Budaya ›› Shofiyullah: Kemajemukan Modal Utama Cinta Kasih Salat Idul Fitri di Masjid Alfatah

Shofiyullah: Kemajemukan Modal Utama Cinta Kasih


Ambon,Siwalima
Ribuan umat Islam yang ada di Kota Ambon memadati Masjid Raya Alfatah untuk mengikuti Salat Idul Fitri 1437 Hijriah, Rabu (6/7).
Diantara ribuan umat tersebut, tampak Gubernur Maluku Said Assagaff, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo, Kapolda Maluku Brigjen Ilham Salahudin dan Wakil Walikota Ambon Sam Latuconsina.
Direktur Pusat Bahasa dan Budaya Program pasca sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Shofiyullah Muzammil dalam khotbahnya mengharapkan umat Islam tetap menjaga dan memelihara toleransi antar umat beragama untuk menghindari adanya tindakan kekerasan.
“Kita sebagai umat yang beragama harus tetap menjaga dan pelihara toleransi antar umat beragama sebab itu adalah sebagai satu cara memperkecil terjadinya aksi-aksi kekerasan dan terorisme yang akan terjadi di kepada kita,” ungkapnya.
Dikatakan, umat Islam di Maluku harus menghindari adanya perbedaan antar agama, namun semua umat harus tetap profesional dalam menjalankan agama mereka masing-masing.
“Seluruh agama di dunia tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kejahatan, menyebarkan teror dan melukai umat manusia, terutama ajaran Islam yang membawa kedamaian, keindahan dan saling mencintai,” kata Shofiyullah.
Selain itu, ia juga mengingatkan kepada umat untuk tidak hanya memaknai perayaan Idul Fitri sebagai hari kemenangan, tetapi menjadi momentum penting untuk menyadari dan mengoreksi diri sendiri serta perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Umat juga diingatkan untuk melaksanakan Ukhuwah Islamiyah yang mencakup tiga hal penting yakni terciptanya solidaritas yang kuat antar sesama umat Islam, terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kerukunan hidup antar sesama warga.
“Terminologi Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan yang Islami dan sesuai dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam. Tidak hanya antar sesama umat Islam, tetapi juga dengan agama lain dan sesama manusia,” katanya.
Ia menambahkan, budaya persaudaraan dan kekeluargaan antarwarga di Maluku yang tercermin dalam budaya leluhur “Pela” dan “Gandong”  juga merupakan bentuk dari Ukhuwah Islamiah.
“Budaya dan falsafah hidup orang Maluku ini juga merupakan salah satu modal utama memerangi berbagai bentuk kekerasan termasuk aksi-aksi terorisme,” tandasnya.
Ditambahakan, Ukhuwah Islamiah dalam masyarakat majemuk, adalah bentuk cinta kasih kepada sesama untuk bertumbuh secara bersama dalam persaudaraan sejati.
Lebih Dulu Sehari
Sebelumnya, tiga desa berpenduduk Islam Sunni di Kecamatan Leihitu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriyah, lebih dulu sehari, Selasa (5/7).
Umat di tiga desa, yakni Wakal, Hila dan Kaitetu telah melaksanakan shalat Idul Fitri secara bersamaan di masjid-masjid setempat sekitar pukul 07.00 WIT.
Desa Wakal dan Kaitetu mulai melaksanakan puasa 5 Juni 2016, sedangkan Desa Hila memulai puasa 6 Juni 2016 sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama, tapi kemudian berlebaran 5 Juli 2016.
Desa Wakal, Hila dan Kaitetu merupakan tiga dari 11 desa di Kecamatan Leihitu yang berpenduduk Islam Sunni. (S-40)
 



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon