Kriminal ›› Sesama Warga Batu Merah Bentrok, Tiga Luka-luka

Sesama Warga Batu Merah Bentrok, Tiga Luka-luka


Ambon - Bentrok antar sesama pemuda kom­pleks air pancoran RT 03/RW 03, Desa Batu Merah,  Kecamatan Sirimau, Kota Ambon pecah Senin (16/4), sekitar pukul 03.00 WIT dini hari.

Bentrok diduga lantaran pengaruh minuman keras saat pesta nikah. Aksi saling lempar tak bisa dihindarkan, saat terjadi salah paham di sela-sela pesta penikahan itu.

Kapolsek Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Sutrisno Hady Santoso kepada wartawan, Senin (16/4) mengatakan, kejadian tersebut dipicu oleh miras.

“Kejadian bentrok pemuda yang terjadi di Batu Merah itu dikarenakan saat sekelompok pemuda yang saat itu menghadiri acara pesta perni­kahan seorang warga Batu Merah, dalam kondisi mabuk. Ada pemuda yang dipukul sehingga terjadi pengero­yokan dan ini dipicu miras. Mereka konsumsi miras dari luar dan datang ke tempat pesta,” jelas Santoso.

Dari  keterangan salah seorang saksi kepada anggota polisi yang tiba di TKP, peristiwa berawal saat ia selaku operator sound system sementara memutar lagu joged sebagai tanda dimulainya acara  pesta.

Kemudian sekitar pukul 23.30 WIT, gerombolan pemuda yang berasal dari kompleks air pancoran masuk dan berjoget.

Pada saat pesta joget berlang­sung, tiba-tiba salah seorang warga yang sementara bergoyang dipukuli dari arah belakang kepala oleh be­berapa orang pemuda Batu Merah, yang sa­lah satunya sempat dikenali berinisial  E.M.  E.M sendiri adalah anak dari A.M yang halaman rumahnya dijadikan lokasi pesta.

Melihat adanya perkelahian antara sesama pemuda Batu Merah dalam pesta joget tersebut, para wanita dan warga Batu Merah yang sedang menyaksikan jalannya pesta joget membubarkan diri.

“Aksi perkelahian di lokasi pesta ber­lanjut hingga aksi kejar-kejaran an­tara kedua kelompok pemuda dan ber­ujung akli saling lempar yang berlang­sung sekitar 30 menit,” jelas Santoso.

Diungkapkan, saat kejadian itu  ada  salah seorang pemuda  mengge­nggam sebuah parang dan memo­tong salah seorang pemuda Batu Merah, berinisial Ridwan yang saat itu sedang mengikuti acara pesta.

Sabetan parang itu sempat mengenai pada bagian wajah hingga akhirnya korban bersimbah darah dan mengalami luka robek pada bagian kepala. Tak hanya itu, dua korban lainnya Harun dan Yudi yang juga warga Batu Merah terluka saat terjadi perkelahian tersebut.

Selang 15 menit kemudian aparat kepolisian PRC Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kapolsek Sirimau AKP WB Minanlarat dan personel Polsek Sirimau langsung ke TKP dibantu TNI BKO Pos Mutiara guna membubarkan massa.

“Untuk korban Ridwan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Ia dipukul dan dipotong dengan meng­gu­nakan parang pada bagian wajah sepanjang 15 Cm. Sedangkan korban Harun  mengalami bengkak dibagian mata dan kepala serta sekujur badan. Korban lainnya Yudi  mengalami  pemukulan sehingga bengkak di sejumlah badan,” ungkap Santoso.

Situasi keamanan di Batu Merah sudah aman terkendali. Santoso menegaskan, ia tidak akan lagi memberikan izin keramaian di atas pukul 00.00 WIT. “Batas waktu izin keramaian itu pukul 00.00 WIT. Tidak lebih dari itu. Sudah saya tegaskan ke anak buah saya, tidak boleh izin diatas waktu pukul 00.00 WIT,” tandasnya. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon