggilan Said Assagaff mem­persilakan Sianressy untuk me­lapor juga ke Tuhan. Ia juga tak takut.

“Silakan lapor, ke Tuhan juga saya mau kenapa hanya ke DPP,” tandas Assagaff, kepada wartawan, usai membuka kegiatan orientasi bagi bacaleg Partai Golkar Provinsi Ma­luku,  yang berlangsung di Gedung Siwalima, Karpan, Selasa (5/6).

Ia menegaskan, pemecatan Sian­ressy dari Wakil Ketua DPD bidang pemenangan pemilu wilayah MTB, harus dilakukan karena tidak taat terhadap keputusan partai.

“Saya kira itu wajib dan bukan saja di Partai Golkar, di partai manapun kalau kadernya tidak bermain untuk partainya itu wajib hukumnya dipecat dan diberhentikan,” tegas SA.

Soal pernyataan Sianressy bahwa pemecatan dirinya itu inskonsti­sional karena tidak sesuai dengan AD/ART, SA mempersilakan ia gugatke pengadilan.

“Silakan ke pengadilan. Semua partai sama, kalau sudah kampanye dan berjalan dengan orang lain, kok itu melanggar aturan?,” ujar SA.

Lapor

Ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaff dilaporkan ke Ketua Umum DPP, Airlangga Hartarto oleh Elia Ronny Sianressy.

Sianressy menempuh langkah tersebut, lantaran tindakan arogan Assagaff yang memecatnya secara sepihak dari kursi Wakil Ketua DPD bidang pemenangan pemilu wilayah MTB.

“Saya sudah bertemu dengan ketum di Jakarta dan telah mela­porkan Assagaff terkait dengan pe­me­catan yang dilakukan kepada saya,” tandas Sianressy, kepada Siwalima, melalui telepon seluler­nya, Selasa (29/5).

Ia meminta Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto mem­batalkan keputusan Assagaff, yang tidak sesuai dengan AD/ART dan meminta Assagaff diberikan sanksi.

“Pemecatan yang dilakukan oleh Assagaff tidak sesuai dengan AD/ART sehingga saya telah meminta ketum memberikan sanksi kepada Assagaff dan membekukan DPD Partai Golkar Maluku dan menunjuk Plt Ketua DPD,” jelas Sianressy.

Selain Sianressy, pengurus DPD Golkar Maluku lain yang dipecat oleh Said Assagaff, adalah wakil bendahara, Moda Latupono.

Pemberhentian Moda Latupono dan Ronny Sianressy dari anggota dan pengurus DPD Golkar Maluku didasarkan pada SK DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Nomor KEP-03/GOLKAR-MAL/V/2018 tanggal 9 Februari 2018, yang ditandatangani oleh Said Assagaff selaku ketua dan Roland Tahapary selaku sekretaris. 

SK pemberhentian Latupono dan Sianressy itu, kemudian disampai­kan melalui surat Nomor SPENG-07/DPD/GOLKAR-MAL/V/2018 tertanggal 22 Mei 2018 perihal Penyampaian Surat Keputusan DPD Partai Golkar Nomor : KEP-03/GOLKAR-MAL/V/2018 tanggal 9 Februari 2018.

Tembusan surat itu  disampaikan kepada Ketum DPP Partai Golkar, Sekjen DPP Partai Golkar, Korbid Kepartaian DPP Partai Golkar, Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPP Partai Golkar, Korbid PP Wilayah Maluku DPP Partai Golkar dan Ketua PP Wilayah Maluku DPP Partai Golkar.

Sepihak

Moda Latupono yang juga men­jadi korban arogansi kekuasaan Said Assagaff, menilai, pemecatan diri­nya sepihak dan subjektif.

Sebagai pimpinan partai, Assagaff seharusnya menempuh mekanisme par­tai, tidak bisa langsung main pecat. Kendati begitu, Latupono menerima pemecatan dirinya sebagai anggota dan pengurus Golkar.

“Sebagai kader menerima resiko itu. Tetapi aturannya kan harus saya dipanggil dulu, minta pertanggung­jawaban. Tetapi ini tidak dilakukan. Dan karena itu saya nilai sepihak. Dan keputusan ini saya boleh lihat karena subjektifitas, karena ketua DPD mencalonkan diri, lalu dengan kekuasaan itu dengan serta merta memecat,” tandasnya.

Ia mengatakan, Golkar adalah partai kader. Sehingga sebagai ketua DPD, Said Assagaff seharusnya bijak, tidak bertindak sepihak.(S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon